0077. 8 (DELAPAN) KEJADIAN/TAHAPAN MANUSIA SETELAH MATI (1. Yaumul Barzah, 2. Yaumul Ba’ats, 3. Yaumul Mahsyar, 4. Yaumul Hisab, 5. Yaumul Mizan, 6. Melewati Shirotal, 7. Syafaat, 8. Surga dan Neraka)

29 September 2019,

Asssalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh,

” Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, mubarakan alaihi kama yuhhibu robbuna wa yardo”

YAUMUL BARZAH (HARI HARI DALAM KUBUR)

  1. ALAM KUBUR MENAKUTKAN
    • Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata, “Kebiasaan Utsman Radhiyallahu anhu jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau, ‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah; dihasankan oleh syaikh al-Albâni]
    • Karena fase setelah kubur lebih mudah bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah kiamat agar aku kembali ke keluarga dan hartaku.” Sebaliknya, orang-orang kafir, ketika melihat adzab pedih yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan
  2. GELAPNYA ALAM KUBUR
    • Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll]
  3. HIMPITAN ALAM KUBUR
    • Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan an-Nasâ’i diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“inilah yang membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah ; Lihat Misykâtul Mashâbîh 1/49; Silsilah ash-Shahîhah, no. 1695]
    • Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya kubur memiliki himpitan yang bila seseorang selamat darinya, maka (tentu) Saad bin Muâdz telah selamat. [HR. Ahmad, no. 25015; 25400; Dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni di dalam Shahîhul Jâmi’ 2/236]
    • Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka bocah ini pasti selamat [Mu’jam ath-Thabrani dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhu dengan sanad shahih dan riwayat ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jâmi, 5/56]
  4. FITNAH (UJIAN) KUBUR
    • Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”. Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga. Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”. Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”. Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”. [Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]. Dari hadits yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa pertanyaan dalam kubur berlaku untuk umum, baik orang Mukmin maupun kafir.
  5. ADZAB DAN NIKMAT KUBUR
    • SEBAB-SEBAB SIKSA KUBUR[1]
      • Tidak menjaga diri dari air kencing dan mengadu domba, “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas c)
      • Menyebar Kebohongan, Menyebar kebohongan adalah salah satu dosa besar namun sering kita jumpai di masyarakat. Orang-orang yang gemar menyebarkan kebohongan ini kelak di alam kubur akan mendapatkan siksa dengan gergaji dari kepala hingga tengkuknya.
      • Enggan Membaca Alquran, Orang-orang yang enggan membaca Alquran akan mendapatkan siksa didalam kuburnya dengan cara dipukul batu dibagian kepalanya. Untuk itu, mengapa kita perlu membaca Alquran? karena selain mendapatkan pahala kita juga dapat terhindar dari siksa kubur yang mengerikan ini.
      • Zina, Perzinaan seolah-olah sudah mendarah daging dari zaman dahulu hingga sekarang. Bahkan dizaman sekarang ini, perzinahan sudah banyak dilakukan secara terang-terangan. Hal ini terbukti dari diizinkannya tempat-tempat hiburan malam yang penuh maksiat dan sebagainya.Padahal orang-orang yang berbuat zina akan dipanggang diatas pengapian yang sangat panas, Na’udzubillah.
      • Riba, Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Kelak, para pemakan riba akan mendapat siksa berupa ditenggelamkan didalam sungai darah dengan dilempari batu. Tidak menutupi diri ketika buang hajat
      • Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya.“Sesungguhnya mayit itu akan diazab karena ratapan keluarganya.” (Muttafaqun ‘alaih)
    • HAL-HAL YANG MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR
      • MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH DARI FITNAH DAN ADZAB KUBUR. memanjatkan doa kepada Allah agar dihindarkan dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: [1] siksa neraka jahannam, [2] siksa kubur, [3] penyimpangan ketika hidup dan mati, [4] kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim). Doa yang disarankan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca sebagai doa pelindung siksa kubur adalah doa berikut ini. “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.” Yang mana doa tersebut memiliki arti, “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim)
      • MEMBACA ALQURAN SURAT AL MULK (QS 67), Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai)
      • ORANG-ORANG YANG TERPELIHARA DARI UJIAN DAN SIKSA KUBUR
        • Pertama : Orang yang mati syahid. an-Nasâ’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Ya Rasûlullâh, mengapa kaum Mukmin diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Shahîhul Jâmi’ 4/164]
        • Kedua : Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah, Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allâh. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.” [HR. Tirmidzi dan Abu Dawud; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Misykâtul Mashâbîh 2/355]
        • Ketiga : Seseorang yang meninggal hari Jum’at, Dalam hadits Abdullah ibn Amru, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” [HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35]
        • Keempat : Seseorang yang meninggal karena sakit perut. Abdullah bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar.’ [HR. an-Nasa’i dan Tirmidzi; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

YAUMUL BAT’S, HARI KEBANGKITAN

  1. PENGERTIAN AL BA’TS
    • Yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati pada waktu terompet ditiup pada tiupan yang kedua. Lalu manusia akan berdiri menghadap Rabbul ‘Alamiin dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang tanpa penutup, dan belum dikhitan. Allah Ta’ala berfirman” Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya. [al Anbiya’/21 : 104].”[1]. Allah berfirmam “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). [az Zumar/39 : 68].”[2]
  2. KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA AL BA’TS
    • Al ba’ts merupakan perkara yang pasti, tidak ada keraguan padanya. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh al Kitab, as Sunnah, dan Ijma’. ….Allah berfirman: Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat. [al Mu’minun/23:15-16]. Allah Azza wa Jalla juga memberitakan kebangkitan dari kubur setelah terompet ditiup, sebagai berikut : Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya). [Yasin/36 : 51-52]. Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikembalikan. [al An’am/6 : 36]. Akan tetapi, orang-orang kafir jahiliyah mengingkari adanya al ba’ts. Sehingga Allah Azza wa Jalla memerintahkan RasulNya untuk bersumpah dengan namaNya, bahwa al ba’ts adalah benar : Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [ath Thaghabun/64 : 7]. Bahkan menciptakan seluruh makhluk dan menghidupkan mereka kembali setelah kematiannya, bagi Allah hanyalah seperti menciptakan dan menghidupkan kembali satu jiwa saja. Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat. [Luqman/31 : 28]. Jika demikian, maka sesungguhnya al ba’ts merupakan kepastian, dan tidak ada keraguan padanya. Oleh karenanya Allah Azza wa Jalla berfirman: Dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah akan membangkitkan semua orang di dalam kubur. [al Hajj/22 : 7].
  3. DALIL-DALIL AL BA’TS
    • Di dalam al Qur`an, Allah Azza wa Jalla banyak menjelaskan masalah ini, sehingga benar-benar memuaskan akal, perasaan, dan fithrah orang-orang yang mau memperhatikannya. Berikut adalah di antara dalil-dalil tentang al ba’ts.
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Penciptaan Manusia. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dari ketiadaan, maka menghidupkan kembali setelah kematiannya itu lebih mudah bagiNya. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. [Yasin/36 : 77-79].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Penciptaan Langit dan Bumi
        Sesungguhnya Allah adalah pencipta langit dan bumi dengan tanpa contoh sebelumnya. Sedangkan penciptaan langit dan bumi itu jauh lebih besar daripada penciptaan manusia. Maka, Dia Yang telah menciptakan langit dan bumi itu, tentu lebih mampu dan berkuasa menciptakan manusia dan menghidupkannya kembali setelah kematiannya. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [al Ahqaf/46 : 33].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Muncul dan Berkembangnya Tumbuh-Tumbuhan di Muka Bumi Setelah Turunnya Hujan.
        Allah menghidupkan bumi dengan air hujan setelah gersangnya. Begitulah Allah akan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti Itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). [az Zukhruf/43 : 11]. Di dalam ayat yang lain Allah berfirman: Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [ar Ruum/30 : 50]. Allah Azza wa Jalla juga berfirman: Dan di antara tanda-tandaNya (ialah), bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Fushshilat/41 : 39].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Hikmah Pembalasan Amal
        Allah Azza wa Jalla berfirman: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. [al Mu`minun/23 : 115-116]. Segungguhnya hari Kiamat itu akan datang; Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. [Thaha/20 : 15]. Maka apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Atau adakah kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [al Qalam/68 : 35-36]. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat? [Shaad/38 : 27-28].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Berita-Berita Dari Para Nabi dan Kitab-Kitab Suci. Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,”Sesungguhnya perkara al ba’ts telah mutawatir berita dari para nabi dan rasul di dalam kitab-kitab Allah dan syari’at-syari’at dari langit. Umat mereka telah menerimanya dengan penerimaan yang sebenarnya. Maka bagaimana engkau (orang-orang kafir, Pen.) mengingkari al ba’ts, sedangkan engkau membenarkan apa yang diberitakan kepadamu (yang datang) dari seorang filosof, atau pemilik suatu prinsip (aliran), atau pemilik suatu pemikiran, padahal beritanya tidaklah mencapai apa yang telah dicapai oleh berita tentang al ba’ts, baik di dalam sarana pemberitaan, dan di dalam bukti kenyataan”. []7]. Berita tentang al ba’ts disebutkan di dalam kitab-kitab suci zaman dahulu, antara lain disebutkan di dalam ayat-ayat sebagai berikut: Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. [al A’la/87: 16-19]. Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. [an Najm/53 : 36-41].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Kejadian Nyata
        Yaitu peristiwa-peristiwa yang telah diperlihatkan Allah secara langsung kepada manusia, sebagaimana Dia beritakan di dalam kitabNya. Berikut di antara peristiwa-peristiwa tersebut.

        1. Peristiwa pada zaman Nabi Ibrahim Alaihissallam. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata : “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman,”Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab,”Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).” Allah berfirman,”(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu,” (Allah berfirman),”Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [al Baqarah/2 : 260].
        2. Peristiwa pada zaman Nabi Musa Alaihissallam.Dan (ingatlah), ketika kamu berkata : “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang,” karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. [al Baqarah/2:55-56]. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. [al Baqarah/2 : 72-73].
        3. Peristiwa pada zaman Nabi Isa Alaihissallam. Nabi Isa telah berkata kepada umatnya, yaitu Bani Israil: “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya. Maka, ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman”. [Ali ‘Imran/3 : 49].
        4. Peristiwa ribuan orang yang dimatikan oleh Allah, lalu Dia menghidupkan mereka kembali. Apakah kamu tidak Memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu,” kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. [al Baqarah/2 : 243].
        5. Seorang laki-laki yang telah mati selama seratus tahun, lalu Allah menghidupkannya. Allah Azza wa Jalla berfirman: “…atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata : “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Dia menjawab : “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang-belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati), dia pun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [al Baqarah/2 : 259].
        6. Peristiwa Ash-habul Kahfi.
          Yaitu tujuh pemuda dengan seekor anjing mereka yang masuk ke dalam goa dan tidur selama 309 tahun qomariyah, atau 300 tahun syamsiyah. Allah berfirman: Dan mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). [al Kahfi/18 : 25]. Kemudian Allah membangunkan mereka sebagai tanda kekuasaanNya yang nyata. Dia berfirman: Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. [al Kahfi/18 : 21]. Setelah bukti-bukti ini jelas bagi orang-orang yang mengingkari al ba’ts, dan kemudian mereka tetap mengingkarinya, maka mereka adalah orang-orang yang sombong dan membangkang lagi zhalim. Adapun orang-orang yang zhalim itu akan mengetahui ke mana mereka akan kembali setelah kematian dan kebangkitan mereka.

PERISTIWA DIPADANG MAHSYAR

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).
  3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Mayit akan dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika mati.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shohiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)
  4. Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, tatkala hendak menguburkan jenazah ibunya, beliau meminta agar jenazah ibunya dikafani dengan pakaian yang baru. Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan (memakai) pakaian itu.” (Fat-hul Bari Syarah Shahih al-Bukhari, 11/383).
  5. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan.” (Hadits shahih. Diriwayat-kan oleh al-Bukhari, no. 6043)
  6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3582).
  7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6042 dan Muslim, no. 5020).
  8. Kaum muslimin yang kami muliakan, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, matahari didekatkan sejauh satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)
  9. Allah Ta’ala berfirman: “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.”(An-Nisa’: 56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)
  10. Pada hari yang sangat panas itu, Allah Ta’alaakan memberikan naungan kepada sebagian hamba pilihan-Nya. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya semata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.  “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.
    1. Imam (pemimpin) yang adil.
    2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.
    3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.
    4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
    5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”
    6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.
    7. Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).
  11. Golongan lain yang mendapatkan naungan Allah Ta’alaadalah orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006)

YAUMUL HISAB

  1. Yaumul hisab atau hari perhitungan amal adalah hari dimana Allah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang amal mereka. Allah Ta’ala berfirman 26)“Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.”(QS. Al-Ghasyiyah: 25 – 26).
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamsering berdoa di dalam sholat dengan mengucapkan: “Allohumma haasibni hisaaban yasiiro (Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.” Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya tentang apa itu hisab yang mudah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah memperlihatkan kitab (hamba)-Nya kemudian Allah memaafkannya begitu saja. Barangsiapa yang dipersulit hisabnya, niscaya ia akan binasa.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, VI/48, 185, al-Hakim, I/255, dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitaabus Sunnah,  885. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi).  
  3. Hisabnya Binatang lebih dulu dari pada jin dan manusia
    1. Sesungguhnya makhluk yang pertama kali diadili oleh Allah Ta’ala adalah binatang, bukan manusia ataupun jin. Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (QS. At-Takwir: 5), yakni dikumpulkan di hari Kiamat untuk diadili.  “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) sepertimu. Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab kemudian kepada Rabb-lah mereka dihimpunkan.” (QS. Al-An’aam: 38).
    2. Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Pada hari Kiamat kelak, seluruh binatang akan dikumpulkan, sedangkan manusia menyaksikannya. Kemudian binatang-binatang itu diadili, sehingga binatang yang tidak bertanduk akan menuntut balas terhadap binatang bertanduk yang telah menanduknya di dunia. Setelah binatang tersebut diqishosh, Allah akan mengubahnya menjadi tanah. Allah melakukannya untuk menegakkan keadilan di antara makhluk-Nya.” (Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 70).
    3. Hisabnya hewan ini disaksikan oleh para Malaikat, orang-orang yang beriman dan juga orang-kafir. Setelah binatang diadili, Allah Ta’ala berfirman: “Jadilah tanah!” Maka binatang-binatang itu berubah menjadi tanah. Tatkala melihat hewan itu diubah menjadi tanah, orang-orang kafir itu mengatakan, “Alangkah baiknya jika aku menjadi tanah.” Inilah salah satu makna firman Allah Ta’ala: “Dan orang kafir itu berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku menjadi tanah saja.” (QS. An-Naba: 40).
  4. Hisabnya Seorang Mukmin, Kafir dan Munafiq
    1. Sesungguhnya Allah mengadili hamba-Nya yang mukmin seorang diri pada hari Kiamat, tidak seorang pun yang melihatnya dan tidak seorang pun yang mendengarnya. Allah Ta’ala benar-benar menutupi aibnya sehingga tidak seorang pun yang mengetahuinya. Allah menunjukkan kesalahan-kesalahannya dan berkata kepadanya: “Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu mengakui dosa ini?” Maka dia menjawab, “Ya wahai Rabb-ku, aku mengetahuinya.” Tiap kali ditunjukkan dosa-dosanya, ia terus mengakuinya sampai-sampai ia merasa pasti binasa. Lalu Allah Ta’alaberfirman kepadanya: “Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia, dan sekarang Aku mengampuni dosa-dosamu.” Kemudian diberikan kepadanya catatan amal kebaikannya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, VIII/353 –Fat-h, dan Muslim, no. 2768)
    2. Kaum muslimin rahimakumullah,ini adalah karunia besar yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada seorang mukmin. Allah Ta’ala menutupi aib seorang mukmin dan tidak membongkarnya di depan umum. Alhamdulillah, Allah Ta’ala telah menutupi dosa-dosa kita yang begitu banyaknya. Oleh karena itu, kita harus banyak bertaubat kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya dari segala dosa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala menghapus dosa-dosa tersebut.
    3. Adapun orang-orang kafir dan munafiq, mereka akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk. Para saksi akan menyeru mereka di hadapan seluruh makhluk:“Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zholim.” (QS. Huud: 18)
  5. Apakah Bangsa Jin Juga Dihisab?
    1. Sesungguhnya jin juga akan dihisab karena mereka juga dibebani syari’at. Mereka akan dihisab dan diberikan balasan atas amal mereka. Oleh karena itu, jin yang kafir juga akan dimasukkan ke dalam Neraka. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman:
    2. “Masuklah kamu sekalian ke dalam Neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.” (QS. Al-A’raaf: 38)
    3. Demikian pula sebaliknya, bangsa jin yang beriman juga akan masuk ke dalam Surga dan merasakan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalamnya.

Catatan: Ada perbedaan pendapat di antara para ulama, apakah jin yang sholih juga masuk Surga.

YAUMUL MIZAN

  1. Mizan atau timbangan adalah alat untuk mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringan. Adapun mizan di akherat adalah sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat untuk menimbang amalan hamba-Nya. (Syarah Lum’atul I’tiqaad, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, hal. 120).
  2. Mizan di hari Kiamat adalah sesuatu yang hakiki dan benar-benar ada. Hanya Allah Ta’ala yang mengetahui seberapa besar ukurannya. Seandainya langit dan bumi diletakkan dalam daun timbangannya, niscaya mizan tersebut akan tetap lapang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada hari Kiamat, mizan akan ditegakkan. Andaikan ia digunakan untuk menimbang langit dan bumi, niscaya ia akan tetap lapang. Maka Malaikat pun berkata, “Wahai Rabb-ku, untuk siapa timbangan ini?” Allah berfirman: “Untuk siapa saja dari hamba-hamba-Ku.” Maka Malaikat berkata, “Maha suci Engkau, tidaklah kami dapat beribadah kepada-Mu dengan sebenar-benarnya.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim dan dinilai shohih oleh al-Albani dalam Silsilah As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 941).
  3. Kaum muslimin rahimakumullah, mizan ini sangat akurat dalam menimbang, tidak lebih dan tidak kurang sedikitpun. Allah Ta’alaberfirman: “Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47)
  4. Mizan ini memiliki dua daun timbangan sebagaimana diceritakan dalam hadits tentang kartu (bithoqoh) yang akan kami sampaikan haditsnya nanti. Lalu, apakah yang ditimbang di hari Kiamat kelak? Para ulama kita berbeda pendapat tentang apa yang ditimbang di hari Kiamat. Ada tiga pendapat dalam masalah ini.
  5. Pendapat Pertama, Yang Ditimbang Adalah Amal
    1. Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersada“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi berat dalam timbangan (pada hari Kiamat), dan dicintai oleh ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih): Subhaanallohi wa bihamdihi dan Subhanallohil ‘Azhim.”(Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6406, 6682, dan Muslim, 2694).
    2. Pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Hajar al-Ashqolani rahimahullah. Beliau berpendapat bahwa yang ditimbang adalah amal, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika ditimbang (di hari Kiamat) daripada akhlak yang mulia.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad, no. 270 dan dinilai shohih oleh al-Albani dalam Shahiih al-Adab al-Mufrad,  204)
  6. Kedua, Yang Ditimbang Adalah Orangnya
    1. Ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah orangnya. Berat atau ringannya timbangan tergantung pada keimanannya, bukan berdasarkan ukuran tubuh, berat badannya, atau banyaknya daging yang ada di tubuh mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.” Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Bacalah.. “Dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 105). (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4729 dan Muslim, no. 2785)
    2. ‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat betisnya kecil. Tatkala ia mengambil ranting pohon untuk siwak, tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang dan menyingkap pakaiannya, sehingga terlihatlah kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya pun tertawa. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang sedang kalian tertawakan?” Para sahabat menjawab, “Kedua betisnya yang kecil, wahai Nabiyullah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di mizan nanti lebih berat dari pada gunung uhud.”(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, I/420-421 dan ath-Thabrani dalam al-Kabiir, IX/75. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 3192).
  7. Pendapat Ketiga, Yang Ditimbang Adalah Lembaran Catatan Amal
    1. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda (yang artinya): “Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari Kiamat dimana ketika itu dibentangkan 99 gulungan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang, kemudian Allah berfirman: ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini? Apakah para (Malaikat) pencatat amal telah menganiayamu?,’ Dia menjawab: ‘Tidak wahai Rabbku,’ Allah bertanya: ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?,’ Dia menjawab: ‘Tidak Wahai Rabbku.’ Allah berfirman: “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun. Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu (bithoqoh) yang di dalamnya terdapat kalimat: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Lalu Allah berfirman: ‘Hadirkan timbanganmu.’ Dia berkata: ‘Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan (dosa) itu?,’ Allah berfirman: ‘Sungguh kamu tidak akan dianiaya.’ Kemudian diletakkanlah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (laa ilaaha illallah) lebih berat. Demikianlah tidak ada satu pun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat Nama Allah.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2639, Ibnu Majah, no. 4300, Al-Hakim, 1/6, 529, dan Ahmad, no. II/213. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam Silsilah Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 135)
    2. Pendapat terakhir inilah yang dipilih oleh al-Qurthubi. Beliau mengatakan, “Yang benar, mizan menimbang berat atau ringannya buku-buku yang berisikan catatan amal…” (At-Tadzkirah,  313)
  8. Kesimpulan
    1. Tiga pendapat di atas tidak saling bertentangan satu sama lain. Sebagian orang ada yang ditimbang amalnya, sebagian yang lain ditimbang buku catatannya, dan sebagian yang lain ditimbang dirinya.
    2. Syaikh Muhammad bin sholih al-‘Utsaimin rahimahullahmengatakan bahwa secara umum yang ditimbang adalah amal perbuatannya, karena kebanyakan dalil-dalil menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah amal perbuatan. Adapun timbangan buku catatan amal dan pelakunya, maka itu khusus untuk sebagian orang saja. (Syarah al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, hal. 390)
    3. Apa yang disampaikan oleh syaikh ‘Utsaimin inilah yang nampaknya lebih menentramkan hati. Wallahu Ta’ala a’lam. Semoga sedikit sajian yang kami sampaikan ini bisa menjadi pendorong bagi kita untuk beramal sholih. Dan sekecil apapun amalan yang kita lakukan, tidak akan disia-siakan walaupun sebesar semut kecil. Dan di hari Kiamat kelak, setiap manusia pasti akan melihat  setiap amal yang telah dia usahakan di dunia ini.
    4. Kita memohon kepada Allah Ta’ala, semoga Allah Ta’ala menutup umur kita dengan kebaikan dan keselamatan. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

SHIRATH /QANTHARAH (JEMBATAN),

Qantharah, suatu istilah yang mungkin masih asing di telinga kita. Padahal, setiap orang beriman tentu mendambakan diri untuk bisa sampai di qantharah. Bagaimana tidak, qantharah adalah suatu tempat antara surga dan neraka yang dilalui manusia setelah selamat melewati shirath, yaitu jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam. Oleh karena itu, dalam tulisan ini kami akan sedikit membahas tentang qantharah, sehingga siapa pun yang berharap masuk surga, bisa mengenal suatu tempat yang akan dilewatinya, yaitu qantharah.

  1. Hadits tentang “Qantharah” Setelah orang-orang beriman selamat melewati shirathmereka akan berhenti di suatu tempat bernama “qantharah”. Dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setelah orang-orang beriman diselamatkan dari neraka (selamat melewati shirath, pen.), mereka tertahan di qantharah yang ada di antara surga dan neraka. Maka ditegakkanlah qishash di antara mereka akibat kedzaliman yang terjadi di antara mereka selama berada di dunia. Setelah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diijinkan masuk surga. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh mereka lebih mengetahui tempat mereka di surga daripada tempatnya ketika berada di dunia.” [1]
  2. Apakah yang Dimaksud dengan “Qantharah” ?? Para ulama berbeda pendapat tentang “qantharah”. 
    1. Sebagian ulama berpendapat bahwa qantharah adalah bagian paling ujung dari shirath sebelum masuk ke surga.
    2. Pendapat ke dua menyatakan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri yang berbeda dengan shirath, dan letaknya di antara surga dan neraka. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata, ”Yang tampak bahwasannya qantharah adalah ujung dari shirath sebelum surga. Dan ada kemungkinan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri antara shirath dan surga.” [2]
    3. Di antara ke dua pendapat tersebut, pendapat yang lebih tepat adalah pendapat ke dua, yaitu bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri dan tidak termasuk bagian dari Hal ini karena orang yang selamat melewati shirath, berarti dia telah selamat melewati dan melintasi shirath secara keseluruhan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh dalil-dalil yang ada.
    4. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan dibentangkanlah shirath di antara dua punggung neraka jahannam. Maka aku dan umatku yang pertama kali melintasinya.” [3].
    5. Demikian pula kalau melihat hadits tentang qantharah di atas, maka dijelaskan bahwa orang-orang mukmin telah selamat melewati shirath (secara keseluruhan)[4]
  3. Qishash yang Terjadi ketika Manusia berada di “Qantharah”
    1. Di qantharah, terjadi qishash untuk menghilangkan rasa dendam, hasad dan rasa dengki di antara orang-orang yang beriman. Dan ketika telah bersih, mereka akan masuk ke dalam surga. Allah Ta’alaberfirman, “Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr [15]: 47] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,  ”Jika mereka telah melewati shirath, mereka berhenti di qantharah yang berada di antara surga dan neraka. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain. Ketika telah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diijinkan untuk masuk ke dalam surga.” [5]
    2. Qishash di qantharah berbeda dengan qishash yang terjadi di padang Mahsyar. Qishash yang terjadi di padang Mahsyar bersifat umum, terjadi antara orang beriman dan orang kafir, atau antara calon penduduk surga dengan calon penduduk neraka, atau antara sesama calon penduduk neraka. Qishash ini adalah dengan menyerahkan pahala kepada pihak yang didzalimi;dan jika pahalanya sudah habis, maka dosa pihak yang  Didzalimi akan diserahkan kepada pihak yang mendzalimi. Sedangkan qishash di qantharah hanya terjadi di antara orang beriman (setelah mereka selamat melewati shirath) untuk menyucikan hati mereka sebelum masuk ke dalam surga.
    3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Jika mereka sampai ke surga, pintu surga masih tertutup. Berbeda dengan penduduk neraka. Ketika mereka sampai di neraka, pintu neraka dibuka sehingga mereka langsung merasakan adzab. Adapun surga, maka pintunya masih tertutup. Mereka menunggu di qantharah, yaitu suatu jembatan yang kecil. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain, dengan qishash yang berbeda dengan qishash yang pertama terjadi di padang Mahsyar. Mereka diqishash untuk menghilangkan rasa dendam dan rasa dengki. Hal ini karena qishash yang terjadi di padang Mahsyar bertujuan untuk mengembalikan hak (yang didzalimi atau dirampas, pen.), dan terkadang masih tersisa rasa (dendam) di hati. Qishash yang ke dua ini adalah qishash untuk mensucikan dan membersihkan (apa yang ada di dalam hati), sehingga mereka pun masuk surga tanpa ada rasa dengki dalam hati mereka.” [6]. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah melanjutkan penjelasan beliau, “Dengan demikian, kita gabungkan dalil-dalil yang ada bahwa terdapat dua qishash. Qishash pertama terjadi di padang Mahsyar dan dimaksudkan untuk mengembalikan hak (pihak yang didzalimi, pen.). Qishash yang ke dua (di qantharah) ini dimaksudkan untuk membersihkan dan mensucikan (hati) dari rasa dendam. Jika ada yang bertanya, bukankah hilangnya dendam sudah terwujud dengan dikembalikannya hak? Kami katakan, tidak. Seandainya ada seseorang di dunia yang merampas hakmu, kemudian Engkau mengambil kembali hakmu dari orang tersebut, maka terkadang hilanglah apa yang ada dalam hatimu (misalnya rasa dendam atau dengki, pen.) dan terkadang tidak hilang. Maka ada kemungkinan bahwa belum hilang (rasa dendam tersebut, pen.). Akan tetapi, jika rasa dendam ini dibersihkan dan dihilangkan, maka mereka pun masuk surga dalam keadaan yang sempurna. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.’” [7]
  4. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
  5. [1]  Bukhari no. 6535.[2] Fathul Baari, 5/96. [3] HR. Bukhari no. 806. [4] Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut, hal. 250-251. [5] Majmu’ Fataawa, 3/147. [6] Syarh Al-‘Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah). [7] Syarh Al-‘Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah).

SYAFAAT

Syafaat adalah menjadi perantara bagi yang lain untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudarat. Contohnya, syafaat untuk mendatangkan kebaikan, syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi penduduk surga agar mereka memasukinya. Contoh syafaat agar terhindar atau selamat dari kejelekan adalah syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi mereka yang pantas dimasukkan neraka sehingga tidak masuk neraka. (al-Qaulul Mufid, 1/203)

 

  1. Siapakah yang Akan Memberikan Syafaat? Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa para malaikat, para nabi, dan orang-orang beriman akan memberikan syafaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,  “Malaikat memberikan syafaat, para nabi dan kaum mukminin memberi syafaat, tidak ada lagi kecuali Dzat Yang Paling Penyayang….” (Shahih Muslim, hadits no. 302). Seorang yang syahid, meninggal di medan jihad, memiliki kesempatan memberikan syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mati syahid mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah:
    • Mendapatkan ampunan sejak pertama kali meninggal dan melihat tempatnya di surga,
    • Dijaga dari azab kubur,
    • Diberi keamanan dari rasa takut yang besar,
    • Akan diletakkan di kepalanya mahkota kemuliaan dari yaqut (batu permata) yang nilainya lebih baik daripada dunia dan isinya
    • Akan dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari, dan
    • Akan diterima (permintaan) syafaatnya bagi tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR . Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib)
  2. Macam-Macam Syafaat. Ahlus Sunnah meyakini bahwa syafaat yang ada sangatlah banyak. Ada syafaat yang khusus dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada juga yang dilakukan oleh selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    • Asy-Syafaatul ‘Uzhma (syafaat teragung). Syafaat ini khusus dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syafaat ini disepakati keberadaannya. Ketika manusia merasakan dahsyatnya Padang Mahsyar, mereka mendatangi Nabi Adam ‘alaihissalam, Nabi Nuh ‘alaihissalam, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Nabi Musa ‘alaihissalam, dan Nabi Isa ‘alaihissalam. Namun, mereka semua tidak bersedia. Akhirnya manusia datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    • Syafaat bagi penduduk surga untuk masuk surga
    • Syafaat bagi penduduk surga untuk ditinggikan derajatnya di surga
    • Syafaat bagi ahli tauhid yang berada di neraka agar keluar darinya
    • Syafaat bagi satu kaum yang pantas masuk neraka agar tidak masuk neraka
    • Syafaat khusus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamuntuk Abu Thalib radhiallahu ‘anhu, hingga dia diringankan azabnya. (I’anatul Mustafid, 1/239—240)
  3. Siapakah yang Berhak Mendapatkan Syafaat? Ibnu Taimiyah rahimahullahmenerangkan bahwa syafaat hanyalah didapatkan oleh orang yang ikhlas dan dengan izin Allah ‘azza wa jalla. Syafaat tidak akan didapat oleh orang-orang yang menyekutukan Allah ‘azza wa jalla. Syafaat di akhirat hanya akan didapat dengan dua syarat:
    • Izin dari Allah ‘azza wa jallabagi syafi’ (orang yang memintakan syafaat)
    • Adanya ridha Allah ‘azza wa jallabagi orang yang dimintakan syafaat untuknya. Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Tidak ada yang memberikan syafaat disisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (al-Baqarah: 255) “Mereka tidak akan memberi syafaat kecuali bagi orang yang diridhai-Nya.”(al-Anbiya’: 28)
  4. Memperkuat Akidah untuk Meraih Syafaat, Syafaat semuanya milik Allah ‘azza wa jalla. Allah ‘azza wa jallaberfirman“Katakanlah semua syafaat hanyalah milik Allah.” (az-Zumar: 44). Hendaknya seorang mencari syafaat dengan jalan yang Allah ‘azza wa jalla Allah ‘azza wa jalla menerangkan, syafaat didapat seseorang jika Allah ‘azza wa jalla meridhainya dan memberi izin kepada yang syafi’ (yang memintakan syafaat untuknya). Allah ‘azza wa jalla berfirman “Betapa banyak malaikat di langit, tidaklah syafaat mereka bermanfaat kecuali setelah Allah memberi izin untuk orang yang Allah kehendaki dan Allah ridhai.” (an-Najm: 26) . Orang yang diridhai untuk diberi syafaat adalah muwahid (seorang yang bagus tauhidnya), sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayim rahimahullah. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita dan menguatkan tauhid kita. Itulah sebab kebahagiaan seseorang sehingga bisa meraih syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang paling bahagia dengan syafaat beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘la ilaha illallah’ secara ikhlas dari kalbunya.” (HR . al-Bukhari. 99). Adapun syafaat yang diharapkan oleh para penyembah kubur adalah syafaat yang batil. Tidak mungkin mereka mendapatkan syafaat dalam keadaan terus melakukan kesyirikan kepada Allah ‘azza wa jalla. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,“Semua nabi memiliki doa yang mustajab. Semua nabi menyegerakan doa mustajab mereka. Adapun aku menyimpannya untuk umatku sebagai syafaat bagi mereka, dan itu akan didapat oleh umatku yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan sesuatu pun.” (HR . Muslim no. 338
  5. Sebab-Sebab Mendapat Syafaat, Marilah kita bersemangat untuk melakukan sebab mendapatkan syafaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah menerangkan kepada kita amalan-amalan yang bisa menjadi sebab mendapatkan syafaat. Di antara yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan’
    • Perhatian dengan al-Qur’an, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah al-Qur’an, karena al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat bagi yang membaca dan mengamalkannya pada hari kiamat nanti.” (HR . Muslim)
    • Berdoa setelah mendengar azan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Barang siapa mendengar azan kemudian membaca, maka telah tetap syafaatku untuk dia di hari kiamat.” (HR . al-Bukhari 614)
    • Tinggal di Madinah dengan sabar hingga meninggal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah seorang bersabar dari kesulitan dan kelaparan di Madinah sampai meninggal, kecuali aku akan menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat, jika dia seorang muslim.” (HR . Muslim  3405)
    • Dishalati oleh ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan sesuatupun, niscaya Allah ‘azza wa jalla menerima syafaat mereka pada orang tersebut.” (HR . Muslim 2242)

Semoga Allah ‘azza wa jalla memberi kemudahan kepada kita untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti.

SYURGA & NERAKA

Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”(QS. Ali Imran : 131).[1] Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”[2].

SYURGA

  1. Surga dan Kenikmatannya, Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Berikut ini akan kami pilihkan beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga secara ringkas. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menggapai surgaNya.
  2. Penamaan Surga, Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata al jannahuntuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus Salam (Negeri Keselamatan;lihat QS. Yunus : 25), Darul Khuld (Negeri yang Kekal;lihat QS. Qaaf : 34), Jannatun Na’im (Surga yang Penuh Kenikmatan;QS. Luqman: 8), Al Firdaus (QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.[6]
  3. Pintu-Pintu Surga, Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhudari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam“Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”[7]. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.[8],
  4. Tingkatan Surga, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallambersabda, “Sesungguhnya surga terdiri atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya”[9]Tingkatan surga yang paling tinggi ialah Firdaus. Nabi memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepadaNya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, di atasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga”[10]
  5. Bangunan-Bangunan dalam Surga, “Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi”(QS. Az-Zumar : 20). Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin di dalam surga disediakan kemah yang terbuat dari mutiara yang besar dan berlubang, panjangnya 60 mil, di dalamnya tinggal keluarganya, di sekelilingnya tinggal pula orang mukmin lainnya namun mereka tidak saling melihat satu sama lain.”[11],
  6. Makanan Penghuni Surga, “Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”(QS. Al Waqi’ah : 20-21). Adapun buah-buahan surga adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala (yang artinya), “Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa” (QS. Al Baqarah : 25). Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan keserupaan dalam ayat diatas dengan, “Ada yang berpendapat serupa dalam hal jenis, namun berbeda dalam penamaan, ada pula yang berpendapat saling menyerupai satu sama lain, dalam kebaikannya, kelezatannya, kesenangannya, dan semua pendapat tersebut benar.”[12],
  7. Minuman Penghuni Surga, “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya”(QS. Al Insan : 5-6). Ibnu Asyur menjelaskan mengenai kafur “Yaitu minyak yang keluar dari tanaman mirip oleander yang tumbuh di negeri Cina, ketika usianya telah mencapai satu tahun mengalir dari dahannya minyak yang disebut kafur. Minyak tersebut kental, dan apabila bercampur dengan air jadilah ia minuman memabukkan”[13]. Oleh karena itu, “ka’san” dalam ayat ini maksudnya ialah piala yang biasa menjadi wadah khamr, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Kata “ka’san” ini juga dipakai dalam ayat, “Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS. Al Insan : 17) dan maksudnya ialah minuman arak yang telah bercampur jahe, karena bangsa Arab dahulu biasa mencampur arak dengan jahe untuk menghilangkan bau busuk yang timbul darinya.

Neraka

  1. Untuk Siapa Neraka DiCiptakan, Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”(QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)
  2. Penamaan Neraka, An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’alabagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)
  3. Pintu-Pintu Neraka, “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”(QS. Al Hijr : 44). Pintu yang dimaksud ialah bertingkat ke bawah, hingga ke bawahnya lagi, disediakan sesuai dengan amal keburukan yang telah dikerjakan, sebagaimana ditafsirkan oleh Syaikh As Sa’diy.
  4. Kedalaman Neraka, Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, “Kami bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi’. [14],
  5. Bahan Bakar Neraka“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”(QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)
  6. Panas Api Neraka, Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhubeliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam bersabda, ‘Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’”.
  7. Makanan Penghuni Neraka, Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al Ghasiyah : 6-7). Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, “Itu adalah pohon dari neraka”. Said bin Jubair berkata, “Itu adalah Az Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.
  8. Minuman Penghuni Neraka, Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya” (QS. Ibrahim : 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tidak mampu menelannya. “Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya” (QS. Muhammad : 47). Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’alaberfirman (yang artinya), “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (QS. Al Hajj : 20).[15]

Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati

Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).[16] Semoga tulisan ini dapat menambah rasa takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memotivasi kita untuk meningkatkan amal shalih, dan menjauhi larangan-laranganNya.

[1] A’lamus Sunnah Al Mansyurah (hal. 134-135)Syaikh Hafidz bin Ahmad Al Hakami rahimahullah. Tahqiq : Dr. Ahmad bin Ali ‘Alusyi Madkhali. Cetakan Maktabah Ar Rusyd. [2] Bagaimana Cara Beragama yang Benar? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais. Terjemah : Muhammad Abduh Tuasikal, ST. Pustaka Muslim. [3] HR. Bukhari [3244] dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu anhu.[4] HR. Bukhari [3250]. [5] Al-Yaumul Akhir : Al Jannatu wa An-Naar (hal. 117-118). Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar. Cetakan Daar An-Nafais. [6] Al Jannatu wa An Naar, Abdurrahman bin Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani rahimahullahu ta’ala, dengan tahqiq : Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani hafizhahullah.[7] HR. Bukhari [6/328] dan Muslim [8/32]. [8] HR. Muslim [2967], [9] HR. Bukhari [6/11] dan Muslim [13/28], [10] Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Takhrij Kitabus Sunnah [581], [11] HR. Bukhari [6/318], Muslim [17/175], dan Tirmidzi [6/10],[12] Taisir Karim Ar Rahman fii Kalam Al Mannan, Syaikh As Sa’di, Muassassah Ar Risalah. Asy Syamilah., [13] At Tahrir wa At Tanwir, Ibnu Asyur, Mawqi’ At Tafasir. Asy Syamilah. [14] HR. Muslim 2844, [15] Disarikan dari Tadzkiyah Al Abrar bi Al Jannati wa An Naar. Dr. Ahmad Farid. Maktabah Al Mishkat Al Islamiyah. [16] “1000 Hikmah Ulama Salaf”. Shalih bin Abdul Aziz Al Muhaimid, diterjemahkan oleh Najib Junaidi, Lc. Pustaka Elba hal. 316-317

Referensi;

  1. https://almanhaj.or.id
  2. https://muslim.or.id
  3. https://asysyariah.com
Iklan

0076. 32 KEJADIAN KEJADIAN “DAHSYAT” & “MENGERIKAN” PADA HARI KIAMAT “MENURUT AL-QURAN” (1. Matahari & Langit digulung, 2. Bintang2 berjatuhan, 3. Gunung2 dihancurkan sehancur hancurnya menjadi debu yang beterbangan, 4. Sengkala ditiup sekali tiup (tiupan pertama) dan diangkatlah bumi dan gunung2 lalu dibenturkan keduanya sekali bentur terjadilah hari kiamat, matilah siapa yang dilangit dan dibumi kecuali yang dikehendaki Alloh, 5. Terbelahlah langit, Langit menjadi lemah, Langit dilenyapkan , 6. Ketika ditiup sengkala maka terkejutlah segala yang dilangit dan dibumi, kecuali siapa yang dikehendaki Alloh dan semua mereka datang menghadapnya dengan merendahkan diri, tiupan ini adalah tiupan sengkala yang kedua yang sesudahnya bangkitlah orang2 dalam kubur, 7. Kedatangan-nya kepada mereka dengan tiba tiba, 8. Tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, 9. Tidak ada pula mereka saling bertanya (Manusia tidak dapat tolong menolong walaupun dalam kalangan sekeluarga), 10. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadianya, 11. Merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), 12. Tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya, pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka, catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, hari dinampakkan kesalahan-kesalahan., diberilah buku/kitab (perhitungan perbuatan amal masing masing) dan didatangkanlah para Nabi dan saksi saksi dan diberi keputusan diantara mereka dengan adil sedang mereka tidak dirugikan, adapun orang2 yang diberikan kitabnya dari sebelah kanan-nya maka akan bahagia (mendapat surga, buah buahan-nya dekat, maka dikatakan kepada mereka makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari hari yang telah lalu), dan orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kiri-nya akan celaka (mendapat neraka, mereka berkata “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku ini, dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu, hartaku sekali kali tidak memberi manfaat kepadaku, Maka Alloh berfirman “peganglah dia lalu belenggulah tangan-nya ke leher-nya, kemudian masukan dia ke dalam api neraka yang menyala nyala, kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta, sesungguhnya dia dahulu “Tidak Beriman” kepada Alloh yang maha besar, dan juga tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin, maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini disini), 13.Bumi digoncangkan berturut turut dan datanglah Tuhanmu, sedang malaikat berbaris baris, dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya, dia mengatakan “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini”, maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya, 14. Kegocangan hari kiamat adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat), lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, manusia dalam keadaan mabuk, azab Alloh sangat kerasnya, bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, 15. Unta unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), 16. Binatang-binatang liar dikumpulkan, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi, yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat ayat kami, 17. Lautan dijadikan meluap, 18. Ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), 19. Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, 20. Neraka Jahim dinyalakan, 21. Surga didekatkan, 22. Manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, 23. Mata manusia terbelalak (Ketakutan), 24. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit., kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba, dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat), maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka), 25. Bulan telah Hilang Cahayanya,26. Matahari dan Bulan dikumpulkan, 27. Timbangan Amal / Mizan / Hisab akan dilakukan, 28. Seluruh Manusia di kumpulkan di padang maksyar dan kamu menjadi tiga golongan, yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan, dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kiri, 29. Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka, 30. Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka), 31. Terjadilah hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk., 32. Dikala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia, Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

28 September 2019,

Assalamualaikum Wr Wb, ” Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, mubarakan alaihi kama yuhhibu robbuna wa yardo”

KEJADIAN TERJADINYA HARI KIAMAT KUBRO “MENURUT AL QURAN”

  1. Matahari digulung (QS Takwiir-1),… pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya[1316] (QS Az Zumar-67)
  2. Bintang-bintang berjatuhan (QS Takwiir-2)
  3. Gunung-gunung dihancurkan, seperti bulu yang dihambur-hamburkan(QS Takwiir-3, QS Al Qaari’ah-5,) Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya (QS Thaahaa-105). dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, 6. maka jadilah ia debu yang beterbangan (QS Al Waaqi’ah-5,6)
  4. Sangkakala ditiup sekali tiup dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur, Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka (QS Al Haaqqah-13,14.15,16,17). Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri (QS An Naml-87). Dan ditiuplah sangkalala[1270], maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.  [1270]. Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur (QS Yaasiin-51). Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang[1300].  (1300]. Satu teriakan itu ialah untuk tanda hari Kiamat dan teriakan ini amat keras dan cepat (QS Shaad-15),  Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang (QS Muhammad-18). Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu[1023], dan tidak ada pula mereka saling bertanya. [1023]. Maksudnya: pada hari kiamat itu, manusia tidak dapat tolong menolong walaupun dalam kalangan sekeluarga. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya[1024], maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. [1024]. Maksudnya: orang-orang mukmin yang beramal saleh. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya[1025], maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. (1025].Maksudnya: orang-orang kafir, karena kepercayaan dan amal mereka tidak dihargai oleh Allah di hari kiamat itu.(QS Al Mu’ Minuun-101,102,103). Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).(QS Az Zumar-68)
  5. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (QS Al Waaqi’ah-3)
  6. Merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain) (QS Al Waaqi’ah-3)
  7. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai dalam surga yang tinggi,buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta, Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. (QS Al Haaqqah-19, 20, 21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32,33,34,35), Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini).” [1508]. Maksudnya: catatan amalan perbuatannya (QS Al Haaqqah-19). Dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS Az Zumar-69)
  8. Bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris- Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya, Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577]. [1577]. Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya (QS Al Fajr-21,22,23,24,25,26). Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).  (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (QS Al Hajj-1,2). Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya (QS Al Waaqi’ah-4)
  9. Unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) (QS Takwiir-4
  10. Binatang-binatang liar dikumpulkan, (QS Takwiir-5), Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami[1108]. [1108]. Yang dimaksud dengan perkataan di sini ialah ketentuan datangnya masa kehancuran alam. Salah satu dari tanda-tanda kehancuran alam ialah keluarnya sejenis binatang melata yang disebut dalam ayat ini (QS An Naml-82)
  11. Lautan dijadikan meluap(QS Takwiir-6
  12. Ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) (QS Takwiir-7
  13. Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, (QS Takwiir-8,9
  14. Catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, (QS Takwiir-10), . (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar (QS At Taghaabun-9). Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka (QS Al Israa’-13)
  15. Langit dilenyapkan, (QS Takwiir-11
  16. Neraka Jahim dinyalakan, (QS Takwiir-12
  17. Syurga didekatkan(QS Takwiir-13
  18. Tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya(QS Takwiir-14), Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya (QS An Naaziat-79)
  19. Manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran (QS Al Qaari’ah-4,
  20. Mata manusia terbelalak (Ketakutan) (QS Al Qiyamah-7) Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit (QS Al Qomar-46). Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.”(QS Al A’raaf-187) Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka) QS Saba’-51)
  21. Bulan telah Hilang Cahayanya (QS Al Qiyaamah-8)
  22. Matahari dan Bulan dikumpulkan (QS Al Qiyaamah-9
  23. Timbangan Amal / Mizan / Hisab akan dilakukan (QS Al Ambiyaa’-47,
  24. Seluruh Manusia di kumpulkan di padang maksyar (QS Ahqaaf-6, QS Al Haaqqah-18), Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan[1448]. Alangkah mulianya golongan kanan itu. [1448]. ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan. Dan golongan kiri[1449]. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. [1449]. ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kiri (QS Al Waaqi’ah-7,8,9). Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka (QS Al Kahfi-47). Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka) (QS Ar Ruum-14,15,16). Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil[1321]. [1321]. Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk (QS Al Mu’min-32). Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia (QS Huud-105).  Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS Az Zumar 71,72,73,74,75)
  25. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada bermanfaat bagimu dan akan dipisahkan (QS Al Mumtahanah-3). Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS Ad Dukhaan-41,42). Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at[46] dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. [46]. Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir (QS Al Baqoroh-48). Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS Al Mu’min-17). Datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan[790]. [790]. Maksudnya: pada hari kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan pertolongan sahabat (QS Ibrahim-31)
  26. Nabi Isa akan menjadi Saksi terhadap Yahudi dan Nasrani mengenai kenabianya, bukan untuk disembah (QS An Nisaa’-159,
  27. Pada hari mereka melihat malaikat dihari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa mereka berkata: “Hijraan mahjuuraa. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan (QS Al Furqon-22,23)
  28. Langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang (QS Al Furqon-25), Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka (QS Al Haaqqah-16,17)
  29. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir, (QS Al Furqon-26
  30. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia (QS Al Furqon-27, 28, 29)
  31. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina (QS Al Furqon-68,69)
  32. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS Al Imron-77
  33. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu, (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu (QS An Nahl-24,25)
  34. ….Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya (QS Ali Imron-161)
  35. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat (QS Ali Imran-180)
  36. ….Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung (QS Ali Imron-185). Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan(QS Az Zumar-71)
  37. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaaha-124)
  38. Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya (QS Al Israa’-97)
  39. Barangsiapa berpaling dari pada Al qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat (QS Thaaha-100)
  40. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus[705] dan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu (QS Yunus-93, As Sajdah-25, An Nahl-92)
  41. Kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi (QS Huud-97,98), Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” [1324]. Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit (QS Al Mu’min-20,46)
  42. Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja).” Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran)[1177]. [1177]. Maksudnya: sebagaimana mereka berdusta dalam perkataan mereka ini, seperti itu pulalah mereka selalu berdusta di dunia (QS Ar Ruum-55)
  43. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS Al Baqoroh-212)
  44. Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela’nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali- kali tak ada bagimu para penolongpun (QS Al Ankabuut-25), Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah); “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?.” (QS Al Furqon-17). Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?” Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu:[821] “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”, [821]. Yang dimaksud dengan orang-orang yang diberi ilmu ialah: para malaikat, nabi-nabi dan orang-orang mukmin.(QS An Nahl-27) Kesaksian kaum musyrikin terhadap dirinya sendiri dan keadaan mereka di hari kiamat Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya[464] kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: “Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?.” (QS Al An’aam-22) . Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu. Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?(QS Az Zumar-31,60)
  45. Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka[1203] dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. [1203]. Pada hari kiamat Allah akan menanyakan kepada rasul-rasul sampai di mana usaha mereka menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada umatnya dan sampai di mana umatnya melaksanakan ajaran Allah itu (QS Al Ahzab-8), (Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?.” Para rasul menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib (QS Al Maidah-109), Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta ma’af (QS An Nahl-84)
  46. Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu[1332] bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. [1332]. Mereka itu berbuat dosa dengan terang-terangan karena mereka menyangka bahwa Allah tidak mengetahui perbuatan mereka dan mereka tidak mengetahui bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit mereka akan menjadi saksi di akhirat kelak atas perbuatan mere (QS Fushilat-19,20,21,22)
  47. Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya (QS AL Mu’min-18).
  48. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS Al A’raaf-51)
  49. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. [896]. Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.(QS Al Kahfi-105), Katakanlah: “Pada hari kemenangan[1196] itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh.” [1196]. Hari Kemenangan ialah Hari Kiamat, atau kemenangan dalam Perang Badar, atau penaklukan kota Makkah (QS As Sajdah-29)

 

0075. 13 (TIGA BELAS) PARA PEMBENCI ISLAM YANG MEJADI MUALAF DAN PEMBELA ISLAM (Daniel Streich, Van Klaveren, Arnoud Van Doorn, Yusuf Estes, Terry Holdbrooks Jr, Ibrahim Killington, Pierre Vogel, Sariya Chervallil, Arthur Wagner, Hanny Kristianto, Damianna Pearson, Ita Meigavitri, Richard McKinney)

20 September 2019

  1. Daniel Streich

Perihal masuk Islamnya Streich tersebut pertama kali diturunkan oleh surat kabar Swiss berbahasa Jerman, 20 Minuten, edisi 23 November 2009. Anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) dulunya pembenci Islam yang tenar. Daniel Streich sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya selama kurun 1990-an. SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjiddi seantero Negeri Cokelat ini. Keyakinan barunya ini, menurut Streich, telah dianutnya sejak dua tahun lalu. Selama dua tahun itu, Streich merahasiakan identitas agamanya kepada SVP. Dan meskipun menjadi anggota SVP, ia tidak ikut mengusulkan larangan pendirian menara masjid di Swiss. Namun, diakui instruktur militer ini, ketika sentimen anti-Islam semakin gencar di Swiss, ia tidak bisa menahannya lagi. Akhirnya, Streich pun memilih untuk mengundurkan diri dari partai pada tanggal 10 November 2009 dan mengumumkan secara terbuka tentang keislamannya. Setelah tidak lagi bergabung dengan SVP, kini Streich ikut serta membangun Partai Demokrat Konservatif di wilayah Freiburg. (https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi- mualaf.html. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/09/07/m9z4sb-daniel-streich-penentang-islam-yang-mendapat-hidayah-2

  1. Van Klaveren

Dulu Politisi Anti-Islam Belanda Kini Masuk Islam. Joram Van Klaveren, 39, seorang mantan politisi Belanda yang sebelumnya dikenal anti-Islam kini masuk Islam atau mualaf. Dia memutuskan menjadi mualaf saat menulis buku tentang agama tersebut. Van Klaveren mengumumkan konversi keyakinannya pada hari Senin (4/2/2019). Dia menjadi mualaf sejak Oktober 2018 lalu. Van Klaveren menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Kebebasan (PVV)—partai sayap kanan—dari 2010 hingga 2014. Ketika menjadi politisi PPV, dia dikenal sebagai seorang kritikus yang keras terhadap Islam. Menurut surat kabar NRC, dia pernah mengatakan “Islam adalah dusta” dan “Alquran adalah racun”. Dia mengundurkan diri dari PVV setelah pemimpin PVV Geert Wilders membuat pernyataan rasialis tentang orang Maroko. Dia kemudian mendirikan partai sendiri, tetapi gagal meraih kursi dalam pemilihan umum (pemilu) nasional 2017. Dia bahkan memilih keluar dari dunia politik. Van Klaveren mengatakan saat menulis buku dia menemukan banyak hal. “Yang membuat pandangan saya tentang Islam goyah,” katanya kepada Dutch Radio. https://international.sindonews.com/read/1376302/41/van-klaveren-dulu-politisi-anti-islam-belanda-kini-masuk-islam-1549377108

  1. Arnoud Van Doorn

Produser ‘Fitna’, sebuah film yang menghina Nabi Muhammad diluncurkan pada 2008. Secara mengejutkan, pegiat anti-Islam asal Belanda itu kemudian menjadi mualaf awal 2013. Berita Doorn menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media Barat kala itu. Sebelum jadi mualaf, Doorn adalah bekas wakil ketua Partai Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam. Ia juga berniat membuat film internasional untuk mengkampanyekan Islam sebagai agama kasih. “Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film “Fitna”, “kata dia. Di masa lalu, Arnoud di antara para petinggi Partai untuk Kebebasan PVV yang memproduksi film “Fitna”. Bulan lalu ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang kerap ia hina, juga Rasulullah yang Sebelumnya ia lecehkan. Arnoud mengaku, kemarahan umat muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, “memaksanya” untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Yusuf Estes

Yusuf Estes adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat yang dulunya termasuk dalam orang-orang yang mengidap islamophobia. Estes lahir dari keluarga Kristen yang taat di Midwest, Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS. Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. Tapi tak sekalipun dia peduli pada ajaran Islam. Estes sempat meyakini muslim adalah penyembah kubus di tengah padang pasir yang senang kekerasan. Betapa terkejutnya Estes, ketika mereka berbincang, ternyata pria muslim itu mengaku percaya pada kebenaran Injil serta menghormati Yesus, atau dalam Islam, disebut Nabi Isa. Mereka terlibat percakapan intim, kemudian akhirnya membawa Estes mengunjungi masjid. Akhirnya dia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Estes kemudian mendalami agama di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Terry Holdbrooks Jr

anggota polisi militer AS Terry Holdbrooks Jr, yang pernah menjadi penjaga penjara Guantanamo. Di penjara inilah militer AS menahan tokoh Al Qaidah dan Taliban yang dianggap paling berbahaya. Holdbrooks bertugas di tempat paling mengerikan di muka bumi ini sepanjang kurun 2002 hingga 2003. Mantan Sipir Penjara Guantanamo Masuk Islam. “Ketika saya harus mengetahui para tahanan, saya pun harus mempelajari kisah-kisah mereka selama shift malam. Dan, saya datang untuk melihat tahanan itu sebagai individu,” ujarnya. Ia melanjutkan, banyak dari para tahanan banyak berbicara tentang hal yang sama saya lakukan, seperti etika, filsafat, sejarah dan agama. Setiap malam mendengar pelajaran ke pelajaran lain, dari kisah ke kisah lainnya, membuat Holdbrooks merenungkan semuanya. Terutama berbagai informasi negatif yang ia dapat dari para instrukturnya militer tentang Islam. Setiap kali memahami, perlahan pandangannya tentang Islam pun mulai berubah. Bahkan, pada akhirnya ia memahami apa yang disebut teroris, selama ia mempelajarai tentang Islam. Menurutnya, para tahanan yang disebut teroris itu, jauh berbeda dengan apa yang ia bayangkan selama ini. “Mereka membaca Al-Quran dan tetap melaksanakan shalat lima waktu, meskipun berada di bawah tekanan.” jelas Holdbrooks. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Ibrahim Killington

Tragedi serangan teroris 11 September 2001 telah memberikan andil besar atas tumbuhnya Islamophobia di dunia Barat, utamanya Amerika Serikat. Namun, peristiwa itu juga memberikan hidayah bagi sebagian besar orang betapa agungnya Islam lalu memeluknya. Saat tragedi itu berlangsung, dia menganggap Muslim sebagai penjahat kemanusiaan dan berniat untuk memerangi Islam. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.htm

  1. Pierre Vogel

Lahir 20 Juli 1978, Frechen- German, Mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan. Penganut Kristiani yang dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam. menikahi Muslimah asal Maroko. Ribuan warga Jerman telah masuk Islam di bawah bimbingannya. https://www.hidayatullah.com/feature/cermin/read/2014/12/26/35789/dulu-pembenci-islam-kini-ribuan-warga-jerman-syahadat-atas-bimbingannya.html

  1. Sariya Chervallil

Terlahir dari keluarga Katolik Ortodoks, Sariya lahir di lingkungan yang sangat religius. Pemilik nama lengkap Sariya Chervallil ini lahir pada 1979. Keluarga Sariya adalah keluarga yang cukup aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan dan urusan gereja. Sejumlah anggota keluarga lainnya bahkan ada yang mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Sariya sangat bangga mempunyai keluarga yang religius. “Aku benci Islam karena menghancurkan keluargaku, Ibu dan bapak-ku berpisah karena ibuku masuk islam. Padahal keluarga kami adalah pendiri gereja di kerala (india). Ia bersumpah kepada dirinya sendiri dan berdoa kepada Tuhan, ia bisa menjadi apa pun kecuali seorang Muslim. Akhirnya, Sariya memberanikan diri bertanya kepada ibunya. Namun, jawaban sang ibu sangat sederhana, “Bacalah Alkitab dari satu halaman ke halaman lainnya.” Inilah awal Sariya memulai perjalanannya. Usianya masih sangat muda, namun ia dapat mengerti apa yang ia baca. “Aku menemukan begitu banyak inkonsistensi dan kesalahan dalam Alkitab,” katanya. Akhirnya  2tahun mempelajari Alquran dan menjadi mualaf. https://khazanah.republika.co.id/berita/pu4pj0313/sariya-chervallil-islam-menerimaku-dengan-tangan-terbuka-part4

  1. Arthur Wagner

Setelah Merahasiakan 3 Tahun, Politisi Jerman Pembenci Islam Akhirnya Mengakui Dirinya Mualaf. Politisi Jerman Pembenci Islam Jadi Muallaf Setelah Gereja Kawinkan Guy. Keputusannya masuk Islam menjadi isu utama di media-media besar seluruh dunia. Sebuah kejutan besar ditunjukkan seorang politisi Jerman dari Partai Alternative for Germany (AfD) Arthur Wagner. Sikap politiknya yang selalu menyudutkan Islam justru berbalik 360 derajat dengan keputusannya menjadi muallaf. Dalam penjelasannya di depan publik, Wagner mengatakan, ia memilih masuk Islam karena tidak setuju dan tidak suka terhadap keputusan gereja yang menerima pernikahan gay.“Saya sudah tak mengerti lagi, bagaimana gereja telah berubah. Mereka menyetujui perkawinan sejenis (kaum gay). Itulah, alasannya saya mengubah keyakinan,” kata Wagner kepada surat kabar Bild, belum lama ini. Bersamaan dengan pindah agama, Arthur pun mengubah namanya menjadi Ahmad. Pria berusia 48 tahun ini sebelumnya peganut agama Protestan yang fanatik dan merupakan anggota gereja setempat. Baykan Arthur juga mengaku tidak senang terhadap perilaku pendeta Protestan yang ikut-ikutan parade gay di Berlin. “Ini tidak benar. Para pendeta ikut bersama anak-anak di sana (parade gay),” tandasnya Arthur merupakan aggota AfD, partai nasionalis pertama yang memenangkan kursi di parlemen Jerman tahun lalu. Selama ini, AfD dikenal sebagai partai anti-Islam. Bahkan selalu melakukan kampanye berisi iebecian terhadap Islam secara terbuka.Tak tanggung-tanggung, slogan yang diusungnya adalah “Islam tidak memiliki tempat di Jerman.” http://kabarjitu.com/2018/02/politisi-jerman-pembenci-islam-jadi-muallaf-setelah-gereja-kawinkan-guy/

  1. Hanny Kristianto

Kisah Hidayah Mantan Pembenci Islam setelah 3 Tahun Lakukan Pencarian. Laki-laki ini merasa kesal dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 102, “Jangan mati, kecuali dalam keadaan Muslim.” Baginya kala itu, agama yang paling benar bukanlah Islam, tapi Kristen Kerohanian yang ia ikuti. Proses panjang itulah yang akhirnya mengantarkan Hanny pada cahaya Islam. Dia mengikrarkan dua kalimat syahadat di Mojokerto pada 28 Februari 2013. Setelah itu, dan akhirnya bisa menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah, dia merasakan hidup tanpa beban, penuh ketenangan, kebahagiaan hati, jiwa, dan pikiran. http://kisahikmah.com/hanny-kristianto-mencari-islam-selama-3-tahun/

  1. Damianna Pearson

Damianna Pearson, Pembenci Islam yang Bersyahadat. Perempuan kelahiran Amerika Serikat ini memulai kebenciannya terhadap Islam setelah kejadian 9/11 di AS. Peristiwa tersebut membuatnya sangat ketakutan meski ia belum pernah mendengar tentang Islam bahkan Muslim. Peristiwa 9/11 membawa dirinya dan anak-anaknya yang berumur 3 dan 6 tahun menjadi umat Kristen. Setelah itu, ia mendukung terjadinya perang di Irak dan segala kekerasan yang terjadi. Pearson bahkan mengajak anak-anaknya untuk menyaksikan bersama pemboman yang terjadi di Afganistan, dan mengatakan itu merupakan hal yang tepat untuk dilakukan, meski faktanya ia mengaku bahwa saat itu Pearson tidak mengetahui di mana itu letaknya Timur Tengah. “Aku tak tahu apa-apa tentang Irak, Iran, Afghanistan, Palestina, sama sekali. Tapi, saya menghabiskan tahun-tahun menyebarkan kebencian, dan kebohongan mengerikan tentang orang, tempat, dan agama, saya tidak tahu apa-apa tentang  itu. Dan  Saya senang melihat mereka sedang dibom,” ujarnya dilansir dari OnIslam, Kamis (20/8). Untuk menambah kadar kebenciannya terhadap Islam, ia mencoba mencari ayat-ayat kebencian dalam Alquran, tapi justru Pearson tidak menemukan itu semua. Alquran malah membuat hati dan hidupnya berubah. Dalam Alquran, ia menyadari bahwa tidak ada ajaran yang menebarkan kebencian seperti yang ia lakukan kepada umat Muslim. Alquran membuat pikirannya terbuka dalam melihat orang-orang di sekitarnya. Setelah kejadian itu, Pearson mulai mencari tahu seputar kejadian yang terjadi dari peristiwa di pelbagai tempat, termasuk kebenaran yang terjadi di Timur Tengah.  Saat mempelajari semua itu, ia tersadar bahwa penuh berita yang dimanipulatif sehingga menyebarkan kebencian. “Saya menangis begitu banyak air mata, Saya hampir dehidrasi. Semua nyawa tak berdosa hilang karena saya berbohong. Itu adalah hal yang paling sulit yang pernah saya harus hadapi. Untuk melihat diri saya di cermin saja sulit,” katanya. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/15/08/20/ntctjk313-damianna-pearson-pembenci-islam-yang-bersyahadat

  1. Ita Meigavitri

Wanita Cantik Pembenci Islam Ini Bersyahadat Gara-gara Berambisi Mencari Kesalahan dalam Alquran. Perempuan berdarah Tionghoa yang akrab disapa Ita ini mengaku benci luar biasa dengan orang Islam. “Saya benci sekali. Yang terdoktrin dalam otak saya, Islam itu agama yang senang ribut dan ribet,” kata dia. Singkatnya, ia menemukan 17 alasan masuk Islam. Menurut dia, Yesus pun mengajarkan dua kalimat syahadat. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Tuhan dan menyuruh manusia menyembah hanya kepada Allah. Sama seperti Alquran, Alkitab mengajarkan khitan, berwudhu, mandi junub, berjilbab, salat menghadap ke kiblat, hukum qisas, dan larangan membungakan uang. “Bukan Alkitab yang salah, tapi penerapannya yang tidak pas,” kata Ita. Tepat 20 Desember 2008, Ita berikrar syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tanggal 20 sengaja dia pilih karena takut diajak Natalan ke gereja. Dari Yogyakarta, Ita pergi dengan alasan bertemu klien di Ibu Kota. “Ketika saya mengucap dua kalimat syahadat, saya merasa ada sesuatu yang sejuk sekali masuk ke lubuk hati saya.” Dia tersungkur. Ita yang mulanya sesumbar tidak akan menangis, nyatanya tak kuat menahan deraian air mata. https://www.goriau.com/serbaserbi/ita-meigavitri-wanita-cantik-pembenci-islam-ini-bersyahadat-garagara-berambisi-mencari-kesalahan-dalam-alquran.html

  1. Richard McKinney

Mantan sersan laut Amerika Serikat (AS) Richard McKinney resmi masuk Islam. Padahal sebelumnya, dia mengaku sangat benci terhadap kaum Muslimin. Dirinya bahkan menganggap orang Islam sebagai musuhnya. Kebencian McKinney yang amat kuat, membuatnya berharap semua Muslim mati. Setelah masa tugasnya selesai, McKinney kembali ke AS. Dirinya menjadi pemabuk dan kebenciannya pada Muslim semakin meningkat. “Saya tidak berpikir dapat membenci umat Islam lebih jauh. Maksudnya, saya benar-benar memiliki kebencian sejati. Saya pikir dengan meledakkan masjid, akan melakukan hal baik untuk negara saya,” jelas McKinney. Dia mengaku sempat berencana membuat bom sendiri lalu menanamnya di Islamic Center setempat. Dirinya ingin bom tersebut bisa membunuh setidaknya 200 Muslim. Meski tahu nantinya akan dihukum mati bila melakukan aksi itu, namun pria ini tidak peduli. Pria yang selama di militer mengalami desensitisasi dalam membunuh itu kemudian datang ke Islamic Center setempat. Tidak berniat melakukan pemboman, dia justru mengajukan pertanyaan ke para Muslim di sana. Selanjutnya, McKinney diberi terjamahan Alquran dalam bahasa Inggris. Setelah membacanya, dia diperbolehkan untuk bertanya lagi. “Sejak hari pertama saya berjalan ke pintu itu, tidak ada sedikit pun yang menyakiti saya. Mereka memperlakukan saya dengan cinta bahkan sebelum saya menjadi Muslim. Mereka sangat terbuka, ramah, dan menganggap saya seperti saudara,” tuturnya. McKinney kemudian mulai menghabiskan waktu berjam-jam di Masjid. Setelah delapan pekan, dia memutuskan bersyahadat dan masuk Islam. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/ppnhia320/mckinney-eks-tentara-as-saya-benci-islam-tapi-kini-muslim

Cisitu Lama Bandung 00.35

0074. “ 10 (Sepuluh) ORANG YANG RUGI DALAM ALQURAN ” 1. Orang yang mencari agama selain agama islam, 2. Orang orang musyrik yang telah berkali-kali diajak kepada Tauhid tetapi mereka selalu ingkar (Orang yang tidak menyembah Alloh (Melakukan Kesyirikan), 3. Orang-orang yang beriman (Muslim), yang mentaati orang-orang yang kafir, dan mereka mau kembali ke belakang (kepada kekafiran/Murtad), 4. Orang orang ahli kitab yang ingkar atau mendustai Al kitab (Merubah dan mentakwilkan sekehendak hatinya), 5. Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh (Tidak taat kepada Alloh), dan 6. Orang orang yang memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya (memutuskan silaturahim) dan 7. Orang orang membuat kerusakan ( Melakukan Kemaksiatan) di muka bumi, 8. Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, 9. Orang2 yang tidak percaya kepada hari kebangkitan (hari kiamat), 10. Bani Israel yang melanggar perjanjian dengan Alloh.

07 September 2019,

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, Subhanalloh, wal hamdulillah, wala ilaha ilalloh, huallohu akbar. Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah.

Dalil dalil dalam Alquran tentang orang orang yang rugi;

  1. QS Ali ‘Imran (3) Ayat 85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
  2. QS Az Zumar (39) Ayat 15. Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia[1309]. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. [1309]. Perintah ini bukanlah menurut arti yang sebenarnya, tetapi sebagai pernyataan kemurkaan Allah terhadap kaum musyrikin yang telah berkali-kali diajak kepada Tauhid tetapi mereka selalu ingkar.
  3. QS Al Imron (3) Ayat 149. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi
  4. QS Al Baqarah (2) Ayat 121. Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[84], mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [84]. Maksudnya: tidak merobah dan mentakwilkan Al Kitab sekehendak hatinya.
  5. QS Al Baqarah (2) Ayat (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
  6. QS Yunus (10) Ayat 95. Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi
  7. QS An Naazi´aat (79) Ayat 10. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?[1551] Asbabun nuzul (1551]. Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun firman Allah S.79:10 sebagai keterangan kepada Rasulullah yang terdengar oleh kaum kuffar Quraisy, mereka berkata: “Kalau kita dihidupkan kembali sesudah mati, tentu kita akan rugi.” Maka turun ayat berikut (S.79:12) sebagai keterangan dari Allah kepada Rasul-Nya tentang ucapan kaum kuffar Quraisy. (Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b)
  8. QS Al Baqarah (2) Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Tuhan Ayat 63. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa.”  Ayat 64. Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. 65. Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu[59], lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera[60] yang hina.”  [59]. Hari Sabtu ialah hari yang khusus untuk beribadat bagi orang-orang yahudi. [60]. Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Ya Alloh…. jauhkan dan lindungi kami termasuk dari orang orang yang Rugi seperti dalam Alquran. Aamiin

Cisitu Lama Bandung

 

0073. 9 (Sembilan) KEUTAMAAN “UMAR BIN KHOTOB” dalam Al-Bidayah WanNihayah – Ibnu Katsir (1. Penduduk Surga, 2. Keutamaan Ilmu yang diberikan Alloh lewat Rasulnya, 3. Luasnya Penyebaran Islam Pada Masa Umar ra., 4. Kemuliaan dan Kekuatan Kaum Muslimin dengan Keislaman Umar ra., 5. Kedekatan Umar ra. dengan Rasulullah saw. Sehingga la Selalu Mengiringi Rasulullah saw., 6. Kesungguhan Umar ra. dan Kebaikannya dalam Masalah Harta, 7. Umar ra. Adalah Seorang Sahabat yang Mendapat Ilham, 8. Kuatnya Agama dan Iman Umar ra., 9. Wibawa Umar ra. dan Setan yang Berusaha Menghindari Jalan yang Ditempuhnya)

Keutamaan Umar Bin Khotob (Imam al-Bukhari berkata, bab Manaqib Umar bin al-Khaththab 291– Abu Hafsh al-Qurasy, ad-‘Adawi)

  1. Umar ra. Adalah Penduduk Surga,
    • Diriwayatkan dari Said Ibnu al-Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata, “Ketika kami berada di sisi Rasulullah saw. tiba-tiba beliau berkata, “Sewaktu tidur aku bermimipi seolah-olah aku berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana, maka aku bertanya, “Milik siapa istana ini?” Mereka menjawab, “Milik Umar.” Maka aku teringat akan kecemburuan Umar, segera aku menjauhi istana itu.” Umar ra. menangis dan berkata, “Demi Allah SWT., mana mungkin aku akan cemburu padamu wahai Rasulullah saw.?”
    • Diriwayatkan Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah saw. Menaiki gunung Uhud beserta Abu Bakar ra., Umar ra. dan Utsman ra.. Maka-tibatiba gunung itu bergoncang, segera Rasulullah saw. memukulkan kakinya dan berkata, “Diamlah wahai Uhud sesungguhnya di atasmu hanyalah seorang Nabi, shiddiq dan dua orang syahid.
    • Diriwayatkan dari Anas bahwa seorang lelaki pernah bertanya kepada Nabi saw tentang hari kiamat. Ia bertanya, “Kapan datangnya hari Kiamat?” Maka Rasulullah saw. kembali bertanya padanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?” Ia menjawab, “Aku tidak memiliki persiapan apapun, hanya saja aku mencintai Allah SWT. dan RasulNya.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Engkau kelak akan dibangkitkan beserta orang-orang yang kau cintai.” Anas berkata, “Tidaklah kami merasa senang kecuali setelah mendengar sabda Nabi, “Engkau kelak akan dibangkitkan beserta orang-orang yang engkau cintai.” Anas berkata, “Aku mencintai Nabi saw, Abu Bakar ra. serta Umar ra.. Aku berharap agar dapat dikumpulkan beserta mereka, walaupun aku tidak mampu beramal seperti mereka.”
    • Diriwayatkan Abu Musa ia berkata, “Aku bersama Rasulullah saw., di salah satu kebun di kota Madinah. Tiba-tiba datang seorang lelaki minta dibukakan pintu, maka Rasulullah saw. berkata, “Bukakan pintu untuk orang itu dan beritakan baginya kabar gembira berupa surga. Maka aku buka pintu dan ternyata orang itu adalah Abu Bakar. Segera aku beritahukan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw. untuknya. Abu Bakar mengucapkan pujian kepada Allah SWT.. Tak lama setelah itu datang seseorang minta diberi izin masuk, maka Rasulullah saw. berkata, “Bukalah pintu dan beritakan baginya berita gembira berupa surga.” Aku segera membuka pintu dan ternyata orang itu adalah Umar ra., maka aku beritahukan kepadanya apa yang dikatakan Nabi untuknya. la juga mengucapkan pujian kepada Allah SWT. Kemudian datang lagi seseorang ingin masuk, maka Rasulullah saw. berkata padaku, “Bukakan pintu untuknya dan beritakan kabar gembira kepadanya berupa surga dan berita musibah yang kelak akan menimpanya.” Ketika aku membuka pintu ternyata orang tersebut adalah Utsman, maka aku segera memberitakan kabar gembira untuknya dan berita musibah yang kelak akan menimpanya, maka dia memuji Allah SWT. dan berkata, “Allah al-Musta ‘aan (hanya kepada Allah SWT. aku memohon pertolongan).”
  2. Keutamaan Ilmu Umar ra
    • Diriwayatkan dari az-Zuhri dia berkata, Aku diberitahukan oleh Hamzah292 dari bapaknya bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ketika ku  tidur maka aku bermimpi meminum -yaitu susu- hingga aku melihat bekas-bekas susu tersebut melekat pada kuku-kukuku kemudian aku berikan kepada Umar.” Mereka bertanya, “Apa takwilnya wahai Rasulullah saw.?” Maka Rasulullah saw. menjawab, “Ilmu.”
  3. Luasnya Penyebaran Islam Pada Masa Umar ra.
    • Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda“Aku bermimpi sedang mengulurkan timba ke dalam sebuah sumur yang ditarik dengan penggerek, maka datanglah Abu Bakar mengambil air dari sumur tersebut satu atau dua timba dan terlihat dia begitu lemah menarik timba tersebut -semoga Allah SWT. mengampuninya-. Setelah itu datanglah Umar bin al-Khaththab ra.mengambil air sebanyak-banyaknya, aku tidak pernah melihat seseorang pemimpin abqari293 yang begitu gesit hingga seluruh manusia dapat minum sepuasnya dan memberikan minum unta-unta mereka.”
  4. Kemuliaan dan Kekuatan Kaum Muslimin dengan Keislaman Umar ra.
    • Abdullah bin Mas’ud berkata, “Kami menjadi kuat sejak Umar ra. masuk Islam.
  5. Kedekatan Umar ra. dengan Rasulullah saw. Sehingga la Selalu Mengiringi Rasulullah saw.
    • Diriwayatkan dari Ibnu Abi Mulaikah dia pernah mendengar Abdullah bin Abbas berkata, “Umar ra. ditidurkan di atas kasurnya, sementara manusia berada di sekelilingnya mendoakan dirinya sebelum diangkat -ketika itu aku hadir di antara mereka- aku terkejut ketika seseorang memegang kedua pundakku dan ternyata ia adalah Ali bin Abi Thalib. Ali mengucapkan doa untuk Umar ra. semoga dirahmati Allah SWT., kemudian Ali berkata, “Engkau tidak pernah meninggalkan seorang yang dapat menyamai dirimu dan karya yang engkau hasilkan. Aku berharap dapat menjadi seperti dirimu ketika akan menghadap Allah SWT.. Demi Allah aku merasa yakin bahwa Allah akan mengumpulkanmu dengan kedua sahabatmu (Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra., pent.). Aku banyak mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Aku berangkat bersama Abu Bakar ra. dan Umar ra., aku masuk bersama Abu Bakar ra. dan Umar ra., aku keluar bersama Abu Bakar ra. dan Umar ra..”
    • Diriwayatkan dari Miswar bin Makhramah dia berkata, “Ketika Umar ra. ditikam, ia mengerang kesakitan, maka Abdullah bin Abbas berkata sambil menghiburnya, ‘Wahai Amirul mukminin, bukankah engkau sahabat Rasulullah saw. yang selalu mengiringinya, dan engkau telah berbuat baik dalam persahabatan dengannya. Kemudian engkau berpisah dengannya dalam keadaan ia rela terhadapmu. Setelah itu engkau menjadi sahabat setia Abu Bakar ra. hingga engkau berpisah dengannya dalam keadaan ia rela terhadapmu. Kemudian engkau bergaul dengan sahabat-sahabat mereka dengan baik, maka jika engkau meninggalkan mereka, mereka akan rela terhadapmu.’ Umar ra. berkata, ‘Adapun apa yang telah engkau sebutkan mengenai persahabatanku dengan Rasulullah saw. dan ridhanya terhadap diriku, itu’merupa-kan karunia Allah SWT. terhadapku, dan apa yang telah engkau sebutkan mengenai persahabatanku dengan Abu Bakar as-Shiddiq ra. Dan keridhaannya terhadapku itupun merupakan karunia Allah SWT. –Yang mahamulia- terhadapku. Sementara yang engkau lihat tentang kekhawatiranku, itu seluruhnya disebabkan tang-gung jawabku terhadapmu dan para sahabatmu. Demi Allah andai saja aku memiliki emas sepenuh dunia pasti akan aku tebus diriku dengannya dari adzab Allah SWT. Sebelum aku melihat adzab itu datang.”
    • Diriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam dia berkata, “Kami bersama Rasulullah saw., ketika itu ia sedang menarik tangan Umar bin al- Khaththab.”
  6. Kesungguhan Umar ra. dan Kebaikannya dalam Masalah Harta
    • Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seorangpun setelah Rasulullah saw. begitu bersungguh-sungguh dan paling baik dalam menggunakan hartanya hingga wafat selain Umar bin al- Khaththab.”294
  7. Umar ra. Adalah Seorang Sahabat yang Mendapat Ilham
    • Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw., bersabda, “Sesungguhya di antara orang-orang sebelum kalian terdapat sejumlah manusia yang mendapat ilham. Apabila salah seorang umatku mendapatkannya maka Umarlah orangnya.“Zakaria bin Abi Zaidah menambahkah dari Sa’ad dari Abi Salamah dari AbuHurairah dia berkata, bersabda Rasululullah : “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani lsrail ada yang diberikan ilham walaupun mereka bukan Nabi, jika salah seorang dari umatku mendapatkannya maka Umarlah orangnya.”
  8. Kuatnya Agama dan Iman Umar ra.
  • Diriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullullah bersabda, “Ketika seseorang sedang mengembala karnbingnya maka tiba-tiba datang serigala menerkam seekor karnbingnya. Pengembala tersebut mengejarnya hingga berhasil mengambil kembali kambing tersebut darinya. Tiba-tiba serigala tersebut menoleh kepadanya dan berkata, “Siapa kelak yang dapat menjaganya ketika tidak ada pengembala selain diriku?” Manusia berkata, “Subhanallah!” Nabi bersabda, “Maka sesungguhnya aku beriman dengan kejadian ini, demikian pula Abu Bakar ra. dan Umar ra..” Padahal ketika itu keduanya tidak berada di tempat tersebut.
  • Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Ketika tidur aku melihat dalam mimpi seluruh manusia diperlihatkan padaku dan masing-masing mereka mengenakan baju-baju, ada yang mengenakan baju hingga ke dadanya, ada yang mengenakannya di bawah dada, maka diperlihatkan padaku Umar sementara dia mengenakan pakaian panjang yang diseretseretnya. Mereka bertanya, “Apa takwil mimpi itu wahai Rasulullah saw.?” Rasulullah saw. menjawab, Agamanya.” (yakni kedudukannya dalam agama, pent.).
  1. Wibawa Umar ra. dan Setan yang Berusaha Menghindari Jalan yang Ditempuhnya
    • Diriwayatkan dari Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari ayahnya ia berkata, “Umar bin al-Khaththab ra. memohon agar diizinkan masuk ke rumah Rasulullah saw. ketika itu ada beberapa orang wanita dari Quraisy sedang berbincang-bincang dengan Rasulullah saw. dan mereka berbicara dengan nada suara yang keras melebihi suara Rasululullah. Ketika Umar ra. Masuk mereka segera berdiri dan menurunkan hijab. Setelah diberi izin Umar ra. Masuk ke rumah Rasulullah saw. sementara Rasulullah saw. tertawa. Umar ra. bertanya, “Apa yang membuat anda tertawa wahai Rasulullah saw.?” Rasulullah saw. menjawab, “Aku heran terhadap wanita-wanita yang berada di sisiku ini, ketika mereka mendengar suaramu, segera mereka berdiri menarik hijab.” Umar ra. berkata, “Sebenarnya engkau yang lebih layak mereka segani Wahai Rasulullah Saw..” Kemudian Umar ra. berbicara kepada mereka, “Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi nafsunya sendiri, bagaimana kalian segan terhadap diriku dan tidak segan terhadap Rasulullah saw.?” Mereka menjawab, “Ya, sebab engkau lebih keras dan lebih kasar daripada Rasulullah saw..” Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Ibnul al-Khaththab, demi Allah SWT. yang jiwaku berada dalam genggaman tanganNya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak kau lalui.”
    • Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar. ” 295
    • Rasulullah saw. bersabda, ” Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar ra. dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” 296

 

Referensi;

  • 291 Seluruh nas dari no. 1 s/d 15 adalah tambahan yang tidak terdapat dalam naskah asli, seluruhnya dari Shahih al-Bukhari kitab Fadhail Shahabah, bab Manaqib Umar (7/ 40-43 dari Fathul Ban) sengaja saya nukil di sini Karena saya anggap begitu penting dan shahih, sementara al-Hafizh Ibn Katsir tidak menukil kecuali bagian terakhir saja, dia telah mengisyaratkan untuk meruju’ ke kitab yang dikarangnya secara khusus mengenai biografl Umar 4fa dan hadits-hadtts yang diriwayatkan dari dirinya, dan kitab ini ditulis dalam dua jilid sebagaimana yang dikatakannya
  • 292 Yaitu Hamzah bin Abi Usaid Malik bin Rabi’ah al-Ansari as-Sha’idi, biografinya dapat di lihat dalam Tahdzib at- Tahdzib, 3/26
  • 293 Al-Gharbu, yaitu ember yang sangat besar sekali, dan Abqari’ atau kaum yaitu pemimpin mereka yang paling kuat {An- Nihayah Gharib al-Haditst3/349, 173 secara berturut-turut).
  • 294 Al-Hafizh Ibn Hajar berkata dalam Fathul Ban, 7149‘ Perkataan Ibn Umar khusus berlaku ketika masa pemerintahan Umar.”
  • 295 Sebelum ini Ibnu Katsir membawakan sebuah badits dari jalan Ibnu Abbas, “Sesungguhnya aku memiliki dua menteri dari Penduduk bumi dan dua menteri dari penduduk langit…” dst. Sebagaimana dikatakan oleh al-Haitsami dalam Majmu az-Zawaid, 9/51 yang telah dikeluarkan oleh ath-Thabrani dari Hadits Ummu Salamah dan di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Mujib ats-Tsaqafi yang tertuduh sebagai pendusta. Adapun riwayat ibnu Abbas telah dikeluarkan pula oleh at-Tirmidzi sebagaimana yang terdapat dalam Dhaif al-Jami’ ash-Shaghir, Syaikh al-Albani berkata, “Hadits ini lemah.” Dia mengisyararatkan untuk meruju’ ke kitabnya Silsilah al-Ahaditst ad-Dhaifah, 3056. Adapun hadits, “Sesungguhnya setan ketakutan terhadap Umar.” terdapat syahicfaya dalam hadits yang ke 15, dan diriwayatkan secara Mauquf‘dari Ibnu Mas’ud dengan sanad yang hasan sebagaimana yang terdapat dalam Fadhail Shahabah karya al-Imam Ahmad No. 46
  • 296 Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dalam kitab al-Manaqib (hadits no. 3791) dari hadits Abu Qilabah dari Anas, dan dia berkata, “Hadits hasan shahih, dan dikeluarkan pula oleh imam Ahmad dalam Musnad, 3/184, dan dishahihkan oleh as-Syaikh Nasiruddin al-Albani dalam Sahih al-Jami’, 908, dan dalam Silsilah al-al-Ahadits ash-Shahihah No. 1224

0072. 20 (Duapuluh) Keutamaan Sahabat “UMAR BIN KHOTOB R.A.”, di HADIST SHAHIH BUKHORI (1.Orang Ditakuti Setan, Jin dan Manusia di Zaman Nabi, 2. Pertama kali yang Berinisiatif mengusulkan pembukukan Al-Qur’an, 3.Salah satu sahabat (kaum Laki2) yang dicintai Rosullulloh setelah Abu Bakar, 4.Islam mendapat kemuliaan (kemenangan & Kekuatan) Sejak Umar masuk Islam, 5.Salah satu manusia yang bukan nabi yang Mendapat Ilham, 6.Orang yang lebih bersungguh sungguh dan lebih dermawan setelah Rosullulloh SAW, 7.Kesaksian dan Doa Ali Bin Abi Tolib tatkala Umar Bin Khotob Meninggal, 8.Salah satu sahabat yang Dimimpikan Rosullulloh mempunyai Istana di Surga, 9.Salah satu dari dua orang yang mati syahid “sesuai sabda Rasullulloh”, 10.Orang yang Mendapat Kabar Gembira dari Rosulluloh akan “Masuk Surga”, 11. Manusia yang paling baik No. 3 setelah Rosullulloh dan Abu Bakar, 12.Sahabat yang pendapatnya menjadi sebab turunnya beberapa ayat Alquran, 13. Sahabat yang berdoa Minta Hujan dengan perantaraan Paman Nabi dan Doanya dikabulkan oleh Alloh, 14.Sahabat yang mengusulkan Panggilan Adzan dan Iqomah dengan Mengumandangkanya, 15.Sahabat yang di beri ilmu Alloh lewat Rosullulloh dalam mimpinya, 16.Orang yang kuat dan teguh kepada agamanya, 17.Sosok Pemimpin yang Cerdas dan Adil, 18.Salah satu sahabat yang paling berani membela Islam dengan Akan selalu membunuh Siapapun yang akan menghancurkan/Menjelekan Islam, 19.Orang yang membenarkan Abu Bakar dalam menegakan Agama Alloh & Rhosulnya dengan memerangi Orang yang murtad tidak mau membayar zakat setelah Rhasullulloh Wafat, 20. Orang yang peduli Politik utk menyelamatkan umat islam dari perebutan kekluasaan setelah rahasullulloh wafat.

24 Agustus 2019,

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, Subhanalloh, wal hamdulillah, wala ilaha ilalloh, huallohu akbar. Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah.

Keutamaan2 Sahabat “Umar Bin Khotob R.A” di SHAHIH BUKHORI ((d) da’wahrights 2010| http://abinyazahid.multiply.com, izin terbuka untuk menyebarluaskan dalam rangka da’wah, Sumber konten dari: http://telkom-hadits9imam.com)

Dalil hadist Shahih Bukhori

  1. Orang Ditakuti Setan, Jin dan Manusia di Zaman Nabi
    • Shahih Bukhari No. 3407. Telah bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Ya’qub bin Ibrahim berkata, telah bercerita kepadaku bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul Hamid bahwa Muhammad bin Sa’ad mengabarkan kepadanya bahwa bapaknya berkata. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari Shalih dari Ibnu Syihab dari ‘Abdul Hamid bin ‘Abdur Rahman bin Zaid dari Muhammad bin Sa’ad bin Abu Waqqash dari bapaknya berkata; ‘Umar meminta izin masuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat ada wanita-wanita Quraisy sedang berbin cang bersama Beliau dan berlama-lama berbicara hingga suara mereka terdengar lebih keras dari suara beliau. Ketika ‘Umar terdengar meminta izin, para wanita itu berdiri lalu pergi berlindung di balik tabir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkannya Maka ‘Umar masuk lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa. ‘Umar berkata; “Semoga Allah selalu membuat gigi baginda tertawa wahai Rasulullah”. Beliau berkata: “Aku heran dengan para wanita yang tadi bersamaku. Ketika mereka tendengar suaramu mereka langsung saja menghindar dan berlindung di balik tabir”. ‘Umar berkata; “Bagindalah, wahai Rasulullah, seharusnya yang lebih patut untuk disegani”. Selanjutnya ‘Umar berkata; “Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi diri kalian sendiri, mengapa kalian segan (takut) kepadaku dan tidak tidak segan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”. Para wanita itu menjawab; “Ya, karena kamu lebih galak dan keras hati dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan- Nya, tidak ada satu setanpun yang berjumpa denganmu pada suatu lorong melainkan dia akan mencari lorong lain selain lorong yang kamu lalui”
    • Shahih Bukhari No. 3051. Telah bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Ya’qub bin Ibrahim telah bercerita kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab berkata telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul Hamid bin ‘Abdur Rahman bin Zaid bahwa Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqash mengabarkan kepadanya bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata; ‘Umar meminta izin menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat ada wanita-wanita Quraisy sedang berbincang bersama Beliau dan berlama-lama berbicara hingga suara mereka terdengar dengan keras. Ketika ‘Umar terdengar meminta izin, para wanita itu berdiri lalu pergi berlindung di balik tabir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan’Umar masuk lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa. ‘Umar berkata; “Semoga Allah selalu membuat gigi baginda tertawa wahai Rasulullah”. Beliau berkata: “Aku heran dengan para wanita yang tadi bersamaku. Ketika mereka mendengar suaramu mereka langsung saja menghindar dan berlindung dari balik tabir”. ‘Umar berkata; “Kamulah wahai Rasulullah, seharusnya yang lebih patut untuk disegani”. Selanjutnya ‘Umar berkata; “Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi diri kalian sendiri, mengapa kalian segan (takut) kepadaku dan tidak tidak segan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”. Para wanita itu menjawab; “Ya, karena kamu lebih galak dan keras hati dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada satu setanpun yang berjumpa denganmu pada suatu lorong melainkan dia akan mencari lorong lain yang tidak kamu lalui”.
  2. Orang Pertama kali yang Berinisiatif mengusulkan pembukukan Al-Qur’an
    • Shahih Bukhari No. 4311. Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku Ibnu As Sabbaq bahwa Zaid bin Tsabit Al Anshari radliallahu ‘anhu -salah seorang penulis wahyu- dia berkata; Abu Bakar As shiddiq datang kepadaku pada waktu perang Yamamah, ketika itu Umar disampingnya. Abu Bakr berkata bahwasanya Umar mendatangiku dan mengatakan; “Sesungguhnya perang Yamamah telah berkecamuk (menimpa) para ahabat, dan aku khawatir akan menimpa para penghafal Qur’an di negeri-negeri lainnya sehingga banyak yang gugur dari mereka kecuali engkau memerintahkan  engumpulan (pendokumentasian) al Qur`an.” Abu Bakar berkata kepada Umar; “Bagaimana aku mengerjakan suatu proyek yang tidak pernah dikerjakan Rasulullah  hallallahu ‘alaihi wasallam?” Umar menjawab; “Demi Allah hal itu adalah sesuatu yang baik.” Ia terus mengulangi hal itu sampai Allah melapangkan dadaku  ebagaimana melapangkan dada Umar dan aku sependapat dengannya. Zaid berkata; Abu Bakar berkata; – pada waktu itu disampingnya ada Umar sedang duduk, dan dia  idak berkata apa-apa.- “Sesungguhnya kamu adalah pemuda yang cerdas, kami tidak meragukanmu, dan kamu juga menulis wahyu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi  asallam, karena itu kumpulkanlah al Qur’an (dengan seksama).” Zaid berkata; “Demi Allah, seandainya mereka menyuruhku untuk memindahkan gunung dari gunung- unung yang ada, maka hal itu tidak lebih berat bagiku dari pada (pengumpulan atau pendokumentasian al Qur’an). kenapa kalian mengerjakan sesuatu yang tidak pernah  ikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Abu Bakar menjawab; “Demi Allah hal itu adalah baik.” Aku pun terus mengulanginya, sehingga Allah melapangkan  adaku sebagaimana melapangkan dada keduanya (Abu Bakar dan Umar). Lalu aku kumpulkan al Qur’an (yang ditulis) pada kulit, pelepah kurma, dan batu putih lunak,  uga dada (hafalan) para sahabat. Hingga aku mendapatkan dua ayat dari surat Taubah berada pada Khuzaimah yang tidak aku temukan pada sahabat mana pun.  aitu ayat: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan)  agimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak  da Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (9: 128- 129). Dan mushaf yang telah aku kumpulkan itu  erada pada Abu Bakr hingga dia wafat, kemudian berada pada Umar hingga dia wafat, setelah itu berada pada Hafshah putri Umar. Diriwiyatkan pula oleh ‘Utsman  in ‘Umar dan Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab; Al Laits berkata; Telah menceritakan kepadaku ‘Abdur Rahman bin Khalid dari Ibnu Syihab; dia berkata; ada  ada Abu Huzaimah Al Anshari. Sedang Musa berkata; Dari Ibrahim Telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab; ‘Ada pada Abu Khuzaimah.’ Juga  iriwayatkan oleh Ya’qub bin Ibrahim dari Bapaknya. Abu Tsabit berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibrahim dia berkata; ‘Ada pada Khuzaimah atau Abu
    • Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidullah Abu Tsabit, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin sa’d dari Ibnu Syihab dari Ubaid bin Sibaq dari Zaid bin tsabit mengatakan, Abu bakar mengutus seseorang menemuiku karena banyaknya korban yang gugur pada perang Yamamah, ketika itu Abu bakar bersama Umar. Abu Bakar berkata; ‘Umar mendatangiku dan mengatakan; ‘Korban perang telah meluas pada perang yamamah hingga merenggut qurra` (penghafal) alquran, dan saya khawatir jangan-jangan dengan meninggalnya qurra` alquran di banyak tempat, mengakibatkan sekian banyak ayat quran akan menghilang, dan saya berpendapat jika engkau perintahkan untuk mengumpulkan alquran.’ Maka Saya menjawab; ‘bagaimana aku lakukan sesuatu yang belum pernah Rasulullah lakukan? ‘ Umar kontan mengemukakan pendapatnya; ‘Demi Allah, ini adalah suatu kebaikan, ‘ Umar tiada henti-hentinya mendorongku untuk melakukan pekerjaan ini, hingga Allah melapangkan dadaku untuk melakukan pekerjaan yang dada Umar telah lebih dahulu dilapangkan terhadapnya, dan aku sependapat dengan pendapat Umar.’ Zaid mengatakan, Abu Bakar berkata; ‘Sungguh engkau adalah laki-laki yang masih muda, cerdas, dan kami sama sekali tidak menyangsikan kemampuanmu, sebab engkau sudah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah. Maka susurilah alquran (yang masih terpencar-pencar) dan kumpulkanlah.’ Maka Zaid menjawab; “Demi Allah, sekiranya Abu bakar menugasiku untuk memindahkan sebuah gunung, itu tidak lebih berat bagiku daripada menugasiku untuk menghimpun alquran. Maka aku berkata; ‘Bagaimana mungkin anda berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah di lakukan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam? ‘ Abu Bakar menjawab; ‘demi Alllah, pekerjaan ini adalah kebaikan.’ Tiada henti-hentinya Abu Bakar memotivasi pertimbanganku hingga Allah melapangkan dadaku untuk melakukan suatu hal yang Allah telah melapangkan dada Abu Bakar dan Umar untuk melakukannya. Dan aku sependapat dengan keduanya, maka kutelusuri alquran yang terpencar-pencar dan kuhimpun dari pelepah, kulit, tembikar, tulang dan dada para penghapal, dan kutemukan di akhir surat at taubah ayat yang berbunyi; ‘Telah datang kepada kalian seorang rasul dari jenis kamu sendiri,,,, hingga akhir ayat (QS. Attaubah 128) bersama Khuzaimah atau Abu Khuzaemah, sehingga aku masukkan dalam suratnya. Kemudian shuhuf (manuskrip pencatatan asli alquran) ini berada di Abu Bakar ketika hidupnya sampai Allah mewafatkannya, kemudian keberadaan shuhuf ini pada Umar ‘azza wajalla semasa hidupnya sampai Allah mewafatkannya, kemudian pada Hafshah binti Umar.’ Muhammad bin Ubaidullah mengatakan; maksud al likhaf ialah tembikar (tanah liat yang dibakar).
  3. Salah satu sahabat (kaum Laki2) yang dicintai Rosullulloh setelah Abu Bakar
    • Shahih Bukhari No. 4010. Telah menceritakan kepada kami Ishaq Telah mengabarkan kepada kami Khalid bin ‘Abdullah dari Khalid Al Hadzdza’ dari Abu ‘Utsman bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutusnya Amru bin Ash untuk memimpin pasukan kaum muslimin dalam perang Dzatus Salasil. Amru bin Al Ash berkata; Aku menemui Rasulullah seraya bertanya; Ya Rasulullah, siapakah orang yang engkau cintai? Rasulullah menjawab; ‘Aisyah.’ Lalu saya tanyakan lagi; Kalau dari kaum laki-laki, siapakah orang yang paling engkau cintai? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Ayah Aisyah (Abu Bakr).’ saya bertanya lagi; lalu siapa? Rasulullah menjawab: ‘Umar bin Khaththab.’ Kemudian beliau menyebutkan beberapa orang sahabat lainnya. Setelah itu aku pun diam karena aku takut termasuk orang yang paling terakhir
  4. Islam mendapat kemuliaan (kemenangan & Kekuatan), Sejak Umar masuk Islam
    • Shahih Bukhari No. 3391. Telah bercerita kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami Abdullah dari Yunus dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Al Musayyab, dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku sedang tidur, aku (bermimpi) melihat diriku ada di samping sebuah sumur yang memiliki timba lalu aku mengambil air dengan timba itu sesuai kehendak Allah. Kemudian timba itu diambil oleh Ibnu Abu Quhafah lalu dia menimba sebanyak satu atau dua timba air dan pada tarikannya itu ada kelemahan dan Allah telah mengampuni kelemahannya itu. Kemudian timba itu menjadi besar alu diambil oleh Ibnu Al Khaththab. Sungguh aku belum pernah melihat di tengah-tengah manusia ada sesuatu yang begitu luar biasa yang dilakukan oleh seseorang kemudian dia membagi-bagikan kepada manusiaseperti yang dilakukan oleh ‘Umar sehingga manusia menjadi puas”.
    • Shahih Bukhari No. 3400. Telah bercerita kepadaku Ahmad bin Sa’id Abu Abdullah telah bercerita kepada kami Wahb bin Jarir telah bercerita kepada kami Shakhr dari Nafi’ bahwa Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku sedang berada di dekat sumur saat aku melepaskan sarungku, Abu Bakr dan ‘Umar datang menemuiku. Lalu Abu Bakr mengambil (air) dengan satu atau dua timba dan pada tarikannya itu ada kelemahan dan Allah mengampuninya. Kemudian Ibnu Al Khaththab mengambil timba itu dari tangan Abu Bakr sehingga dapat mengambil air  yang banyak. Aku belumpernah melihat di kalangan manusia ada orang yang berbuat saperti apa yang diperbuat oleh ‘Umar hingga manusia menjadi puas karenanya”. Wahb berkata; Al’Athan adalah tempat menderum unta”. Dia berkata; “Hingga unta-unta dapat minum dengan puas dan beristirahat”.
    • Shahih Bukhari No. 3408. Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Al Mutsannaa telah bercerita kepada kami Yahya dari Isma’il telah bercerita kepada kami Qais berkata, ‘Abdullah bin Mas’ud berkata; “Kami senantiasa mulia sejak ‘Umar masuk Islam”.
    • Shahih Bukhari No. 3574. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Isma’il bin Abu Khalid dari Qais bin Abu Hazim dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata; “Kami selalu mendapat kemuliaan (kemenangan) sejak ‘Umar masuk Islam”.
    • Shahih Bukhari No. 3406. Telah bercerita kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair telah bercerita kepada kami Muhammad bin Bisyir telah bercerita kepada kami ‘Ubaidullah berkata, telah bercerita kepadaku Abu Bakr bin Salim dari Salim dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dalam tidurku, aku bermimpi menarik timba (mengambuil air) untuk memberi minum unta dari suatu sumur. Kemudian Abu Bakr datang lalu menarik (mengambil air) satu atau dua timba dan pada tarikannya itu ada kelemahan dan Allah mengampuninya. Kemudian ‘Umar bin Al Khaththab datang lalu mengambil timba tersebut sehingga dapat mengambil air yang banyak. Aku belum pernah melihat di kalangan manusia ada orang yang berbuat saperti apa yang diperbuat olehnya lalu memberi minum unta-unta hingga manusia menjadi puas karenanya”. Ibnu Jubair berkata; Al ‘Abqariy artinya ladang luas yang indah”. Yahya berkata az-Zaraabiyyu artinya permadanipermadani yang bersabut halus pada permukaannya yang (mabtsuutsah) terhampar sangat banyak. Dalam firman Allah Ta’ala QS Al Ghasyiyah ayat 16.
    • Shahih Bukhari No. 3361. Telah bercerita kepadaku Abdurrahman bin Syaibah telah bercerita kepada kami Abdurrahman bin Al Mughirah dari bapaknya dari Musa bin ‘Uqbah dari Salim bin Abdullah dari Abdullah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat manusia berkumpul di tanah lapang lalu Abi Bakr tampil berdiri kemudian dia menarik sebuah atau dua buah timba (untuk mengisi air dari sumur) dan diantara tarikannya itu ada kelemahan dan Allah mengampuninya. Kemudian timba itu diambil oleh ‘Umar lalu di tangannya timba itu menjadi besar. Dan aku belum pernah melihat di tengah-tengah manusia ada sesuatu yang begitu luar biasa yang dilakukan oleh seseorang (seperti yang dilakukan oleh ‘Umar), kemudian dia membagi-bagikan kepada manusia sehingga mereka menjadi puas”. Dan Hammam berkata; Aku mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Maka Abu Bakr menarik sebuah atau dua buah timba…”.
  1. Salah satu manusia yang bukan nabi yang Mendapat Ilham (Pembicaraanya selalu benar/Firasatnya sangat tinggi)
    • Shahih Bukhari No. 3210. Telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari bapaknya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh telah ada pada setiap umat-umat sebelum kalian para muhaddits (orang-orang yang selalu berpandangan lurus/punya firasat tinggi) dan seandainya mereka ada pada umatku ini tentu dia adalah ‘Umar bin Al khaththab radliallahu ‘anhu”.
    • Shahih Bukhari No. 3413. Telah bercerita kepada kami Yahya bin Qaza’ah telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari bapaknya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah Radhiyalahu’anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh telah ada pada setiap umat-umat sebelum kalian para muhaddits (orang-orang yang selalu berpandangan lurus/punya firasat tinggi) dan seandainya ada seseorang pada umatku ini tentu dia adalah ‘Umar”. Zakariya’ bin Abu Za’idah menambahkan dari Sa’ad dari Abu Salamah dari Abu Hurairah Radhiyalahu’anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh telah ada pada orang-orang sebelum kalian dari kalangan Bani Isra’il mereka yang dianugerahkan pembicaraannya selalu benar padahal mereka bukanlah dari kalangan para Nabi. Dan seandainya ada pada umatku ini seorang dari mereka, maka tentu dia adalah ‘Umar”. Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma menjelaskan dengan redaksi; “Dari kalangan Nabi bukan muhaddats”.
  2. Orang yang lebih bersungguh sungguh dan lebih dermawan (Dalam harta) setelah Rosullulloh SAW
    • Shahih Bukhari No. 3411. Telah bercerita kepada kami Yahya bin Sulaiman berkata, telah bercerita kepadaku Ibnu Wahb berkata, telah bercerita kepadaku ‘Umar, dia adalah Ibnu Muhammad bahwa Zaid bin Aslam bercerita kepadanya dari bapaknya berkata, Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bertanya kepadaku tentang sebagian aktifitas yang biasa dilakukannya, maksudnya ‘Umar radliallahu ‘anhu, maka dia mengabarkan aku, katanya; “Tidak pernah aku melihat seorangpun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih bersungguh-sungguh dan lebih dermawan (dalam harta) hingga meninggal dunia daripada ‘Umar bin Al Khaththab”.
    • Shahih Bukhari No. 2558. Telah bercerita kepada kami Harun bin Al Asy’ats telah bercerita kepada kami Abu Sa’id, maula Bani Hasyim telah bercerita kepada kami Shokhr bin Juwairiyah dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa ‘Umar radliallahu ‘anhu menshadaqahkan hartanya pada masa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dimana hartanya itu dinamakan Tsamagh yakni kebun kurma. ‘Umar berkata: “Wahai Rasulullah, aku mendapatkan bagian harta dan harta itu menjadi yang paling berharga bagiku dan aku ingin  enshadaqahkannya”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Shadaqahkanlah dengan pepohonannya dan jangan kamu jual juga jangan dihibahkan dan jangan pula diwariskan akan tetapi ambillah buah-buahannya sehingga dengan begitu kamu dapat bershadaqah dengannya”. Maka ‘Umar menshadaqahkannya dimana tidak dijualnya, tidak dihibahkan dan juga tidak diwariskan namun dia menshadaqahkan hartanya itu untuk fii sabilillah (di jalan Allah), untuk membebaskan budak, orang-orang miskin, untuk menjamu tamu, ibnu sabil dan kerabat.. Dan tidak dosa bagi orang yang mengurusnya untuk memakan darinya dengan cara yang ma’ruf (benar) dan untuk memberi makan teman-temannya asal bukan untuk maksud menimbunnya.
    • Shahih Bukhari No. 2565. Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata; ‘Umar mendapatkan harta berupa tanah di Khaibar lalu dia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Aku mendapatkan harta dan belum pernah aku mendapatkan harta yang lebih berharga darinya. Bagaimana Tuan memerintahkan aku tentangnya?” Beliau bersabda: “Jika kamu mau, kamu pelihara pohon-pohoinnya lalu kamu shadaqahkan (hasil) nya”. Maka ‘Umar menshadaqahkannya, dimana tidak dijual pepohonannya tidak juga dihibahkannya dan juga tidak diwariskannya, (namun dia menshadaqahkan hartanya itu) untuk para fakir, kerabat,. untuk membebaskan budak, fii sabilillah (di jalan Allah), untuk menjamu tamu dan ibnu sabil. Dan tidak dosa bagi orang yang mengurusnya untuk memakan darinya dengan cara yang ma’ruf (benar) dan untuk memberi makan teman-temannya asal bukan untuk maksud menimbunnya
    • Shahih Bukhari No. 2570. Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah bercerita kepada kami Hammad dari Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa ‘Umar memberi persyaratan pada harta yang diwaqafkannya yaitu pengurusnya boleh memakannya, boleh juga memberi makan temannya dan tidak untuk menimbun harta”.
  1. Kesaksian dan Doa Ali Bin Abi Tolib tatkala Umar Bin Khotob Meninggal “Aku berharap bisa menjadi sepertimu tatkala menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala”
    • Shahih Bukhari No. 3401. Telah bercerita kepadaku Al Walid bin Shalih telah bercerita kepada kami ‘Isa bin Yunus telah bercerita kepada kami ‘Umar bin Sa’id bin Abu Al Husain Al Makkiy dari Ibnu Abu Mulaikah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; “Ketika aku berada di tengah-tengah kaum (Muslimin), ternyata mereka sedang mendo’akan ‘Umar bin Al Kthaththab, saat jasadnya sudah diletakkan di atas tempat tidurnya, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari belakangku yang meletakkan siku lengannya pada bahuku seraya berkata; “Semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku berharap Allah akan menjadikan kamu bersama kedua shahabatmu (Abu Bakar dan Umar) dikarenakan aku sering mendengar Rasulullah hallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku bersama Abu Bakr dan ‘Umar. Aku, Abu Bakr dan ‘Umar mengerjakan sesuatu dan Aku, Abu Bakr dan ‘Umar berangkat (bepergian) “. Maka, sungguh aku berharap Allah menjadikan kamu bersama keduanya (di pemakaman). kemudian aku menoleh, ternyata orang itu adalah ‘Ali bin Abu Thalib “.
    • Shahih Bukhari No. 3409. Telah bercerita kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepada kami ‘Umar bin Sa’id dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa dia mendengar Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; “Setelah jasad ‘Umar diletakkan di atas tempat tidurnya, orang-orang datang berkumpul lalu mendo’akan dan menshalatinya sebelum diusung. Saat itu aku ada bersama orang banyak, dan tidaklah aku terkaget melainkan setelah ada orang yang meletakkan siku lengannya pada bahuku, yang ternyata dia adalah ‘Ali bin Abu Thalib. Kemudian dia memohonkan rahmat bagi ‘Umar dan berkata; “Sama sekali tidak engkau tinggalkan seorangpun yang lebih aku sukai agar Allah berikan pembalasan sesuai keistimewaan amalnya daripadamu.” Dan demi Allah, sungguh aku yakin sekali bahwa Allah akan menjadikan kamu bersama kedua sahabatmu (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakr) dikarenakan aku sering kali mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku berangkat (bepergian) bersama Abu Bakr dan ‘Umar. Aku masuk bersama Abu Bakr dan ‘Umar. Aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar”.
  2. Salah satu sahabat yang Dimimpikan Rosullulloh, Mempunyai Istana di Surga.
    • Shahih Bukhari No. 3403. Telah bercerita kepada kami Hajjaj bin Minhal telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Al Majisyun telah bercerita kepada kami Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin ‘Abdullah RAa berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku bermimpi memasuki surga. Disana aku bertemu seorang wanita yang bertahi mata, yaitu istri dari Abu Thalhah lalu aku mendengar suara langkah sandal. Aku bertanya; “Siapakah dia?”. Dia menjawab; “Dia adalah Bilal”. Kemudian aku melihat istana yang di halamannya ada seorang sahaya wanita. Aku bertanya: “Untuk siapakah istana itu?”. Dia menjawab; “Untuk ‘Umar”. Semula aku ingin masuk ke dalam istana itu untuk melihat-lihat namun aku teringat kecemburuanmu”. Maka ‘Umar berkata; “Demi bapak dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah aku boleh cemburu kepadamu?”.
  3. Salah satu dari dua orang yang mati syahid “ sesuai sabda Rasullulloh diatas Gunung Uhud dan “Menjadi Kenyataan)
    • Shahih Bukhari No. 3399. Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Basysyar telah bercerita kepada kami Yahya dari Sa’id dari Qatadah bahwa Anas bin Malik radliallahu ‘anhu bercerita kepada mereeka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mewndaki bukit Uhud, diikuti oleh Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman. Lalu gunung Uhud itu bergetar, maka beliau bersabda: “Tenanglah wahai Uhud, karena di atasmu sekarang ada Nabi, Asshiddiq (orang yang jujur, maksudnya Abu Bakar) dan dua orang (yang akan mati) syahid”.
    • Shahih Bukhari No. 1757. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Khalid bin Yazid dari Sa’id bin Abu Hilal dari Zaid bin Aslam dari bapaknya dari ‘Umar radliallahu ‘anhu berkata: “Ya Allah berilah aku mati syahid dijalanMu, dan jadikanlah kematianku di negeri RasulMu, shallallahu ‘alaihi wasallam). Dan Ibnu Zurai’ berkata, dari Rauh bin Al Qasim dari Zaid bin Aslam dari bapaknya dari Hafshah binti ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata; “Aku mendengar ‘Umar seperti hadits ini”. Dan Hisyam berkata, dari Zaid dari bapaknya dari Hafshah; Aku mendengar ‘Umar radliallahu ‘anhu
  4. Orang yang Mendapat Kabar Gembira dari Rosulluloh akan “Masuk Surga”
    • Shahih Bukhari No. 3398. Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Miskin Abu Al Hasan telah bercerita kepada kami Yahya bin Hassan telah bercerita kepada kami Sulaiman dari Syarik bin Abu Namir dari Sa’id bin Al Musayyab berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Musa Al Asy’ariy bahwa dia berwudlu’ di rumahnya lalu keluar. (Lalu dia bercerita); Aku berkata; ‘Aku akan mendampingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bersamanya hari ini”. Dia berkata; “Maka dia menuju masjid lalu bertanya tentang keberadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang menjawab; “Beliau keluar dan menuju ke arah sana”. Maka aku keluar menelusuri bekas jejak beliau mencari keberadaannya hingga (aku lihat) beliau memasuki sebuah sumur Aris (di suatu ladang pusat kota Madinah). Aku duduk di samping pintu yang terbuat dari pelepah kurma hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan keperluannya kemudian berwudlu’. Aku segera menghampiri beliau yang ternyata beliau sedang duduk dekat sumur Aris tersebut dan berada di tengah-tengah tepi sumur tersebut. Beliau menyingkap pakaiannya) hingga kedua betisnya dan mengulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Aku memberi salam kepada beliau lalu berpaling dan kembali duduk di samping pintu. Aku berkata; “Sungguh aku menjadi penjaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari ini”. Kemudian Abu Bakr datang dan mengetuk pintu. Aku tanya; “Siapakah ini?. Dia berkata; “Abu Bakr”. Aku katakan; “Tunggu sebentar”. Kemudian aku menemui (beliau shallallahu ‘alaihi wasallam) lalu aku katakan; “Wahai Rasulullah, ada Abu Bakr minta izin masuk”. Beliau berkata; “izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga”. Aku kembali lalu aku katakan kepada Abu Bakr; “Masuklah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga”. Maka Abu Bakr masuk lalu duduk di samping kanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tepi sumur kemudian menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengangkat pakaiannya setinggi kedua betisnya. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku telah  meninggalkan saudaraku berwudlu’ dan menyusulku. Aku berkata; “Seandainya Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, – yang dia maksud saudaranya, – pasti Allah memberinya”. Tiba-tiba ada orang yang menggerak-gerakkan pintu, aku bertanya; “Siapakah ini?”. Oang itu menjawab; “Aku ‘Umar bin Al Khaththab”. Aku katakan; “Tunggu sebentar”. Kemudian aku  menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi salam kepada beliau lalu aku katakan; “Wahai Rasulullah, ada ‘Umar bin Al Khaththab minta izin masuk”. Beliau berkata; “izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga”. Maka aku temui lalu aku katakan; “Masuklah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga”. Maka ‘Umar masuk lalu duduk di samping kiri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tepi sumur kemudian menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku berkata;”Seandainya Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, pasti Allah memberinya”. Tiba-tibaada lagi orang yang menggerak-gerakkan pintu, aku bertanya; “Siapakah ini?”. Oang itu menjawab; “‘Utsman bin ‘Affan”. Aku katakan; “Tunggu sebentar”. Kemudian aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu aku kabarkan kepada beliau, maka beliau berkata;”izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga, dengan berbagai cobaan yang menimpanya”. Maka aku menemuinya lalu aku katakan kepadanya; “Masuklah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga, sekaligus berbagai cobaan yang menimpamu”. Maka ‘Utsman masuk namun dia dapatkan tepi sumur telah penuh. Akhirnya dia duduk di hadapan beliau dari sisi yang lain”. Berkata Syarik bin Abdullah, berkata Sa’id bin Al Musayyab; “Aku tafsirkan posisi dudukmereka bertiga sebagai posisi kuburan mereka sedangkan kuburan ‘Utsman terpisah dari mereka”
  5. Manusia yang paling baik No. 3  setelah Rosullulloh dan abu abakar
    • Shahih Bukhari No. 3395. Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Jami’ bin Abu Rasyid telah bercerita kepada kami Abu Ya’laa dari Muhammad bin Al Hanafiyyah berkata; Aku bertanya kepada bapakku (yaitu, ‘Ali bin Abu Thalib); “Siapakah manusia paling baik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”. Bapakku menjawab; “Abu Bakr”. Aku bertanya lagi;; “Kemudian siapa?”. Dia menjawab; “‘Umar”. Aku khawatir bila dia mengatakan ‘Utsman”. Kemudian aku tanya; “Kemudian kamu?”. Dia berkata; “Aku ini tidak lain hanyalah seorang laki-laki biasa dari kaum Muslimin”
    • Shahih Bukhari No. 3389. Telah bercerita kepada kami Mu’allaa bin Asad telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Al Mukhtar yang berkata, bahwa Khalid Al Hadzdza’ telah bercerita kepada kami, dari Abu ‘Utsman berkata, telah bercerita kepadaku ‘Amru bin Al ‘Ash radliallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya beserta rombongan pasukan Dzatus Sulasil. Lalu aku (‘Amru) bertanya kepada beliau; “Siapakah manusia yang paling baginda cintai? ‘. Beliau menjawab: “‘Aisyah”. Aku katakan; “Kalau dari kalangan laki-laki?”. Beliau menjawab: “Bapaknya”. Aku tanyakan lagi; “Kemudian siapa lagi?”. Beliau menjawab; “‘Umar bin Al Khaththab”. Selanjutnya beliau menyebutkan beberapa orang laki-laki”.
  6. Salah satu sahabat yang pendapatnya menjadi sebab turunnya beberapa ayat Alquran, disebut dengan istilah muwafaqatu ‘umar (pendapat Umar yang disepakati dalam Alquran).
    • Shahih Bukhari No. 1190. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari ‘Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepada saya Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma bahwa ketika ‘Abdullah bin Ubay wafat, anaknya datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Berikanlah kepadaku baju anda untuk aku gunakan mengafani (ayahku) dan shalatlah untuknya serta mohonkanlah ampunan baginya”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan bajunya kepadanya lalu berkata: “izinkanlah aku untuk menshalatkannya”. Ketika Beliau hendak menshalatkannya tiba-tiba ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu datang menarik Beliau seraya berkata: “Bukankah Allah telah melarang anda untuk menshalatkan orang munafiq?” Maka Beliau bersabda: “Aku berada pada dua pilihan dari firman Allah Ta’ala (QS. At-Taubah ayat 80, yang artinya): “Kamu mohonkan ampun buat mereka atau kamu tidak mohonkan ampun buat mereka (sama saja bagi mereka). Sekalipun kamu memohonkan ampun buat mereka sebanyak tujuh puluh kali, llah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka”. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkannya. Lalu turunlah ayat: (QS. At-Taubah ayat 84 yang  rtinya): “Janganlah kamu shalatkan seorangpun yang mati dari mereka selamanya dan janganlah kamu berdiri  i atas kuburannya”.
    • Shahih Bukhari No. 143. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits berkata, telah menceritakan kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Urwah dari ‘Aisyah, bahwa jika isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ingin buang hajat, mereka keluar pada waktu malam menuju tempat buang hajat yang berupa tanah lapang dan terbuka. Umar pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Hijabilah isteriisteri Tuan.” Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukannya. Lalu pada suatu malam waktu Isya` Saudah binti Zam’ah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, keluar (untuk buang hajat). Dan Saudah adalah seorang wanita yang berpostur tinggi. ‘Umar lalu berseru kepadanya, “Sungguh kami telah mengenalmu wahai Saudah! ‘ Umar ucapkan demikian karena sangat antusias agar ayat hijab diturunkan. Maka Allah kemudian menurunkan ayat hijab.” Telah menceritakan kepada kami Zakaria berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam bin ‘Urwah dari Bapaknya dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah telah mengizinkan kalian (isteri-isteri Nabi) keluar untuk menunaikan hajat kalian.” Hisyam berkata, “Yakni buang air besar.
  7. Salah Satu Sahabat yang berdoa Minta Hujan Kepada Alloh dengan perantaraan Paman Nabi (Abbas bin Abul Muththolib) dan Doanya dikabulkan oleh Alloh
    • Shahih Bukhari No. 954. Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah Al Anshari berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku ‘Abdullah bin Al Mutsanna dari Tsumamah bin ‘Abdullah bin Anas dari Anas bin Malik bahwa ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu ketika kaum muslimin tertimpa musibah, ia meminta hujan dengan berwasilah kepada ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib seraya berdo’a, “Ya Allah, kami meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada- Mu dengan perantaraan paman Nabi kami,, maka turunkanlah hujan untuk kami.” Anas berkata, “Mereka pun kemudian mendapatkan hujan.
  8. Salah satu sahabat yang mengusulkan Panggilan Adzan dan Iqomah dengan Mengumandangkanya (Bukan Memukul Lonceng atau Meniup Terompet)
    • Shahih Bukhari No. 569. Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepadaku Nafi’ bahwa Ibnu ‘Umar berkata, “Ketika Kaum Muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul untuk shalat dengan cara memperkirakan waktunya, dan tidak ada panggilan untuk pelaksanaan shalat. Suatu hari mereka memperbincangkan masalah tersebut, di antara mereka ada yang mengusulkan lonceng seperi loncengnya Kaum Nashrani dan sebagaian lain mengusulkan untuk meniup terampet sebagaimana Kaum Yahudi. Maka ‘Umar pun berkata, “Mengapa tidak kalian suruh seseorang untuk mengumandangkan panggilan shalat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Wahai Bilal, bangkit dan serukanlah panggilan shalat.”
  9. Salah satu sahabat yang di beri ilmu Alloh lewat Rosullulloh dalam mimpinya.
    • Shahih Bukhari No. 80. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ufair berkata, Telah menceritakan kepadaku Al Laits berkata, Telah menceritakan kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bin Umar bahwa Ibnu Umar berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku tidur, aku bermimpi diberi segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat pemandangan yang bagus keluar dari kuku-kukuku, kemudian aku berikan sisanya kepada sahabat muliaku Umar bin Al Khaththab”. Orangorang bertanya: “Apa ta’wilnya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ilmu”.
  10. Orang yang kuat dan istikomah berpegang teguh kepada agamanya
    • Shahih Bukhari No. 22. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidillah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Shalih dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwasanya dia mendengar Abu Said Al Khudri berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya: “Apa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ad-Din (agama) “
    • Shahih Bukhari No 6429. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Abbad dari Isma’il aku mendengar Qais aku mendengar Sa’id bin Zaid mengatakan; aku pernah bermimpi bahwa Umar adalah peneguhku terhadap Islam, dan sekiranya gunung Uhud runtuh karena perlakuan kalian terhadap Utsman, niscaya gunung itu pun runtuh.’
    • Shahih Bukhari No 6698. Telah menceritakan kepada kami ‘Ali telah menceritakan kepada kami Sufyan, ‘Amru mengatakan, telah menceritakan kepada kami ‘ Atho’ mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menangguhkan shalat isya’ agak malam, maka Umar keluar (dari masjid) dan mengatakan; ‘Mari tegakkan shalat ya Rasulullah, wanita dan anak-anak telah tidur! ‘ Nabi muncul dari kamarnya dan kepalanya meneteskan air sambil berkata: “Kalaulah tidak memberatkan umatku -atau dengan redaksi; tidak memberatkan manusia -, ” sedangkan Sufyan mengatakan; atas umatku – niscaya kuperintahkan kepada mereka untuk shalat dengan waktu seperti ini.” Ibnu Juraij mengatakan, dari ‘Atho` dari Ibnu ‘Abbas menuturkan; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menangguhkan shalat ini, maka Umar datang dan mengatakan; ‘Ya Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tertidur’ lantas beliau muncul sedang beliau sambil mengusap air dari lambungnya sambil mengatakan; “inilah waktu untuk shalat isya’, kalau saja tidak memberatkan umatku.” Dan Amru mengatakan telah menceritakan kepada kami ‘Atho, dalam sanadnya tidak menyebutkan Ibnu Abbas. Amru mengatakan; kepalanya meneteskan (air). sedang Ibnu Juraij mengatakan; mengusap air dari lambungnya. Dan Amru mengatakan; “Kalaulah tidak memberatkan atas umatku.” Sedang Ibnu Juraij mengatakan; “sungguh ini adalah waktu semestinya, kalaulah tidak memberatkan umatku.” Sedang Ibrahim bin Al Mundzir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’an, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Muslim dari ‘Amru dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
  11. Sosok Pemimpin yang Cerdas dan Adil
    • Shahih Bukhari No. Telah bercerita kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Ibnu Syihab berkata Tsa’labah bin Abu Malik bahwa ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu membagikan kain selimut terbuat dari wol kepada para wanita Madinah lalu tersisa satu kain selimut yang baik. Maka sebagian orang yang berada di dekatnya berkata: “Wahai Amirul Mu’minin, berikanlah ini kepada cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berada disisi anda itu”. Yang mereka maksud adalah Ummu Kultsum binti ‘Ali. Maka ‘Umar berkata: “Ummu Salith lebih berhak”. Ummu Salith adalah wanita Anshor yang berbai’at kepada Rasululloh Shallallhu ‘Alaihi Wasallam. ‘Umar selanjutnya berkata: “Sesungguhnya ia pernah membawakan qirab untuk kami ketika perangbUhud”. Abu ‘Abdullah Al Bukhariy berkata: “tazfiru artinya takhithu’, ” yaitu menjahitkan
    • Shahih Bukhari No.4043. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Amru bin Huraits dari Adi bin Hatim dia berkata; Kami menemui Umar bersama beberapa utusan. Lalu dia memanggil satu persatu dengan menyebutkan namanya. Aku berkata kepadanya; ‘Apakah kamu mengenaliku wahai Amirul mukminin? Dia menjawab; “Tentu, kamu adalah orang yang masuk Islam pada saat orang-orang menjadi kafir, kamu adalah orang yang maju ke garis depan pada saat orang-orang mundur kebelakang, kamu adalah orang yang menepati janji ketika semua orang berkhianat, dan kamu adalah orang yang mengakui kebenaran saat orang-orang mengingkarinya.” Kemudian Adi berkata; ‘Kalau begitu, aku tidak peduli siapa saja yang kamu panggil lebih dahulu.
    • Shahih Bukhari No.2863. Telah bercerita kepada kami Ishaq bin Muhammad Al Farwiy telah bercerita kepada kami Malik bin Anas dari Ibnu Syihab dari Malik bin Aus Al Hadatsan, bahwa Muhammad bin Jubair menyebutkan kepadaku suatu cerita dari hadits yang disampaikannya maka aku berangkat menemui Malik bin Aus lalu aku bertanya kepadanya tentang hadits yang dimaksud, maka Malik berkata; “Ketika aku sedang duduk bersama keluargaku di tengah hari tiba-tiba datang utusan ‘Umar bin Al Khaththab menemuiku lalu berkata; “Penuhilah panggilan Amirul Mu’minin”. Maka aku pergi bersamanya menemui ‘Umar yang ketika itu sedang duduk di atas tikar yang tidak dialasi kasur namun bersandar pada bantal terbuat dari kulit. Aku memberi salam kepadanya lalu duduk. Maka dia berkata; “Wahai Maal (Malik), sesungguhnya telah datang kepada kami para ahli bait dari kaummu dan aku sudah memerintahkan untuk memberi mereka pemberian yang sedikit dan tidak bernilai, maka terimalah ini dan bagikanlah kepada mereka”. Aku berkata; “Wahai Amirul Mu’minin, andai engkau perintahkan hal ini kepada selain aku”. Dia berkata; “Terimalah, hai laki-laki”. Di tengah aku sedang duduk bersamanya, datang kepadanya penjaga pintu yang bernama Yarfaa lalu berkata; “Apakah kamu membolehkan ‘Utsman, ‘Abdur Rahman bin ‘Auf, Az Zubair dan Sa’ad bin Abi Waqash, mereka minta izin masuk”. ‘Umar menjawab; “Ya”. Lalu dia mengizinkan mereka masuk. Maka mereka masuk dan memberi salam lalu duduk. Begitu juga Yarfaa duduk sebentar lalu berkata; “Apakah kamu juga membolehkan ‘Ali dan ‘Abbas masuk?”. ‘Umar enjawab; “Ya”. Lalu ‘Umar mengizinkan keduanya masuk. Keduanya pun masuk dan memberi salam lalu duduk. ‘Abbas berkata; “Wahai Amirul Mu’minin, putuskanlah antara aku dan orang ini”. Keduanya sedang bertengkar urusan harta yang Allah karuniakan kepada Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam berupa fa’i dari harta Bani an-Nadlir.  Kelompok orang yang bersama ‘Utsman dan para shohabatnya berkata; “Wahai Amirul Mu’minin, putuskanlah perkara mereka berdua dan legakanlah salah seorang diantara keduanya”. ‘Umar berkata; “Tenanglah kalian!. Dan aku aku minta kepada kalian, demi Allah yang dengan izin-Nya tegak langit dan bumi, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam telah bersabda: “Kami tidak mewariskan, Apa-apa yang kami tinggalkan menjadi shadaqah?”. Yang Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam maksudkan (dengan kata kami) adalah diri Beliau sendiri. Kelompok (‘Utsman) berkata; “Ya, Beliau  udah bersabda demikian”. Maka ‘Umar kembali menghadap dan berbicara kepada ‘Ali dan ‘Abbas; “Aku minta kepada kalian berdua, demi Allah, apakah kalian berdua mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaiwasallam telah bersabda seperti itu?”. Keduanya menjawab; “Ya, Beliau sudah bersabda demikian”. ‘Umar kemudian berkata; “Untuk itu aku akan berbicara kepada kalian tentang masalah ini. Sesungguhnya Allah tekah mengkhusukan Rasul-Nya Shallallahu’alaihiwasallam dalam masalah fa’i ini sebagai sesuatu yang tidak Dia berikan kepada siapapun selain Beliau Shallallahu’alaihiwasallam”. Lalu ‘Umar membaca firman  llah (QS Al Hasyr ayat 6 yang artinya: (“Dan apa saja yang dikaruniakan Allah berupa fa’i (rampasan perang) kepada Rasul-Nya dari (harta benda) mereka…) hingga firman-Nya (dan Allah Maha berkuasa atas segala sesuatu”), ayat ini merupakan kekhususan buat Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam. Demi Allah, tidaklah Beliau mengumpulkannya dengan mengabaikan kalian dan juga tidak untuk lebih mementingkan kalian. Sungguh Beliau telah memberikannya kepada kalian dan menyebarkannya di tengah-tengah kalian (kaum Muslimin) dan hingga sekarang masih ada yang tersisa dari harta tersebut. Dan Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam telah memberi nafkah belanja kepada keluarga Beliau sebagai nafkah tahunan mereka dari harta fa’i ini lalu sisanya Beliau ambil dan dijadikannya sebagai harta Allah dan Beliau sudah menerapkan semua ini selama hidup Beliau. Aku tanya kepada kalian, bukankah kalian sudah mengetahui ini semua?”. Mereka menjawab; “Ya. Lalu ‘Umar berbicara kepada ‘Ali dan ‘Abbas; “Aku tanya kepada kalian berdua, bukankah kamu berdua sudah mengetahui ini semua?”. ‘Umar melanjutkan; “Kemudian Allah mewafatkan Nabi-Nya shallallahu’alaihiwasallam, kemudian Abu Bakr berkata; “Akulah wali Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam. Lalu Abu Bakr menjadi yang memegang kepemimpinan, maka dia melaksanakan seperti apa yang dilaksanakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam dan apa yang telah dilakukan oleh Abu Bakr, sungguh Allah mengetahuinya, bahwa aku dalam perkara ini berpendapat bahwa dia orang yang jujur, bijak, lurus dan pengikut kebenaran. Lalu kalian berdua datang kepadaku dan berbicara kepadaku, sedang ucapan kalian satu dan maksud urusan kalian juga satu. Engkau, wahai ‘Abbas, datang kepadaku meminta kepadaku bagian dari anak saudara kamu. Dan orang ini, yang ‘Umar maksud adalah ‘Ali, datang meminta bagian istrinya dari ayahnya. Aku katakan kepada kalian berdua, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam telah bersabda: “Kami tidak mewariskan. Apa-apa yang kami tinggalkan menjadi shadaqah”. Setelah jelas bagiku bahwa aku harus memberikannya kepada kalian berdua maka aku akan katakan, jika memang kalian menghendakinya aku akan berikan kepada kalian berdua namun wajib kalian berdua ingat janji Allah dan ketentuan-Nya bahwa kalian sungguh mengetahui tentang urusan ini apa yang telah Rasulullah shallallahu’alaiwasallam lakukan dan apa yang telah Abu Bakr lakukan, dan juga apa yang telah aku lakukan sejak aku memegang kekuasaan ini dan jika kalian berdua mengatakan berikanlah kepada kami, maka dengan ketentuan seperti itu aku akan berikan kepada kalian berdua. Dan aku ingatkan kepada kalian semua, demi Allah, apakah aku berikan kepada keduanya dengan ketentuan seperti ini. Kelompok ‘Utsman berkata; “Ya”. Kemudian ‘Umar menghadap ‘Ali dan ‘Abbas seraya berkata; “Aku ingatkan kalian berdua, demi Allah, apakah aku memberikannya kepada kalian berdua berdasarkan ketentuan ini?”. Keduanya menjawab; “Ya”. ‘Selanjutnya ‘Umar berkata; “Lalu kalian menghampiri aku agar aku memutuskan perkara ini dengan ketentuan lain. Sungguh demi Allah yang dengan izin-Nya tegaklah langit dan bumi, aku tidak akan pernah memutuskan masalah ini dengan selain ketentuan ini. Seandainya kalian berdua tidak sanggup atasnya maka serahkanlah kepadaku karena sungguh aku akan mengganti kalian untuk mengurus harta itu.”
    • Shahih Bukhari No 6742. Telah menceritakan kepadaku Ismail telah menceritakan kepadaku Ibn Wahb dari Yunus dari Ibn Syihab telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah, bahwa Abdullah bin Abbas radliallahu ‘anhuma berkata, “Uyainah bin Hishn bin Khudaifah bin Badr datang dan singgah menemui anak saudaranya (keponakannya), Al Hurr bin Qais bin Hishn, dan dia termasuk sekian di antara sekelompok orang yang selalu didekati oleh Umar, qurra` (ahli baca alquran), dan selalu mengikuti majlis Umar dan musyawarah musyarahnya, baik yang berusia dewasa atau muda. Kemudian ‘Uyainah berkata kepada keponakannya, ‘Wahai keponakanku, apakah engkau mempunyai kedekatan dengan amir ini sehingga bisa memintakannya ijin untukku sehingga aku bisa menemuinya? Al Hurr bin Qais slalu menjawab, “Baik, aku akan memintakannya ijin untukmu.” Ibn Abbas berkata, “Lantas Al Hurr bin Qais meminta ijin untuk ‘Uyainah. Tatkala Uyainah sudah menemui Umar, ia berkata “Wahai Ibnul khattab, demi Allah, engkau belum memberi pemberian yang banyak kepada kami, dan belum juga engkau berbuat adil diantara kami.” Spontan Umar marah hingga ia ingin menghukumnya. Namun Uyainah mengatakan, “Bebaskan aku dari hukumanmu wahai amirul mukminin, sebab Allah berfirman kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam-Nya: ‘(Maafkanlah, lakukanlah yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang jahil’ (Qs. Al A’raf 199), dan hukuman ini di antara kelakuan orang-orang bodoh. Demi Allah, maka Umar tidak jadi melakukan hukumannya ketika Uyainah membacakan kepadanya, Umar adalah orang yang selalu memegang teguh Kitabullah.”

 

  1. Salah satu sahabat yang paling berani membela Islam dengan Akan selalu membunuh Siapapun yang akan menghancurkan/Menjelekan Islam.
    • Shahih Bukhari No.3257. Telah bercerita kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Makhlad bin Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Dinar bahwa dia mendengar Jabir radliallahu ‘anhu berkata; “Kami pernah berperang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika itu orang-orang Kaum Muhajirin sudah bergabung dan jumlah mereka semakin banyak. Di antara Kaum Muhajirin itu ada seorang laki- laki yang pandai memainkan senjata lalu dia memukul pantat seorang shahabat Anshar sehingga menjadikan orang Anshar ini sangat marah, lalu dia berseru seraya berkata; “Wahai Kaum Anshar”. Laki-laki Muhajirin tadi menimpali dan berseru pula; “Wahai Kaum Muhajirin”. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan bersabda: “Mengapa seruan-seruan kaum jahiliyah masih saja terus dipertahankan? ‘. Kemudian beliau bertanya; “Apa yang terjadi dengan mereka?”. Lalu beliau diberitahu bahwa ada seorang shahabat Muhajirin yang memukul pantat seorang shahabat Anshar. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tinggalkanlah seruan itu karena hal semacam itu tercela (buruk) “. Setelah itu ‘Abdullah bin Ubbay bin Salul berkata; “Apakah mereka (Kaum Muhajirin) tengah mengumpulkan kekuatan untuk melawan kami?. Seandainya kita kembali ke Madinah maka orang yang kuat pasti akan mengusir orang yang hina” (Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengabadikan perkataannya ini dalam QS al-Munafiqun ayat 8). Spontan’Umar berkata; “Tidak sebaiknyakah kita bunuh saja orang tercela ini, wahai Rasulullah!” Yang dimaksudnya adalah ‘Abdullah bin Ubay bin Salul. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak, agar orang-orang tidakberdalih bahwa dia (Muhammad) membunuh shahabatnya’.
    • Shahih Bukhari No.3341. Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; “Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; “Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil”. Maka beliau berkata: “Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil”. Kemudian ‘Umar berkata; “Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: “Biarkanlah dia.Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari target (hewan buruan). (Karena sangat cepatnya anak panah yang dilesakkan), maka ketika ditelitilah ujung panahnya maka tidak ditemukan suatu bekas apapun, lalu ditelitilah batang panahnya namun tidak ditemukan suatu apapun lalu, ditelitilah bulu anak panahnya namun tidak ditemukan suatu apapun, rupanya anak panah itu sedemikian dini menembus kotoran dan darah. Ciri-ciri mereka adalah laki-laki berkulit hitam yang salah satu dari dua lengan atasnya bagaikan payudara wanita atau bagaikan potongan daging yang bergerak-gerak. Mereka akan muncul pada zaman timbulnya firqah/golongan”. Abu Sa’id berkata, Aku bersaksi bahwa aku mendengar hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku bersaksi bahwa ‘Ali bin Abu Thalib telah memerangi mereka dan aku bersamanya saat itu lalu dia memerintahkan untuk mencari seseorang yang bersembunyi lalu orang itu didapatkan dan dihadirkan hingga aku dapat melihatnya persis seperti yang dijelaskan ciri-cirinya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”.
    • Shahih Bukhari No.1267. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah dari Yunus dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepada saya Salim bin ‘Abdullah bahwa Ibnu’Umar radhiyallahu’anhuma mengabarkannya bahwa ‘Umar dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat bersama rambongan untuk mememui Ibnu Shayyad hingga akhirnya mereka mendapatinya sedang bermain bersama anak-anak yang lain di bangunan yang tinggi milik Bani Magholah. Ibnu Shayyad sudah mendekati baligh dan dia tidak menyadari (kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) hingga akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menepuknya dengan tangan Beliau kemudian berkata kepada Ibnu Shayyad: “Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?”. Maka Ibnu Shayyad memandang Beliau lalu berkata: “Aku bersaksi bahwa kamu utusan kaum ummiyyin (kaum yang tidak kenal baca tulis) “. Kemudian Ibnu Shayyad berkata, kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apakah kamu juga bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?”. Maka Beliau menolaknya dan berkata, “Aku beriman kepada Allah dan kepada Rasul-rasulNya”. Kemudian Beliau berkata: “Apa yang kamu pandang sebagai alasan (sehingga mengaku sebagai Rasul). Berkata, Ibnu Shayyad: “Karena telah datang kepadaku orang yang jujur dan pendusta”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Urusanmu jadi kacau”. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, kepadanya: “Sesungguhnya aku menyembunyikan (sesuatu dalam hatiku) coba kamu tebak?”. Ibnu Shayyad berkata: “Itu adalah asap”. Beliau berkata:”Hinalah kamu, dan kamu tidak bakalan melebihi kemampuanmu sebagai seorang dukun. Lalu ‘Umar bin Al Khaththob Radhiyallahu’anhu berkata: “Wahai Rasulullah, biarkanlah aku memenggal leher orang ini!”. Maka Beliau berkata: “Jika dia benar, kamu tidak akan berkuasa atasnya dan bila dia benar maka tidak ada kebaikan buatmu dengan membunuhnya”. Berkata, Salim; Aku mendengar Ibnu ‘Umar Radhiyallahu’anhuma: “Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Ubay bin Ka’ab pergi menuju satu pohon kurma tempat Ibnu Shayyad sebelumnya berada di situ dengan harapan Beliau dapat mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum dia melihat Beliau. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Ibnu Shayyad sedang tertidur dibalik baju tebalnya dengan mendengkur ringan. Dalam keadaan itu ibu dari Ibnu Shayyad melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk di bawah pohon kurma, maka ibunya berkata, kepada Ibnu Shayyad: “Wahai Shaf, (ini nama dari Ibnu Shayyad), Muhammad shallallahu’alaihi wasallam“. Maka Ibnu Shayyad kembali pada keadaannya semula (berbaring). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Seandainya ibunya biarkan, pasti jelaslah persoalannya (dajjal atau bukan)”. Dan Syu’aib berkata; ‘menekannya dengan ramramah (suara halus) atau zamzamah. Sedangkan Ishaq Al Kalbi dan ‘Uqail berkata; “ramramah”. Ma’mar berkata; ramzah
    • Shahih Bukhari No.3684. Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Idris berkata, aku mendengar Hushain bin ‘Abdur Rahman dari Sa’ad bin Ubadah dari Abu ‘Abdur Rahman as-Sulamiy dari ‘Ali radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus aku, Abu Martsad Al Ghanawiy dan Az Zubair bin Al ‘Awwam, yang mana kami adalah penunggang kuda yang ulung. Beliau berkata: “Berangkatlah kalian hingga sampai di sebuah taman yang bernama Khakh, disana ada seorang wanita dari kaum Musyrikin yang membawa sepucuk surat dari Hathib in Abi Balta’ah yang ditujukan untuk kaum Musyrikin”. Maka kami dapati wanita itu sedang berjalan dengan untanya persis seperti apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka kami bertanya; “Mana surat itu?”. Wanita itu menjawab; “Tidak ada surat pada kami”. Maka kami memeriksanya, namun kami tidak melihat adanya sepucuk suratpun. Kami katakan; “Tidak mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdusta. Kamu keluarkan surat itu atau kami akan menggeladah kamu”. Setelah wanita melihat kesungguhan kami, dia melirik pada kain ikat pinggangnya, yaitu yang ternyata surat itu disembunyikan dibalik kain ikat pinggangnya. Akhirnya dia mengeluarkan surat itu. Kemudian kami berangkat menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa surat itu. Lalu ‘Umar berkata; “Wahai Rasulullah, dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dan juga kaum m’uminin. Biarkan aku memenggal leher orang ini”. Kemudian beliau bertanya: “Apa yang mendorongmu berbuat seperti?”. Hathib menjawab; “Demi Allah, tidaklah aku bermaksud untuk tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maksudku, hanyalah agar aku memiliki penjamin di tengah kaum (musyrikin) yang dengannya Allah melindungi keluarga dan hartaku. Juga tidak ada satupun dari shahabat anda melainkan dia punya kerabat di sana yang dengannya Allah akan melindungi keluarga dan hartanya”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Dia benar. Dan janganlah kalian katakan padanya kecuali kebaikan”. Namun ‘Umar tetap berkata; “Dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dan juga kaum m’uminin. Biarkan aku memenggal leher orang ini“Maka beliau bersabda: “Bukankan dia termasuk ahlu Badar. Dan Allah telah mendatangi Ahlu Badar dan berfirman: “Silakan kalian berbuat apa yang kalian suka karena telah wajib bagi kalian untuk masuk ke dalam surga” atau: “Sungguh Aku telah mengampuni kalian”. Maka air mata ‘Umar bercucuran lalu berkata; “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”.
    • Shahih Bukhari No 6421. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Hisyam Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dai Abu Sa’id mengatakan; Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang membagi (harta rampasan), tiba-tiba Adbdullah bin Dzil huwaishirah At Tamimi datang seraya menegur Nabi;’Hendaklah engkau berbuat adil! ‘ Spontan Nabi menjawab: “siapa lagi yang berbuat adil jika aku tak berbuat adil?” Umar kemudian berujar; ‘Biarkan aku yang memenggal lehernya! Nabi bersabda; “Biarkan saja dia, sebab dia mempunyai beberapa kawan yang salah seorang diantara kalian meremehkan shalatnya dibanding dengan shalatnya, dan meremehkan puasanya dibanding puasanya, mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busur, ia melihat bulu anak panahnya namun tak ada apa-apa, kemudian memperhatikan mata anak panahnya namun tidak ditemukan apa-apa, kemudian melihat kain panahnya namun tidak didapatkan apa-apa, dan telah didahulu oleh kotoran dan darah. Tanda-tanda mereka adalah salah satu diantara kedua tangannya -atau- diantara kedua putingnya seperti puting kaum perempuan atau ia seperti daging yang bergerak-gerak, mereka muncul ketika manusia mengalami perpecahan.” Sedang Abu Sa’id mengatakan; aku bersaksi bahwa aku mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shallallahu ‘alaihi wasallam, dan aku bersaksi bahwa ‘Ali membunuh mereka dan aku bersamanya ketika didatangkan seseorang yang ciri-cirinya seperti yang disifatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas diturunlah ayat; ‘Diantara mereka ada yang mengolok-olokmu karena sedekah yang kamu infakkan’ (QS. Attaubah 58).
  2. Orang yang membenarkan Abu Bakar dalam menegakan Agama Alloh & Rhosulnya dengan memerangi Orang yang murtad tidak mau membayar zakat setelah Rhasullulloh Wafat.
    • Shahih Bukhari No 6413. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Uqail dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah, bahwasanya Abu Hurairah mengatakan; Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, beberapa orang arab menjadi kafir, lalu Umar bertanya; ‘Hai Abu bakar, bagaimana engkau memerangi manusia padahal Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Saya diperintahkan memerangi manusia hingga mereka mengucapkan laa-ilaaha-illallah, siapa yang telah mengucapkan laa-ilaaha-illallah, berarti ia telah menjaga kehormatan darahnya dan jiwanya kecuali karena alasan yang dibenarkan dan hisabnya kepada Allah.” Abu Bakar menjawab; ‘Demi Allah, saya akan terus memerangi siapa saja yang memisahkan antara shalat dan zakat, sebab zakat adalah hak harta, Demi Allah, kalaulah mereka menghalangiku dari anak kambing yang pernah mereka bayarkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, niscaya aku perangi mereka karena tidak membayarnya.’ Umar kemudian berkata; ‘Demi Allah, tiada lain kuanggap memang Allah telah melapangkan Abu Bakar untuk memerangi dan aku sadar bahwa yang dilakukannya adalah benar.
  3. Orang yang peduli Politik utk menyelamatkan umat islam dari perebutan kekluasaan setelah rahasullulloh wafat.
    • Shahih Bukhari No 6679. Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, ia mendengar khutbah Umar yang terakhir ketika dia duduk diatas minbar, itu terjadi keesokan harinya setelah kewafatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Umar mengucapkan syahadat sedang Abu Bakar diam membisu tidak berbicara sama sekali. Kata Umar; ‘aku sangat berharap seandainya Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam masih hidup hingga beliau hidup di belakang kita.’ -Maksud Umar adalah seandainya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang meninggal terakhir kali diantara para sahabat.- ‘meskipun Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam telah meninggal, tapi sesungguhnya Allah ta’ala telah menjadikan cahaya ditengah-tengah kalian yang bisa kalian jadikan untuk petunjuk. Allah telah menganugerahkan petunjuk kepada Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam, dan sesungguhnya Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, satu diantara  dua orang (yang bersama beliau di gua tsur), dia adalah manusia yang paling utama untuk memegang amanat kepemimpinan urusan kalian, maka berdirilah kalian dan berbaiatlah kepadanya.’ Sebagian diantara mereka ketika itu telah berbaiat kepadanya sebelum  oment itu di Saqifah Bani Sa’idah, dan itulah bai’at umum diatas minbar. Az Zuhri mengatakan, dari Anas bin Malik, aku mendengar Umar mengatakan kepada Abu bakar ketika itu; “Naiklah engkau ke minbar!” Umar tiada henti-hentinya membujuknya hingga Abu bakar naik minbar, serta merta manusia secara umum berbaiat kepadanya.

Referensi;

0071. “INNA LILLAHI WA INNAA ILAIHI RAJI’UN” ULAMA YANG KUKAGUMI, KH. MAIMUN ZUBAIR, BELIAU TELAH WAFAT DI TANAH SUCI MEKKAH, SELASA/ 06 AGUSTUS 2019 (05 Dhulhijah 1440H), JAM 08.17 WIB.

semua

10 Agustus 2019,

Hanya Orang Cerdas yang Mengingat Mati

Dengan mengenang wafatnya Mbah Maimun Zubair, semoga kita termasuk golongan orang orang yang cerdas yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya sesuai hadist yang diriwayatkan sahabat Ibnu Umar RA sebagai berikut ”Aku datang menemui Nabi Muhammad SAW bersama 10 orang, lalu salah seorang Anshar bertanya, siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia wahai Rasulullah? Nabi menjawab, orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan.” (HR Ibnu Majah)

Perbedaan terbesar orang yang mengingat kematian dengan tidak ialah terletak pada kehati-hatian bersikap, kerendahan hati, keikhlasan, amal kebaikan, Perjuangan-nya dan kezuhudannya. Harta, tahta, kata, dan cinta dunia yang ia miliki tak mempengaruhi pandangannya terhadap semua manusia. Ia memahami manusia sama-sama sebagai makhluk ciptaan Allah yang akan kembali pada-Nya dan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya. Hanya tingkatan takwa yang membedakan kedudukan masing-masing manusia.

Ia tak segan menguras harta untuk membantu kesusahan orang lain. Jabatan atau tahta, ia fungsikan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan seluruh rakyat dan bukannya malah membebani hidup rakyat. Cinta, kata, serta popularitas, ia gunakan untuk melakukan banyak pencerahan agar kehidupan masyarakat terangkat lebih baik.

Mengingat kematian akan melembutkan hati yang keras, kaku, dan beku. Syafiah RA mengisahkan seorang perempuan mengadu kepada Aisyah RA tentang kekerasan hatinya, lalu Aisyah berkata, ”Per banyaklah mengingat kematian niscaya hatimu menjadi lembut.” Kemudian perempuan itu melakukannya sehingga hatinya menjadi lembut.

Terus Terang saja, saya secara pribadi belum pernah ketemu beliau apalagi nyantri di tempat beliau. Saya hanya sering mendengarkan pengajian beliau lewat you tube.  Saya juga sering mendengarkan ceramah murid beliau Gus Baha, Putra Beliau Gus ghofur, Gus Najih, dll di you tube. Betapa luas-nya dan dalam-nya ilmu beliau. Penyampaian ceramah sangat enak didengar dan sejuk dihati ( penyampaian dengan kasih sayang, penuh kedamaian dan jauh dari hasut dan permusuhan).  Beliau adalah ulama yang patut menjadi teladan dan sangat representatif buat contoh Indonesia yang majemuk (Bhineka Tunggal Ika) dan dijaman sekarang ini yang serba materi. Beberapa testimoni  ceramah dari Gus Najih (Putra-nya) dan Gus Mus pada 3 hari setelah wafatmya dirumah KH Maimun Zubair, di Sarang Rembang, saya yakin beliau adalah salah satu ulama yang sholeh lahir dan batin. Semoga Alloh melahirkan Ulama seperti beliau setelah wafatnya.

Salah satu wejangan penting Mbah MaimunTidak semua orang yang pintar/cerdas/intelektual itu adalah orang yang benar/lurus, Tidak semua orang yang benar/lurus adalah orang pintar/cerdas/intelektual. Banyak orang pintar cerdas/intelektual tapi tidak benar/lurus. Dan banyak orang benar/lurus meski pun dia tidak/bukan orang pintar/cerdas/intelektual. Namun dari pada jadi orang pintar/cerdas/ intelektual tapi tidak benar/lurus lebih baik menjadi orang benar / lurus meskipun dia tidak pintar/cerdas/intelektual. Ada yang lebih hebat/bagus yaitu menjadi orang yang pintar/ cerdas/intelektual yang selalu berbuat benar/lurus. Membuat pintar/cerdas/intelektual orang yang benar/lurus itu lebih mudah dari pada membuat orang pintar/cerdas/intelektual menjadi orang yang benar / lurus. Membuat orang cerdas/pintar/intelektual menjadi orang yang benar/lurus itu membutuhkan kejernihan/kebeningan hati dan keluasan jiwa…!”

 Beberapa Nasehat dan Pesan pesan  penting lain-nya dari KH Maimun Zubair ;

  1. Perbedaan tak perlu dibesar besarkan sehingga kita bisa hidup rukun, yang penting kita umat islam itu “Habluminalloh” harus dikuatkan dan “Habluminannass” harus dijaga dengan baik (Harlah NU’91)
  2. Kalau memilih istri itu jangan yang terlalu mengerti dunia (Materi), Karena seberapa sholeh anakmu tergantung sesholehan apa ibunya (Nek milih bojo iku sing ora patiyo ngerti ndunyo, mergo sepiro anakmu sholeh, sepiro sholehe ibune)
  3. Mereka yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam adalah mereka yang tidak memahami sejarah bangsa Indonesia
  4. Mengharamkan Bank sama dengan mengharamkan Terjemah Alquran
  5. Sebaik baik perhiasan adalah istri yang sholihah, sebaik baik harta adalah anak yang sholeh-sholihah pula. inilah kenikmatan akherat yang kelak akan dialami keluarga mukmin.
  6. Walaupun berguru pada kyai arab, jangan menyepelekan kyai Jawa, Sikap macam itu tidak saja bisa memusnahkan Kyai Jawa, tapi juga memusnahkan Kyai Arab sekaligus. Disini punah, disana juga punah.
  7. Semua hal tentang dunia telah dibuka oleh Tuhan. Segala sesuatu (sampai hal detail sekalipun) bisa diraih karena sudah tahu rahasia ilmunya, sehingga orang orang disuruh tawakkal susah, padahal bila mau tawakkal pasti dicukupi oleh Tuhan.
  8. Semua barang itu akan hilang, orang makan daging juga akan hilang dagingnya, tetapi ada yang tidak hilang yaitu Ruh, ini pemberian langsung dari Alloh tanpa Process.
  9. Yang paling hebat bagi seorang Guru adalah mendidik dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar.
  10. Wong iku seng apik ora keno nyepelek’ake doso senajan cilik, lan ora keno anggak karo amal sanajan akeh amale (Orang yang baik itu tidak menyepelekan dosa meskipun kecil dan tidak sombong ketika punya amal meskipun banyak).
  11. Nak, kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kyai kamu harus tetap usaha, harus punya usaha sampingan biar hati kamu nggak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran orang lain, karena usaha yang dari hasil keringatmu sendiri itu barokah.
  12. Jangan Meniru ayam punya sayap tapi tidak bisa terbang.
  13. Nek arep ngomong ojo waktu Jengkel.
  14. Termasuk orang yang baik itu, orang yang tidak bisa ngaji tetapi senang berkumpul dengan orang yang bisa mengaji.
  15. Jika engkau bukanlah seorang yang menguasai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak anakmu. Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada dialam kuburmu.
  16. Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Iklasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik… masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Alloh. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.
  17. Sampain ini jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampaian saja belum pasti masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain.
  18. Kanggone wong islam, nak susah yo disabari, nak bungah disyukuri (Untuk orang Islam, saat susah harus disabari dan saat suka atau bahagia disukuri)
  19. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti sesama makhuk hidup, setidaknya itu akan menjadi sedekah untuk dirimu.
  20. Kalau saya melihat laskar FPI, saya teringat GP anshor tahun 1948 sampai 1965, Ghirohnya tinggi. Mbah hasyim dan Mbah Wahab itu orangnya TEGAS.. Berani, Jelas Idzhar
  21. Saya tidak ada ragu. NU ini mem,ang harus nasionalis. NU tidak dimiliki satu kelompok tapi harus dimiliki seluruh Nasional. Ini organisasi yang menjadi Pilar Bangsa Indonesia. PBNU itu Pancasila, Bhioneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Kalau NU sudah nasionalis, saya yakin Indonesia akan Baldatun Toyyibatun Warabbun Ghofur.
  22. Jangan mudah berburuk sangka agar hatimu tidak gelap dan tidak sengsara.
  23. Manusia yang bagus itu tak berubah sikapnya dikala senang maupun susah.
  24. Dalane Swargo iku ILMU, Isone enthuk ilmu itu NGAJI, ngaji seng coro ulama utowo kyai modern yo modern tapi ojo lali NGAJI senajan seminggu pisan.
  25. Sebaik baiknya dunia itu ketika dipisah antara baik dan buruk, sebaliknya seburuk buruknya dunia ketika bercampur antara baik dan buruk (Apik apike donyo iku nalikone pisah antarane apik lan olo. Sakwalik’e elek elek’e donyo iku nalikane campur antarane apik lan olo).
  26. Banyak yang membaca Alquran karena tujuan mencari uang sehingga kurang memperhatikan ilmu ilmu menbaca Alquran seperti membaca Makhraj dan tajwid yang benar.
  27. Sebaik apapun benih ditanam jika ladang gersang takkan tumbuh padi yang baik.
  28. Jangan terlalu benci nanti malah nempel
  29. Harus berani tampil kuat meski sebenarnya pengen nangis
  30. Aku suka dengan orang yang tidak begitu mengurusi harta dunia
  31. Kalau punya keinginan tapi kok belum mampu maka jangan terlalu dipikir supaya tidak cepat mati.
  32. Santri kalau sudah pulang kampung dari tempat belajar / pondok pesantren harus berani istikomah.
  33. Orang ketika keluar dari kandungan sang ibu harus susah, sedangkan keluar dari dunia yaitu meninggal harus senang ini alamatnya orang akan senang.
  34. Dadi santri kudu nduweni ilmu njobo – ilmu njero; ilmu njobo kanggo serawungan karo masyarakat, ilmu njero kanggo awake dewe.
  35. Indonesia ini lain dari yang lain. Jika disana muslim diumpamakan phon kurma, disini seorang muslim seperti Padi Padian.
  36. Termasuk tanda kiamat itu ketika orang sudah tidak mau bertani karena untungnya sedikit..
  37. Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunah-nya, bukan karena panjang shalat malam-nya, tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.
  38. Sekarang ini zaman generasi milenial, bukan zaman nabi, maka berdakwalah dengan mengikuti zaman, agar islam tetap jaya sampai kiamat.
  39. Perbedaan pilihan dalam memilih pemimpin itu diperbolehkan, yang penting tidak timbul permusuhan.
  40. Sanad keilmuan itu penting. Karena itu pokok dan menjadi syarat bahwa ilmu benar benar berasal dari Nabi Muhammad .
  41. Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah… barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu diakherat.
  42. Beritahukan kepada para santri dan alumni bahwa saya mendukung calon presiden nomer urut satu (Bapak Joko Widodo, diriwayatkan oleh kang asyrof santri ndalem beliau).
  43. Uang mahar itu berkah kalau buat modal usaha, jadi nanti kalau kamu nikah, usahakan uang maharnya yang banyak, nanti setelah nikah, kamu bisa minta izin istrimu untuk menggunakan uang mahar tersebut buat modal usahamu, inysaaAlloh usahamu BAROKAH.
  44. Besok kalau sudah berumah tangga, setiap mau masuk rumah jangan lupa baca surat al iklas meskipun hanya sekali.
  45. Dll (Masih banyak sekali….lainya yang tidak bisa ditulis disini…)

Cisitu Lama I, Bandung