0080. Silahkan Renungi “14 Pertanyaan PIERE VOGEL (Orang Jerman) dibawah ini yang Membuat Dunia Barat dan Amerika Malu” SIAPAKAH TERORIS YANG SEBENARNYA? “Apakah BRENTON TARRANT yang menayangkan penembakan-nya 15 Maret 2019 lalu di masjid al-Noor dan Linwood New Zeland dengan korban 51 orang meninggal bisa disebut Teroris yang Sebenarnya? Pembantaian Etnis Rohingya Sekitar 6.700 orang tewas dalam waktu sebulan, kata MSF, apakah bisa disebut Teroris juga?? Perang yang dimotori negara2 Barat dan Amerika dinegara negara timur tengah, siapa korban-nya? Apakah kaum Muslimin? Apakah Dunia Barat dan Amerika Tidak MALU ???? Perang di Suriah Lebih dari 370.000 Orang Tewas,13 juta warga Suriah mengungsi. Konflik di Yaman 10.000 Orang Tewas, Korban perang Irak 460.000 jiwa lebih tewas sejak invasi pasukan Amerika Serikat pada tahun 2003 hingga pertengahan 2011 dan Alasan Irak diserang karena Punya Senjata Kimia adalah salah dan CIA Mengakui Laporannya Menyebabkan Irak Diserang,, 1000 orang tewas akibat perang yang melanda Libya, Data PBB Sebut Israel Pembunuh Anak Terbesar di Dunia, Sangat menyedihkan….Dunia yang sudah mau kiamat aja, masih ada Perang ?? Apa gunanya PBB ??, Apa hebatnya Amerika sebagai polisi dunia, yang tidak bisa menghentikan PERANG ?? Jaman Jahiliyah dan Jaman Modern sekarang ini tidak ada beda-nya siapa yang Kuat, Dialah yang Menang (Hukum Rimba), hanya caranya yang berbeda…

06 Desember 2019,

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar”

14 Pertanyaan PIERE VOGEL (Orang Jerman) ini Membuat Dunia Barat dan Amerika Malu”

  1. Siapakah yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tentram hanya untuk kepentingan expansi? Apakah kaum Muslimin?
  2. Siapakah yang menyulut Perang Dunia I ? Apakah kaum muslimin?
  3. Siapakah yang menyalakan Perang Dunia II ? Apakah kaum muslimin?
  4. Siapakah yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajah terlebih dahulu? Apakah Kaum Muslimin?
  5. Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil? apakah kaum Muslimin?
  6. Siapakah yang membantai 20 juta jiwa penduduk asli Australia? Apakah kaum muslimin?
  7. Siapakah yang membantai lebih dari 100 Juta suku indian merah dibenua Utara Amerika? Apakah Kaum Muslimin?
  8. Siapakah yang membantai lebih dari 50 juta Indian merah  dibenua Selatan Amerika? Apakah kaum muslimin?
  9. Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 Juta manusia dari afrika sebagai budak (aparteid)? Diantara 77% dari mereka mati diperjalanan dan dikubur dilautan atlantik? Apakah Kaum Muslimin?
  10. Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta merampas minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba, menodai oposisinya, menyebarkan fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian? Apakah Kum Muslimin?
  11. Siapa rentenir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasien-nya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya? Apakah Kaum Muslimin?
  12. Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga palestina dari tahun 1948 hingga sekarang? Apakah kaum Muslimin?
  13. Siapa Pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat Nilai dollar menjadi tinggi hingga negara tersebut tak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai assetnya? Apakah kaum Muslimin?
  14. Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agama-nya atau membakar kitab-nya? Apakah kaum Muslimin?

Tidak… Semua itu tidak dilakukan oleh kaum muslimin…!!! Sebelumnya, kamu harus tentukan apa definisi teroris dengan benar. Jika suatu kesalahan dilakukan oleh non muslim, hal itu hanya disebut tindak kriminal.

Akan tetapi, ketika kesalahan yang sama dilakukan seorang muslim, ia langsung di vonis sebagai teroris. Maka dari itu, janganlah kamu membandingkan sesuatu dengan standar ganda. Dengan begitu, akan kamu ketahui siapa teroris sebenarnya…

Referensi :

  1. http://duniamuallaf.blogspot.com/2016/03/pierre-vogel-mualaf-jerman-sebelum.html
  2. https://www.youtube.com/watch?v=7HjyvExhk6w
  3. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-42351386
  4. https://www.voaindonesia.com/a/tersangka-pelaku-penembakan-masjid-selandia-baru-dikenai-dakwaan-terorisme/4926113.html
  5. https://internasional.kompas.com/read/2019/03/15/17513181/delapan-tahun-perang-di-suriah-lebih-dari-370000-orang-tewas?page=all
  6. https://www.bbc.com
  7. http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/who-hampir-1000-orang-tewas-dalam-3-bulan-perang-saudara-di-libya/
  8. https://jateng.sindonews.com/read/7342/1/data-pbb-sebut-israel-pembunuh-anak-terbesar-di-dunia-1564416463
  9. https://www.liputan6.com/global/read/58268/cia-mengakui-laporannya-menyebabkan-irak-diserang

0079. KENAPA AMALAN “ORANG2 KAFIR” ITU “SIA-SIA???” KARENA “ORANG2 KAFIR ITU TIDAK BERIMAN, MENUHANKAN SELAIN ALLOH (MEMPERSEKUTUKAN), BENCI PADA ALQURAN, MENGHALANG HALANGI MANUSIA DARI JALAN ALLOH SERTA MEMUSUHI NABI MUHAMAD”, LIHAT BUKTI2 KATA2 MEREKA DALAM ALQURAN (1. Tidak Beriman (a. Tidak Percaya Akherat, b. Tidak Percaya Kepada Hari Kebangkitan (Kiamat), c. Tidak Percaya kepada Para Nabi, d. Tidak Percaya Kepada Kitab), 2. Menuhankan Selain Alloh, 3. Benci pada Alquran, 4. Menghalang halangi Manusia dari jalan Alloh, 5. Memusuhi Nabi Muhammad),

06 Desember 2019,

” subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar”

  1. TIDAK BERIMAN

QS AL AHZAB:19, Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya

TIDAK PERCAYA KEPADA AKHERAT,

    • Saba’, 29. Dan mereka berkata: “Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?.”
    • Al Mu’minuun, 33. Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia.
    • An Naml, 71. Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: “Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar.
    • Ar-Rum [30] : 16, Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).
    • Al-An’am:29-30, Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, da kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.’ Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Rabbnya (tentulah kamu melihat peristiwa yang meng-harukan). Berfirman Allah,’ Bukankah (kebangkitan) itu benar,’ Mereka menjawab,’ Sungguh benar, demi Rabb kami.’ Berfirman Allah, ‘Karena itu rasakanlah adzab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)
    • As Sajdah, Sebuah perbandingan antara mukmin dan kafir, 12. Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” 
    • QS AL ARAF:147, Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.

TIDAK PERCAYA HARI KEBANGKITAN (KIAMAT),

    • An Naazi´aat, 10. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?[1551] Asbabun nuzul [1551]. Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu
    • An Naml, 67. Berkatalah orang-orang yang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
    • Saba’, 7. Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya). “Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki[1234] yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru?
    • Ar Ra’d, 5. Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
    • Saba’, 3. Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami.”
    • An Naazi´aat, 42. (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?[1552] Asbabun nuzul , [1552]. Kata-kata ini mereka ucapkan adalah sebagai ejekan saja, bukan karena mereka percaya akan hari berbangkit.

TIDAK PERCAYA KEPADA KITAB,

    • Al Furqaan, Tuduhan-tuduhan palsu dari orang-orang kafir terhadap Al Quran, 4. Dan orang-orang kafir berkata: “Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain’
    • Al Ahqaaf, 11. Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya[1387]. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama.
    • Fushshilat, 26. Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.”
    • Fushshilat, 14. Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang mereka[1331] (dengan menyerukan): “Janganlah kamu menyembah selain Allah.” Mereka menjawab: “Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya.”
    • Saba’ , 43. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata: “Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu”, dan mereka berkata: “(Al Quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja.” Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
    • Saba’, 31. Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.
    • As Sajdah, 3. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya.
    • Al An’aam, 25. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.”
    • Yaasiin, 47. Dan apabila dikatakakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata.”

TIDAK PERCAYA KEPADA NABI,

    • Ar Ra’d, 43. Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul.” Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab”
    • Ar Ra’d, Penentang-penentang Rasul pasti akan hancur, 32. Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu.
    • Ar Ra’d, 27. Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan[773] siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”
    • Ar Ra’d, 7. Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
    • Yunus, 2. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.” Orang-orang kafir berkata: “Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.
    • Shaad, 4. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta.
    • Al ‘Ankabuut , 50. Dan orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat- mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata
    • Al Qashash , orang-orang kafir selalu mengingkari bukti, sekalipun dahulu dimintanya, 48. Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran[1126] dari sisi Kami, me- reka berkata: “Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?.” Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: “Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu.” Dan mereka (juga) berkata: “Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu.”, [1126]. Yang dimaksud dengan kebenaran di sini ialah Al Quran.
    • Al A’raaf, 90. Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi.
    • Al A’raaf , 66. Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta.”
    • Al Israa’ Keingkaran orang-orang kafir, dan bantahan terhadapnya, 94. Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka: “Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?”
    • Al Hijr, 6. Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila[792]. [792]. Kata-kata ini diucapkan oleh orang-orang kafir Mekah kepada Nabi s.a.w. sebagai ejekan.
    • Huud, 27. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.
    • Al Furqaan, Keheranan orang kafir tentang diutusnya rasul dari manusia biasa. 7. Dan mereka berkata: “Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?,
    • Al Mu’minuun, 24. Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

  1. MENUHANKAN SELAIN ALLOH (MEMPERSEKUTUKANYA = MUSYRIK)
    • At Taubah, 30. Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
    • QS AL ANAM:88, Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
    • At Taubah, 17. Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
    • QS AZ ZUMAR:65, Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
  1. BENCI PADA ALQURAN
    • QS MUHAMMAD:9, Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka

  1. MENGHALANG HALANGI MANUSIA DARI JALAN ALLOH,
  2. DAN MEMUSUHI NABI MUHAMMAD
    • QS MUHAMMAD:32, Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.

Mari kita selalu memohon Doa Agar kita diselamatkan dan digolongkan dalam Orang2 yang Amalan-nya diterima oleh Alloh dan bermanfaat untuk Dunia dan akherat. AAmiin.

Cisitu lama Bandung

 

0078. Amal Orang “KAFIR” Dalam Alquran; 1. Adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun, 2. Sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, 3. Seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang, 4. Alloh menjadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan, 5. Orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, 6. Tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu, 7. Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka, 8. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat…,

09 November 2019,

Asssalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh “Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, mubarakan alaihi kama yuhhibu robbuna wa yardo”

“QS An Nuur (24), Ayat 39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya[1042]. [1042]. Orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapatkan balasan dari Tuhan di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapatkan balasan atas amalan mereka itu”.

Sering dalam kehidupan sehari-hari kita mendapati orang-orang non muslim yang berlaku baik, seperti ia sangat menghargai waktu, memiliki etos kerja tinggi, memiliki sifat dermawan kepada sesama, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Namun, sekali lagi melalui ayat ini seolah Allah ingin mempertegas bahwa apa yang mereka (orang kafir) lakukan itu tidak bernilai di sisi Allah. Mengapa? Karena orang kafir beramal tidak didasarkan atas iman.

Ada sebuah analogi sederhana untuk membuktikan betapa sia-sianya amal tanpa dilandasi keimanan. Jika ada seseorang bekerja untuk perusahaan A, lantas ia menginginkan gaji dari perusahaan B. Apakah perusahaan B akan memberikan gaji kepada seseorang yang tidak bekerja untuk perusahaannya? Seseorang tersebut ibarat orang kafir, ia beramal untuk Tuhan selain Allah, apakah mungkin Allah memberikan Surga-Nya untuk orang kafir?

Dalil2 dalam Alquran mengenai amalan orang kafir

  1. QS Ali ‘Imran, Ayat-ayat untuk menenteramkan hati Nabi Muhammad s.a.w., 176. Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir[252]; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. [252]. Yakni: orang-orang kafir Mekah atau orang-orang munafik yang selalu merongrong agama Islam.
  2. QS Al Baqarah, 217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah[134]. Dan berbuat fitnah[135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [134]. Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah.” Pendapat Ar Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam. [135]. Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin.
  3. QS Muhammad, 32. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.
  4. QS Muhammad, 8. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.
  5. QS Muhammad, 9. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.
  6. QS Muhammad, 28. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.
  7. QS Al Mu’min, 50. Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang.” Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu.” Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
  8. QS Al Mu’min, 25. Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka.” Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
  9. QS Ibrahim, 18. Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
  10. QS Al Maa’idah, 5. Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan[402] diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. [402].
  11. QS Ar Ra’d, 14. Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya[769]. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. [769]. Orang-orang yang mendoa kepada berhala dimisalkan seperti orang yang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke air supaya air sampai ke mulutnya. Hal ini tidak mungkin terjadi karena telapak tangan yang terbuka tidak dapat menampung air. Ada yang mengatakan wanita-wanita yang merdeka.
  12. QS At Taubah, orang-orang yang layak memakmurkan masjid, 17. Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
  13. QS Ali ‘Imran, 91. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
  14. QS Al Maa’idah, 36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.
  15. QS Al Ma´aarij, 11. sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.
  16. QS Al Furqaan, 23. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan[1062], lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [1062]. Yang dimaksud dengan amal mereka disini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia Amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman.
  17. QS Ali ‘Imran Pembalasan terhadap orang-orang yang membunuh nabi-nabi 21. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. 22. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.
  18. QS Al A’raaf, 147. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan
  19. QS Ali ‘Imran, 85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Menjadi muslim adalah nikmat dan anugerah, namun tugas kita adalah menjaga diri untuk tetap menjadi muslim sampai akhir hayat. Jangan sampai kita telah menerima hidayah Islam tapi mati tidak dalam keadaan muslim. “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.Ali Imran:102)

Datangnya ajal bukan ditangan kita, namun Allah selalu berpesan untuk jangan mati kecuali dalam keadaan muslim. Karena kita tidak pernah tau kapan kematian itu akan datang, maka jangan pernah keluar dari garis Islam. Jangan pernah terlepas dari naungan Islam karena kematian bisa datang kapan saja.

Pesan untuk menjaga keislaman hingga akhir hayat itu begitu penting, hingga wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub as kepada putra-putranya adalah agar mereka tidak mati kecuali dalam keadaan muslim. Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya‘qub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah Memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.al-Baqarah:132)

Begitupula Nabi Yusuf as. Disaat beliau berada dipuncak kekuasaan negeri Mesir, permintaan terakhirnya kepada Allah adalah agar dirinya tidak mati kecuali dalam keadaan muslim. Wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (QS.Yusuf:101)

Ketika tukang sihir Fira’un dikalahkan oleh Nabi Musa as, mereka langsung beriman kepada Nabi Musa dan tidak memperdulikan ancaman Fir’aun yang akan menyiksa mereka. Doa mereka hanyalah berharap untuk menjadi muslim hingga akhir hayat. Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan Muslim (berserah diri kepada-Mu).” (QS.al-A’raf:126)

Semua kisah diatas dimulai dari wasiat Nabi Ibrahim dan Ya’qub as kepada putranya, doa Nabi Yusuf dan doa para penyihir Fir’aun mengajarkan kepada kita untuk tidak mati kecuali dalam keadaan muslim.

Maka marilah kita selalu menjaga islam kita dengan mengikuti ketentuan Allah swt. Karena kematian sewaktu-waktu akan datang tanpa kita duga

Cisitu Lama, Bandung

0077. 8 (DELAPAN) KEJADIAN/TAHAPAN MANUSIA SETELAH MATI (1. Yaumul Barzah, 2. Yaumul Ba’ats, 3. Yaumul Mahsyar, 4. Yaumul Hisab, 5. Yaumul Mizan, 6. Melewati Shirotal, 7. Syafaat, 8. Surga dan Neraka)

29 September 2019,

Asssalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh,

” Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, mubarakan alaihi kama yuhhibu robbuna wa yardo”

YAUMUL BARZAH (HARI HARI DALAM KUBUR)

  1. ALAM KUBUR MENAKUTKAN
    • Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata, “Kebiasaan Utsman Radhiyallahu anhu jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau, ‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah; dihasankan oleh syaikh al-Albâni]
    • Karena fase setelah kubur lebih mudah bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah kiamat agar aku kembali ke keluarga dan hartaku.” Sebaliknya, orang-orang kafir, ketika melihat adzab pedih yang disiapkan Allâh Azza wa Jalla baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan
  2. GELAPNYA ALAM KUBUR
    • Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll]
  3. HIMPITAN ALAM KUBUR
    • Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan an-Nasâ’i diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“inilah yang membuat ‘arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah ; Lihat Misykâtul Mashâbîh 1/49; Silsilah ash-Shahîhah, no. 1695]
    • Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya kubur memiliki himpitan yang bila seseorang selamat darinya, maka (tentu) Saad bin Muâdz telah selamat. [HR. Ahmad, no. 25015; 25400; Dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni di dalam Shahîhul Jâmi’ 2/236]
    • Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka bocah ini pasti selamat [Mu’jam ath-Thabrani dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhu dengan sanad shahih dan riwayat ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jâmi, 5/56]
  4. FITNAH (UJIAN) KUBUR
    • Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”. Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga. Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”. Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”. Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”. [Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]. Dari hadits yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa pertanyaan dalam kubur berlaku untuk umum, baik orang Mukmin maupun kafir.
  5. ADZAB DAN NIKMAT KUBUR
    • SEBAB-SEBAB SIKSA KUBUR[1]
      • Tidak menjaga diri dari air kencing dan mengadu domba, “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas c)
      • Menyebar Kebohongan, Menyebar kebohongan adalah salah satu dosa besar namun sering kita jumpai di masyarakat. Orang-orang yang gemar menyebarkan kebohongan ini kelak di alam kubur akan mendapatkan siksa dengan gergaji dari kepala hingga tengkuknya.
      • Enggan Membaca Alquran, Orang-orang yang enggan membaca Alquran akan mendapatkan siksa didalam kuburnya dengan cara dipukul batu dibagian kepalanya. Untuk itu, mengapa kita perlu membaca Alquran? karena selain mendapatkan pahala kita juga dapat terhindar dari siksa kubur yang mengerikan ini.
      • Zina, Perzinaan seolah-olah sudah mendarah daging dari zaman dahulu hingga sekarang. Bahkan dizaman sekarang ini, perzinahan sudah banyak dilakukan secara terang-terangan. Hal ini terbukti dari diizinkannya tempat-tempat hiburan malam yang penuh maksiat dan sebagainya.Padahal orang-orang yang berbuat zina akan dipanggang diatas pengapian yang sangat panas, Na’udzubillah.
      • Riba, Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Kelak, para pemakan riba akan mendapat siksa berupa ditenggelamkan didalam sungai darah dengan dilempari batu. Tidak menutupi diri ketika buang hajat
      • Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya.“Sesungguhnya mayit itu akan diazab karena ratapan keluarganya.” (Muttafaqun ‘alaih)
    • HAL-HAL YANG MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR
      • MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH DARI FITNAH DAN ADZAB KUBUR. memanjatkan doa kepada Allah agar dihindarkan dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: [1] siksa neraka jahannam, [2] siksa kubur, [3] penyimpangan ketika hidup dan mati, [4] kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim). Doa yang disarankan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca sebagai doa pelindung siksa kubur adalah doa berikut ini. “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.” Yang mana doa tersebut memiliki arti, “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim)
      • MEMBACA ALQURAN SURAT AL MULK (QS 67), Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai)
      • ORANG-ORANG YANG TERPELIHARA DARI UJIAN DAN SIKSA KUBUR
        • Pertama : Orang yang mati syahid. an-Nasâ’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Ya Rasûlullâh, mengapa kaum Mukmin diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Shahîhul Jâmi’ 4/164]
        • Kedua : Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah, Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allâh. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.” [HR. Tirmidzi dan Abu Dawud; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Misykâtul Mashâbîh 2/355]
        • Ketiga : Seseorang yang meninggal hari Jum’at, Dalam hadits Abdullah ibn Amru, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” [HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35]
        • Keempat : Seseorang yang meninggal karena sakit perut. Abdullah bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar.’ [HR. an-Nasa’i dan Tirmidzi; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

YAUMUL BAT’S, HARI KEBANGKITAN

  1. PENGERTIAN AL BA’TS
    • Yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati pada waktu terompet ditiup pada tiupan yang kedua. Lalu manusia akan berdiri menghadap Rabbul ‘Alamiin dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang tanpa penutup, dan belum dikhitan. Allah Ta’ala berfirman” Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya. [al Anbiya’/21 : 104].”[1]. Allah berfirmam “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). [az Zumar/39 : 68].”[2]
  2. KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA AL BA’TS
    • Al ba’ts merupakan perkara yang pasti, tidak ada keraguan padanya. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh al Kitab, as Sunnah, dan Ijma’. ….Allah berfirman: Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat. [al Mu’minun/23:15-16]. Allah Azza wa Jalla juga memberitakan kebangkitan dari kubur setelah terompet ditiup, sebagai berikut : Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya). [Yasin/36 : 51-52]. Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikembalikan. [al An’am/6 : 36]. Akan tetapi, orang-orang kafir jahiliyah mengingkari adanya al ba’ts. Sehingga Allah Azza wa Jalla memerintahkan RasulNya untuk bersumpah dengan namaNya, bahwa al ba’ts adalah benar : Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [ath Thaghabun/64 : 7]. Bahkan menciptakan seluruh makhluk dan menghidupkan mereka kembali setelah kematiannya, bagi Allah hanyalah seperti menciptakan dan menghidupkan kembali satu jiwa saja. Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat. [Luqman/31 : 28]. Jika demikian, maka sesungguhnya al ba’ts merupakan kepastian, dan tidak ada keraguan padanya. Oleh karenanya Allah Azza wa Jalla berfirman: Dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah akan membangkitkan semua orang di dalam kubur. [al Hajj/22 : 7].
  3. DALIL-DALIL AL BA’TS
    • Di dalam al Qur`an, Allah Azza wa Jalla banyak menjelaskan masalah ini, sehingga benar-benar memuaskan akal, perasaan, dan fithrah orang-orang yang mau memperhatikannya. Berikut adalah di antara dalil-dalil tentang al ba’ts.
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Penciptaan Manusia. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dari ketiadaan, maka menghidupkan kembali setelah kematiannya itu lebih mudah bagiNya. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. [Yasin/36 : 77-79].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Penciptaan Langit dan Bumi
        Sesungguhnya Allah adalah pencipta langit dan bumi dengan tanpa contoh sebelumnya. Sedangkan penciptaan langit dan bumi itu jauh lebih besar daripada penciptaan manusia. Maka, Dia Yang telah menciptakan langit dan bumi itu, tentu lebih mampu dan berkuasa menciptakan manusia dan menghidupkannya kembali setelah kematiannya. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [al Ahqaf/46 : 33].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Muncul dan Berkembangnya Tumbuh-Tumbuhan di Muka Bumi Setelah Turunnya Hujan.
        Allah menghidupkan bumi dengan air hujan setelah gersangnya. Begitulah Allah akan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti Itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). [az Zukhruf/43 : 11]. Di dalam ayat yang lain Allah berfirman: Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [ar Ruum/30 : 50]. Allah Azza wa Jalla juga berfirman: Dan di antara tanda-tandaNya (ialah), bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Fushshilat/41 : 39].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Hikmah Pembalasan Amal
        Allah Azza wa Jalla berfirman: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. [al Mu`minun/23 : 115-116]. Segungguhnya hari Kiamat itu akan datang; Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. [Thaha/20 : 15]. Maka apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Atau adakah kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [al Qalam/68 : 35-36]. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat? [Shaad/38 : 27-28].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Berita-Berita Dari Para Nabi dan Kitab-Kitab Suci. Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,”Sesungguhnya perkara al ba’ts telah mutawatir berita dari para nabi dan rasul di dalam kitab-kitab Allah dan syari’at-syari’at dari langit. Umat mereka telah menerimanya dengan penerimaan yang sebenarnya. Maka bagaimana engkau (orang-orang kafir, Pen.) mengingkari al ba’ts, sedangkan engkau membenarkan apa yang diberitakan kepadamu (yang datang) dari seorang filosof, atau pemilik suatu prinsip (aliran), atau pemilik suatu pemikiran, padahal beritanya tidaklah mencapai apa yang telah dicapai oleh berita tentang al ba’ts, baik di dalam sarana pemberitaan, dan di dalam bukti kenyataan”. []7]. Berita tentang al ba’ts disebutkan di dalam kitab-kitab suci zaman dahulu, antara lain disebutkan di dalam ayat-ayat sebagai berikut: Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. [al A’la/87: 16-19]. Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. [an Najm/53 : 36-41].
      • Dalil Al Ba’ts Yang Berupa Kejadian Nyata
        Yaitu peristiwa-peristiwa yang telah diperlihatkan Allah secara langsung kepada manusia, sebagaimana Dia beritakan di dalam kitabNya. Berikut di antara peristiwa-peristiwa tersebut.

        1. Peristiwa pada zaman Nabi Ibrahim Alaihissallam. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata : “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman,”Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab,”Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).” Allah berfirman,”(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu,” (Allah berfirman),”Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [al Baqarah/2 : 260].
        2. Peristiwa pada zaman Nabi Musa Alaihissallam.Dan (ingatlah), ketika kamu berkata : “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang,” karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. [al Baqarah/2:55-56]. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. [al Baqarah/2 : 72-73].
        3. Peristiwa pada zaman Nabi Isa Alaihissallam. Nabi Isa telah berkata kepada umatnya, yaitu Bani Israil: “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya. Maka, ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman”. [Ali ‘Imran/3 : 49].
        4. Peristiwa ribuan orang yang dimatikan oleh Allah, lalu Dia menghidupkan mereka kembali. Apakah kamu tidak Memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu,” kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. [al Baqarah/2 : 243].
        5. Seorang laki-laki yang telah mati selama seratus tahun, lalu Allah menghidupkannya. Allah Azza wa Jalla berfirman: “…atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata : “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Dia menjawab : “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang-belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati), dia pun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [al Baqarah/2 : 259].
        6. Peristiwa Ash-habul Kahfi.
          Yaitu tujuh pemuda dengan seekor anjing mereka yang masuk ke dalam goa dan tidur selama 309 tahun qomariyah, atau 300 tahun syamsiyah. Allah berfirman: Dan mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). [al Kahfi/18 : 25]. Kemudian Allah membangunkan mereka sebagai tanda kekuasaanNya yang nyata. Dia berfirman: Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. [al Kahfi/18 : 21]. Setelah bukti-bukti ini jelas bagi orang-orang yang mengingkari al ba’ts, dan kemudian mereka tetap mengingkarinya, maka mereka adalah orang-orang yang sombong dan membangkang lagi zhalim. Adapun orang-orang yang zhalim itu akan mengetahui ke mana mereka akan kembali setelah kematian dan kebangkitan mereka.

PERISTIWA DIPADANG MAHSYAR

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).
  3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Mayit akan dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika mati.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shohiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)
  4. Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, tatkala hendak menguburkan jenazah ibunya, beliau meminta agar jenazah ibunya dikafani dengan pakaian yang baru. Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan (memakai) pakaian itu.” (Fat-hul Bari Syarah Shahih al-Bukhari, 11/383).
  5. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan.” (Hadits shahih. Diriwayat-kan oleh al-Bukhari, no. 6043)
  6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3582).
  7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6042 dan Muslim, no. 5020).
  8. Kaum muslimin yang kami muliakan, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, matahari didekatkan sejauh satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:  “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)
  9. Allah Ta’ala berfirman: “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.”(An-Nisa’: 56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)
  10. Pada hari yang sangat panas itu, Allah Ta’alaakan memberikan naungan kepada sebagian hamba pilihan-Nya. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya semata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.  “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.
    1. Imam (pemimpin) yang adil.
    2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.
    3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.
    4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
    5. Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”
    6. Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.
    7. Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).
  11. Golongan lain yang mendapatkan naungan Allah Ta’alaadalah orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006)

YAUMUL HISAB

  1. Yaumul hisab atau hari perhitungan amal adalah hari dimana Allah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang amal mereka. Allah Ta’ala berfirman 26)“Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.”(QS. Al-Ghasyiyah: 25 – 26).
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamsering berdoa di dalam sholat dengan mengucapkan: “Allohumma haasibni hisaaban yasiiro (Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.” Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya tentang apa itu hisab yang mudah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah memperlihatkan kitab (hamba)-Nya kemudian Allah memaafkannya begitu saja. Barangsiapa yang dipersulit hisabnya, niscaya ia akan binasa.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, VI/48, 185, al-Hakim, I/255, dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitaabus Sunnah,  885. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi).  
  3. Hisabnya Binatang lebih dulu dari pada jin dan manusia
    1. Sesungguhnya makhluk yang pertama kali diadili oleh Allah Ta’ala adalah binatang, bukan manusia ataupun jin. Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (QS. At-Takwir: 5), yakni dikumpulkan di hari Kiamat untuk diadili.  “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) sepertimu. Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab kemudian kepada Rabb-lah mereka dihimpunkan.” (QS. Al-An’aam: 38).
    2. Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Pada hari Kiamat kelak, seluruh binatang akan dikumpulkan, sedangkan manusia menyaksikannya. Kemudian binatang-binatang itu diadili, sehingga binatang yang tidak bertanduk akan menuntut balas terhadap binatang bertanduk yang telah menanduknya di dunia. Setelah binatang tersebut diqishosh, Allah akan mengubahnya menjadi tanah. Allah melakukannya untuk menegakkan keadilan di antara makhluk-Nya.” (Tafsiir Juz ‘Amma, hal. 70).
    3. Hisabnya hewan ini disaksikan oleh para Malaikat, orang-orang yang beriman dan juga orang-kafir. Setelah binatang diadili, Allah Ta’ala berfirman: “Jadilah tanah!” Maka binatang-binatang itu berubah menjadi tanah. Tatkala melihat hewan itu diubah menjadi tanah, orang-orang kafir itu mengatakan, “Alangkah baiknya jika aku menjadi tanah.” Inilah salah satu makna firman Allah Ta’ala: “Dan orang kafir itu berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku menjadi tanah saja.” (QS. An-Naba: 40).
  4. Hisabnya Seorang Mukmin, Kafir dan Munafiq
    1. Sesungguhnya Allah mengadili hamba-Nya yang mukmin seorang diri pada hari Kiamat, tidak seorang pun yang melihatnya dan tidak seorang pun yang mendengarnya. Allah Ta’ala benar-benar menutupi aibnya sehingga tidak seorang pun yang mengetahuinya. Allah menunjukkan kesalahan-kesalahannya dan berkata kepadanya: “Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu mengakui dosa ini?” Maka dia menjawab, “Ya wahai Rabb-ku, aku mengetahuinya.” Tiap kali ditunjukkan dosa-dosanya, ia terus mengakuinya sampai-sampai ia merasa pasti binasa. Lalu Allah Ta’alaberfirman kepadanya: “Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia, dan sekarang Aku mengampuni dosa-dosamu.” Kemudian diberikan kepadanya catatan amal kebaikannya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, VIII/353 –Fat-h, dan Muslim, no. 2768)
    2. Kaum muslimin rahimakumullah,ini adalah karunia besar yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada seorang mukmin. Allah Ta’ala menutupi aib seorang mukmin dan tidak membongkarnya di depan umum. Alhamdulillah, Allah Ta’ala telah menutupi dosa-dosa kita yang begitu banyaknya. Oleh karena itu, kita harus banyak bertaubat kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya dari segala dosa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala menghapus dosa-dosa tersebut.
    3. Adapun orang-orang kafir dan munafiq, mereka akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk. Para saksi akan menyeru mereka di hadapan seluruh makhluk:“Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zholim.” (QS. Huud: 18)
  5. Apakah Bangsa Jin Juga Dihisab?
    1. Sesungguhnya jin juga akan dihisab karena mereka juga dibebani syari’at. Mereka akan dihisab dan diberikan balasan atas amal mereka. Oleh karena itu, jin yang kafir juga akan dimasukkan ke dalam Neraka. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman:
    2. “Masuklah kamu sekalian ke dalam Neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.” (QS. Al-A’raaf: 38)
    3. Demikian pula sebaliknya, bangsa jin yang beriman juga akan masuk ke dalam Surga dan merasakan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalamnya.

Catatan: Ada perbedaan pendapat di antara para ulama, apakah jin yang sholih juga masuk Surga.

YAUMUL MIZAN

  1. Mizan atau timbangan adalah alat untuk mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringan. Adapun mizan di akherat adalah sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat untuk menimbang amalan hamba-Nya. (Syarah Lum’atul I’tiqaad, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, hal. 120).
  2. Mizan di hari Kiamat adalah sesuatu yang hakiki dan benar-benar ada. Hanya Allah Ta’ala yang mengetahui seberapa besar ukurannya. Seandainya langit dan bumi diletakkan dalam daun timbangannya, niscaya mizan tersebut akan tetap lapang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada hari Kiamat, mizan akan ditegakkan. Andaikan ia digunakan untuk menimbang langit dan bumi, niscaya ia akan tetap lapang. Maka Malaikat pun berkata, “Wahai Rabb-ku, untuk siapa timbangan ini?” Allah berfirman: “Untuk siapa saja dari hamba-hamba-Ku.” Maka Malaikat berkata, “Maha suci Engkau, tidaklah kami dapat beribadah kepada-Mu dengan sebenar-benarnya.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim dan dinilai shohih oleh al-Albani dalam Silsilah As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 941).
  3. Kaum muslimin rahimakumullah, mizan ini sangat akurat dalam menimbang, tidak lebih dan tidak kurang sedikitpun. Allah Ta’alaberfirman: “Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47)
  4. Mizan ini memiliki dua daun timbangan sebagaimana diceritakan dalam hadits tentang kartu (bithoqoh) yang akan kami sampaikan haditsnya nanti. Lalu, apakah yang ditimbang di hari Kiamat kelak? Para ulama kita berbeda pendapat tentang apa yang ditimbang di hari Kiamat. Ada tiga pendapat dalam masalah ini.
  5. Pendapat Pertama, Yang Ditimbang Adalah Amal
    1. Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersada“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi berat dalam timbangan (pada hari Kiamat), dan dicintai oleh ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih): Subhaanallohi wa bihamdihi dan Subhanallohil ‘Azhim.”(Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6406, 6682, dan Muslim, 2694).
    2. Pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Hajar al-Ashqolani rahimahullah. Beliau berpendapat bahwa yang ditimbang adalah amal, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika ditimbang (di hari Kiamat) daripada akhlak yang mulia.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad, no. 270 dan dinilai shohih oleh al-Albani dalam Shahiih al-Adab al-Mufrad,  204)
  6. Kedua, Yang Ditimbang Adalah Orangnya
    1. Ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah orangnya. Berat atau ringannya timbangan tergantung pada keimanannya, bukan berdasarkan ukuran tubuh, berat badannya, atau banyaknya daging yang ada di tubuh mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.” Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Bacalah.. “Dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 105). (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4729 dan Muslim, no. 2785)
    2. ‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat betisnya kecil. Tatkala ia mengambil ranting pohon untuk siwak, tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang dan menyingkap pakaiannya, sehingga terlihatlah kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya pun tertawa. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang sedang kalian tertawakan?” Para sahabat menjawab, “Kedua betisnya yang kecil, wahai Nabiyullah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di mizan nanti lebih berat dari pada gunung uhud.”(Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, I/420-421 dan ath-Thabrani dalam al-Kabiir, IX/75. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 3192).
  7. Pendapat Ketiga, Yang Ditimbang Adalah Lembaran Catatan Amal
    1. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda (yang artinya): “Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari Kiamat dimana ketika itu dibentangkan 99 gulungan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang, kemudian Allah berfirman: ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini? Apakah para (Malaikat) pencatat amal telah menganiayamu?,’ Dia menjawab: ‘Tidak wahai Rabbku,’ Allah bertanya: ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?,’ Dia menjawab: ‘Tidak Wahai Rabbku.’ Allah berfirman: “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun. Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu (bithoqoh) yang di dalamnya terdapat kalimat: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Lalu Allah berfirman: ‘Hadirkan timbanganmu.’ Dia berkata: ‘Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan (dosa) itu?,’ Allah berfirman: ‘Sungguh kamu tidak akan dianiaya.’ Kemudian diletakkanlah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (laa ilaaha illallah) lebih berat. Demikianlah tidak ada satu pun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat Nama Allah.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2639, Ibnu Majah, no. 4300, Al-Hakim, 1/6, 529, dan Ahmad, no. II/213. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam Silsilah Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 135)
    2. Pendapat terakhir inilah yang dipilih oleh al-Qurthubi. Beliau mengatakan, “Yang benar, mizan menimbang berat atau ringannya buku-buku yang berisikan catatan amal…” (At-Tadzkirah,  313)
  8. Kesimpulan
    1. Tiga pendapat di atas tidak saling bertentangan satu sama lain. Sebagian orang ada yang ditimbang amalnya, sebagian yang lain ditimbang buku catatannya, dan sebagian yang lain ditimbang dirinya.
    2. Syaikh Muhammad bin sholih al-‘Utsaimin rahimahullahmengatakan bahwa secara umum yang ditimbang adalah amal perbuatannya, karena kebanyakan dalil-dalil menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah amal perbuatan. Adapun timbangan buku catatan amal dan pelakunya, maka itu khusus untuk sebagian orang saja. (Syarah al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, hal. 390)
    3. Apa yang disampaikan oleh syaikh ‘Utsaimin inilah yang nampaknya lebih menentramkan hati. Wallahu Ta’ala a’lam. Semoga sedikit sajian yang kami sampaikan ini bisa menjadi pendorong bagi kita untuk beramal sholih. Dan sekecil apapun amalan yang kita lakukan, tidak akan disia-siakan walaupun sebesar semut kecil. Dan di hari Kiamat kelak, setiap manusia pasti akan melihat  setiap amal yang telah dia usahakan di dunia ini.
    4. Kita memohon kepada Allah Ta’ala, semoga Allah Ta’ala menutup umur kita dengan kebaikan dan keselamatan. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

SHIRATH /QANTHARAH (JEMBATAN),

Qantharah, suatu istilah yang mungkin masih asing di telinga kita. Padahal, setiap orang beriman tentu mendambakan diri untuk bisa sampai di qantharah. Bagaimana tidak, qantharah adalah suatu tempat antara surga dan neraka yang dilalui manusia setelah selamat melewati shirath, yaitu jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam. Oleh karena itu, dalam tulisan ini kami akan sedikit membahas tentang qantharah, sehingga siapa pun yang berharap masuk surga, bisa mengenal suatu tempat yang akan dilewatinya, yaitu qantharah.

  1. Hadits tentang “Qantharah” Setelah orang-orang beriman selamat melewati shirathmereka akan berhenti di suatu tempat bernama “qantharah”. Dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setelah orang-orang beriman diselamatkan dari neraka (selamat melewati shirath, pen.), mereka tertahan di qantharah yang ada di antara surga dan neraka. Maka ditegakkanlah qishash di antara mereka akibat kedzaliman yang terjadi di antara mereka selama berada di dunia. Setelah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diijinkan masuk surga. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh mereka lebih mengetahui tempat mereka di surga daripada tempatnya ketika berada di dunia.” [1]
  2. Apakah yang Dimaksud dengan “Qantharah” ?? Para ulama berbeda pendapat tentang “qantharah”. 
    1. Sebagian ulama berpendapat bahwa qantharah adalah bagian paling ujung dari shirath sebelum masuk ke surga.
    2. Pendapat ke dua menyatakan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri yang berbeda dengan shirath, dan letaknya di antara surga dan neraka. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata, ”Yang tampak bahwasannya qantharah adalah ujung dari shirath sebelum surga. Dan ada kemungkinan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri antara shirath dan surga.” [2]
    3. Di antara ke dua pendapat tersebut, pendapat yang lebih tepat adalah pendapat ke dua, yaitu bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri dan tidak termasuk bagian dari Hal ini karena orang yang selamat melewati shirath, berarti dia telah selamat melewati dan melintasi shirath secara keseluruhan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh dalil-dalil yang ada.
    4. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan dibentangkanlah shirath di antara dua punggung neraka jahannam. Maka aku dan umatku yang pertama kali melintasinya.” [3].
    5. Demikian pula kalau melihat hadits tentang qantharah di atas, maka dijelaskan bahwa orang-orang mukmin telah selamat melewati shirath (secara keseluruhan)[4]
  3. Qishash yang Terjadi ketika Manusia berada di “Qantharah”
    1. Di qantharah, terjadi qishash untuk menghilangkan rasa dendam, hasad dan rasa dengki di antara orang-orang yang beriman. Dan ketika telah bersih, mereka akan masuk ke dalam surga. Allah Ta’alaberfirman, “Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr [15]: 47] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,  ”Jika mereka telah melewati shirath, mereka berhenti di qantharah yang berada di antara surga dan neraka. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain. Ketika telah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diijinkan untuk masuk ke dalam surga.” [5]
    2. Qishash di qantharah berbeda dengan qishash yang terjadi di padang Mahsyar. Qishash yang terjadi di padang Mahsyar bersifat umum, terjadi antara orang beriman dan orang kafir, atau antara calon penduduk surga dengan calon penduduk neraka, atau antara sesama calon penduduk neraka. Qishash ini adalah dengan menyerahkan pahala kepada pihak yang didzalimi;dan jika pahalanya sudah habis, maka dosa pihak yang  Didzalimi akan diserahkan kepada pihak yang mendzalimi. Sedangkan qishash di qantharah hanya terjadi di antara orang beriman (setelah mereka selamat melewati shirath) untuk menyucikan hati mereka sebelum masuk ke dalam surga.
    3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Jika mereka sampai ke surga, pintu surga masih tertutup. Berbeda dengan penduduk neraka. Ketika mereka sampai di neraka, pintu neraka dibuka sehingga mereka langsung merasakan adzab. Adapun surga, maka pintunya masih tertutup. Mereka menunggu di qantharah, yaitu suatu jembatan yang kecil. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain, dengan qishash yang berbeda dengan qishash yang pertama terjadi di padang Mahsyar. Mereka diqishash untuk menghilangkan rasa dendam dan rasa dengki. Hal ini karena qishash yang terjadi di padang Mahsyar bertujuan untuk mengembalikan hak (yang didzalimi atau dirampas, pen.), dan terkadang masih tersisa rasa (dendam) di hati. Qishash yang ke dua ini adalah qishash untuk mensucikan dan membersihkan (apa yang ada di dalam hati), sehingga mereka pun masuk surga tanpa ada rasa dengki dalam hati mereka.” [6]. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah melanjutkan penjelasan beliau, “Dengan demikian, kita gabungkan dalil-dalil yang ada bahwa terdapat dua qishash. Qishash pertama terjadi di padang Mahsyar dan dimaksudkan untuk mengembalikan hak (pihak yang didzalimi, pen.). Qishash yang ke dua (di qantharah) ini dimaksudkan untuk membersihkan dan mensucikan (hati) dari rasa dendam. Jika ada yang bertanya, bukankah hilangnya dendam sudah terwujud dengan dikembalikannya hak? Kami katakan, tidak. Seandainya ada seseorang di dunia yang merampas hakmu, kemudian Engkau mengambil kembali hakmu dari orang tersebut, maka terkadang hilanglah apa yang ada dalam hatimu (misalnya rasa dendam atau dengki, pen.) dan terkadang tidak hilang. Maka ada kemungkinan bahwa belum hilang (rasa dendam tersebut, pen.). Akan tetapi, jika rasa dendam ini dibersihkan dan dihilangkan, maka mereka pun masuk surga dalam keadaan yang sempurna. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.’” [7]
  4. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
  5. [1]  Bukhari no. 6535.[2] Fathul Baari, 5/96. [3] HR. Bukhari no. 806. [4] Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut, hal. 250-251. [5] Majmu’ Fataawa, 3/147. [6] Syarh Al-‘Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah). [7] Syarh Al-‘Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah).

SYAFAAT

Syafaat adalah menjadi perantara bagi yang lain untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudarat. Contohnya, syafaat untuk mendatangkan kebaikan, syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi penduduk surga agar mereka memasukinya. Contoh syafaat agar terhindar atau selamat dari kejelekan adalah syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi mereka yang pantas dimasukkan neraka sehingga tidak masuk neraka. (al-Qaulul Mufid, 1/203)

 

  1. Siapakah yang Akan Memberikan Syafaat? Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa para malaikat, para nabi, dan orang-orang beriman akan memberikan syafaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,  “Malaikat memberikan syafaat, para nabi dan kaum mukminin memberi syafaat, tidak ada lagi kecuali Dzat Yang Paling Penyayang….” (Shahih Muslim, hadits no. 302). Seorang yang syahid, meninggal di medan jihad, memiliki kesempatan memberikan syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mati syahid mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah:
    • Mendapatkan ampunan sejak pertama kali meninggal dan melihat tempatnya di surga,
    • Dijaga dari azab kubur,
    • Diberi keamanan dari rasa takut yang besar,
    • Akan diletakkan di kepalanya mahkota kemuliaan dari yaqut (batu permata) yang nilainya lebih baik daripada dunia dan isinya
    • Akan dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari, dan
    • Akan diterima (permintaan) syafaatnya bagi tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR . Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib)
  2. Macam-Macam Syafaat. Ahlus Sunnah meyakini bahwa syafaat yang ada sangatlah banyak. Ada syafaat yang khusus dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada juga yang dilakukan oleh selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    • Asy-Syafaatul ‘Uzhma (syafaat teragung). Syafaat ini khusus dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syafaat ini disepakati keberadaannya. Ketika manusia merasakan dahsyatnya Padang Mahsyar, mereka mendatangi Nabi Adam ‘alaihissalam, Nabi Nuh ‘alaihissalam, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Nabi Musa ‘alaihissalam, dan Nabi Isa ‘alaihissalam. Namun, mereka semua tidak bersedia. Akhirnya manusia datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    • Syafaat bagi penduduk surga untuk masuk surga
    • Syafaat bagi penduduk surga untuk ditinggikan derajatnya di surga
    • Syafaat bagi ahli tauhid yang berada di neraka agar keluar darinya
    • Syafaat bagi satu kaum yang pantas masuk neraka agar tidak masuk neraka
    • Syafaat khusus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamuntuk Abu Thalib radhiallahu ‘anhu, hingga dia diringankan azabnya. (I’anatul Mustafid, 1/239—240)
  3. Siapakah yang Berhak Mendapatkan Syafaat? Ibnu Taimiyah rahimahullahmenerangkan bahwa syafaat hanyalah didapatkan oleh orang yang ikhlas dan dengan izin Allah ‘azza wa jalla. Syafaat tidak akan didapat oleh orang-orang yang menyekutukan Allah ‘azza wa jalla. Syafaat di akhirat hanya akan didapat dengan dua syarat:
    • Izin dari Allah ‘azza wa jallabagi syafi’ (orang yang memintakan syafaat)
    • Adanya ridha Allah ‘azza wa jallabagi orang yang dimintakan syafaat untuknya. Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Tidak ada yang memberikan syafaat disisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (al-Baqarah: 255) “Mereka tidak akan memberi syafaat kecuali bagi orang yang diridhai-Nya.”(al-Anbiya’: 28)
  4. Memperkuat Akidah untuk Meraih Syafaat, Syafaat semuanya milik Allah ‘azza wa jalla. Allah ‘azza wa jallaberfirman“Katakanlah semua syafaat hanyalah milik Allah.” (az-Zumar: 44). Hendaknya seorang mencari syafaat dengan jalan yang Allah ‘azza wa jalla Allah ‘azza wa jalla menerangkan, syafaat didapat seseorang jika Allah ‘azza wa jalla meridhainya dan memberi izin kepada yang syafi’ (yang memintakan syafaat untuknya). Allah ‘azza wa jalla berfirman “Betapa banyak malaikat di langit, tidaklah syafaat mereka bermanfaat kecuali setelah Allah memberi izin untuk orang yang Allah kehendaki dan Allah ridhai.” (an-Najm: 26) . Orang yang diridhai untuk diberi syafaat adalah muwahid (seorang yang bagus tauhidnya), sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayim rahimahullah. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita dan menguatkan tauhid kita. Itulah sebab kebahagiaan seseorang sehingga bisa meraih syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang paling bahagia dengan syafaat beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘la ilaha illallah’ secara ikhlas dari kalbunya.” (HR . al-Bukhari. 99). Adapun syafaat yang diharapkan oleh para penyembah kubur adalah syafaat yang batil. Tidak mungkin mereka mendapatkan syafaat dalam keadaan terus melakukan kesyirikan kepada Allah ‘azza wa jalla. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,“Semua nabi memiliki doa yang mustajab. Semua nabi menyegerakan doa mustajab mereka. Adapun aku menyimpannya untuk umatku sebagai syafaat bagi mereka, dan itu akan didapat oleh umatku yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan sesuatu pun.” (HR . Muslim no. 338
  5. Sebab-Sebab Mendapat Syafaat, Marilah kita bersemangat untuk melakukan sebab mendapatkan syafaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah menerangkan kepada kita amalan-amalan yang bisa menjadi sebab mendapatkan syafaat. Di antara yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan’
    • Perhatian dengan al-Qur’an, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah al-Qur’an, karena al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat bagi yang membaca dan mengamalkannya pada hari kiamat nanti.” (HR . Muslim)
    • Berdoa setelah mendengar azan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Barang siapa mendengar azan kemudian membaca, maka telah tetap syafaatku untuk dia di hari kiamat.” (HR . al-Bukhari 614)
    • Tinggal di Madinah dengan sabar hingga meninggal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah seorang bersabar dari kesulitan dan kelaparan di Madinah sampai meninggal, kecuali aku akan menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat, jika dia seorang muslim.” (HR . Muslim  3405)
    • Dishalati oleh ahli tauhid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan sesuatupun, niscaya Allah ‘azza wa jalla menerima syafaat mereka pada orang tersebut.” (HR . Muslim 2242)

Semoga Allah ‘azza wa jalla memberi kemudahan kepada kita untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti.

SYURGA & NERAKA

Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”(QS. Ali Imran : 131).[1] Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”[2].

SYURGA

  1. Surga dan Kenikmatannya, Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Berikut ini akan kami pilihkan beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga secara ringkas. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menggapai surgaNya.
  2. Penamaan Surga, Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata al jannahuntuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus Salam (Negeri Keselamatan;lihat QS. Yunus : 25), Darul Khuld (Negeri yang Kekal;lihat QS. Qaaf : 34), Jannatun Na’im (Surga yang Penuh Kenikmatan;QS. Luqman: 8), Al Firdaus (QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.[6]
  3. Pintu-Pintu Surga, Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhudari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam“Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”[7]. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.[8],
  4. Tingkatan Surga, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallambersabda, “Sesungguhnya surga terdiri atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya”[9]Tingkatan surga yang paling tinggi ialah Firdaus. Nabi memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepadaNya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, di atasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga”[10]
  5. Bangunan-Bangunan dalam Surga, “Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi”(QS. Az-Zumar : 20). Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin di dalam surga disediakan kemah yang terbuat dari mutiara yang besar dan berlubang, panjangnya 60 mil, di dalamnya tinggal keluarganya, di sekelilingnya tinggal pula orang mukmin lainnya namun mereka tidak saling melihat satu sama lain.”[11],
  6. Makanan Penghuni Surga, “Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”(QS. Al Waqi’ah : 20-21). Adapun buah-buahan surga adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala (yang artinya), “Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa” (QS. Al Baqarah : 25). Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan keserupaan dalam ayat diatas dengan, “Ada yang berpendapat serupa dalam hal jenis, namun berbeda dalam penamaan, ada pula yang berpendapat saling menyerupai satu sama lain, dalam kebaikannya, kelezatannya, kesenangannya, dan semua pendapat tersebut benar.”[12],
  7. Minuman Penghuni Surga, “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya”(QS. Al Insan : 5-6). Ibnu Asyur menjelaskan mengenai kafur “Yaitu minyak yang keluar dari tanaman mirip oleander yang tumbuh di negeri Cina, ketika usianya telah mencapai satu tahun mengalir dari dahannya minyak yang disebut kafur. Minyak tersebut kental, dan apabila bercampur dengan air jadilah ia minuman memabukkan”[13]. Oleh karena itu, “ka’san” dalam ayat ini maksudnya ialah piala yang biasa menjadi wadah khamr, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Kata “ka’san” ini juga dipakai dalam ayat, “Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS. Al Insan : 17) dan maksudnya ialah minuman arak yang telah bercampur jahe, karena bangsa Arab dahulu biasa mencampur arak dengan jahe untuk menghilangkan bau busuk yang timbul darinya.

Neraka

  1. Untuk Siapa Neraka DiCiptakan, Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”(QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)
  2. Penamaan Neraka, An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’alabagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)
  3. Pintu-Pintu Neraka, “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”(QS. Al Hijr : 44). Pintu yang dimaksud ialah bertingkat ke bawah, hingga ke bawahnya lagi, disediakan sesuai dengan amal keburukan yang telah dikerjakan, sebagaimana ditafsirkan oleh Syaikh As Sa’diy.
  4. Kedalaman Neraka, Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, “Kami bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi’. [14],
  5. Bahan Bakar Neraka“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”(QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)
  6. Panas Api Neraka, Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhubeliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam bersabda, ‘Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’”.
  7. Makanan Penghuni Neraka, Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al Ghasiyah : 6-7). Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, “Itu adalah pohon dari neraka”. Said bin Jubair berkata, “Itu adalah Az Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.
  8. Minuman Penghuni Neraka, Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya” (QS. Ibrahim : 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tidak mampu menelannya. “Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya” (QS. Muhammad : 47). Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’alaberfirman (yang artinya), “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (QS. Al Hajj : 20).[15]

Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati

Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).[16] Semoga tulisan ini dapat menambah rasa takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memotivasi kita untuk meningkatkan amal shalih, dan menjauhi larangan-laranganNya.

[1] A’lamus Sunnah Al Mansyurah (hal. 134-135)Syaikh Hafidz bin Ahmad Al Hakami rahimahullah. Tahqiq : Dr. Ahmad bin Ali ‘Alusyi Madkhali. Cetakan Maktabah Ar Rusyd. [2] Bagaimana Cara Beragama yang Benar? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais. Terjemah : Muhammad Abduh Tuasikal, ST. Pustaka Muslim. [3] HR. Bukhari [3244] dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu anhu.[4] HR. Bukhari [3250]. [5] Al-Yaumul Akhir : Al Jannatu wa An-Naar (hal. 117-118). Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar. Cetakan Daar An-Nafais. [6] Al Jannatu wa An Naar, Abdurrahman bin Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani rahimahullahu ta’ala, dengan tahqiq : Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani hafizhahullah.[7] HR. Bukhari [6/328] dan Muslim [8/32]. [8] HR. Muslim [2967], [9] HR. Bukhari [6/11] dan Muslim [13/28], [10] Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Takhrij Kitabus Sunnah [581], [11] HR. Bukhari [6/318], Muslim [17/175], dan Tirmidzi [6/10],[12] Taisir Karim Ar Rahman fii Kalam Al Mannan, Syaikh As Sa’di, Muassassah Ar Risalah. Asy Syamilah., [13] At Tahrir wa At Tanwir, Ibnu Asyur, Mawqi’ At Tafasir. Asy Syamilah. [14] HR. Muslim 2844, [15] Disarikan dari Tadzkiyah Al Abrar bi Al Jannati wa An Naar. Dr. Ahmad Farid. Maktabah Al Mishkat Al Islamiyah. [16] “1000 Hikmah Ulama Salaf”. Shalih bin Abdul Aziz Al Muhaimid, diterjemahkan oleh Najib Junaidi, Lc. Pustaka Elba hal. 316-317

Referensi;

  1. https://almanhaj.or.id
  2. https://muslim.or.id
  3. https://asysyariah.com

0076. 32 KEJADIAN KEJADIAN “DAHSYAT” & “MENGERIKAN” PADA HARI KIAMAT “MENURUT AL-QURAN” (1. Matahari & Langit digulung, 2. Bintang2 berjatuhan, 3. Gunung2 dihancurkan sehancur hancurnya menjadi debu yang beterbangan, 4. Sengkala ditiup sekali tiup (tiupan pertama) dan diangkatlah bumi dan gunung2 lalu dibenturkan keduanya sekali bentur terjadilah hari kiamat, matilah siapa yang dilangit dan dibumi kecuali yang dikehendaki Alloh, 5. Terbelahlah langit, Langit menjadi lemah, Langit dilenyapkan , 6. Ketika ditiup sengkala maka terkejutlah segala yang dilangit dan dibumi, kecuali siapa yang dikehendaki Alloh dan semua mereka datang menghadapnya dengan merendahkan diri, tiupan ini adalah tiupan sengkala yang kedua yang sesudahnya bangkitlah orang2 dalam kubur, 7. Kedatangan-nya kepada mereka dengan tiba tiba, 8. Tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, 9. Tidak ada pula mereka saling bertanya (Manusia tidak dapat tolong menolong walaupun dalam kalangan sekeluarga), 10. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadianya, 11. Merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), 12. Tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya, pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka, catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, hari dinampakkan kesalahan-kesalahan., diberilah buku/kitab (perhitungan perbuatan amal masing masing) dan didatangkanlah para Nabi dan saksi saksi dan diberi keputusan diantara mereka dengan adil sedang mereka tidak dirugikan, adapun orang2 yang diberikan kitabnya dari sebelah kanan-nya maka akan bahagia (mendapat surga, buah buahan-nya dekat, maka dikatakan kepada mereka makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari hari yang telah lalu), dan orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kiri-nya akan celaka (mendapat neraka, mereka berkata “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku ini, dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu, hartaku sekali kali tidak memberi manfaat kepadaku, Maka Alloh berfirman “peganglah dia lalu belenggulah tangan-nya ke leher-nya, kemudian masukan dia ke dalam api neraka yang menyala nyala, kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta, sesungguhnya dia dahulu “Tidak Beriman” kepada Alloh yang maha besar, dan juga tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin, maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini disini), 13.Bumi digoncangkan berturut turut dan datanglah Tuhanmu, sedang malaikat berbaris baris, dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya, dia mengatakan “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini”, maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya, 14. Kegocangan hari kiamat adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat), lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, manusia dalam keadaan mabuk, azab Alloh sangat kerasnya, bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, 15. Unta unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), 16. Binatang-binatang liar dikumpulkan, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi, yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat ayat kami, 17. Lautan dijadikan meluap, 18. Ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), 19. Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, 20. Neraka Jahim dinyalakan, 21. Surga didekatkan, 22. Manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, 23. Mata manusia terbelalak (Ketakutan), 24. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit., kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba, dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat), maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka), 25. Bulan telah Hilang Cahayanya,26. Matahari dan Bulan dikumpulkan, 27. Timbangan Amal / Mizan / Hisab akan dilakukan, 28. Seluruh Manusia di kumpulkan di padang maksyar dan kamu menjadi tiga golongan, yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan, dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kiri, 29. Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka, 30. Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka), 31. Terjadilah hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk., 32. Dikala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia, Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

28 September 2019,

Assalamualaikum Wr Wb, ” Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, mubarakan alaihi kama yuhhibu robbuna wa yardo”

KEJADIAN TERJADINYA HARI KIAMAT KUBRO “MENURUT AL QURAN”

  1. Matahari digulung (QS Takwiir-1),… pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya[1316] (QS Az Zumar-67)
  2. Bintang-bintang berjatuhan (QS Takwiir-2)
  3. Gunung-gunung dihancurkan, seperti bulu yang dihambur-hamburkan(QS Takwiir-3, QS Al Qaari’ah-5,) Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya (QS Thaahaa-105). dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, 6. maka jadilah ia debu yang beterbangan (QS Al Waaqi’ah-5,6)
  4. Sangkakala ditiup sekali tiup dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur, Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka (QS Al Haaqqah-13,14.15,16,17). Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri (QS An Naml-87). Dan ditiuplah sangkalala[1270], maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.  [1270]. Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur (QS Yaasiin-51). Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang[1300].  (1300]. Satu teriakan itu ialah untuk tanda hari Kiamat dan teriakan ini amat keras dan cepat (QS Shaad-15),  Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang (QS Muhammad-18). Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu[1023], dan tidak ada pula mereka saling bertanya. [1023]. Maksudnya: pada hari kiamat itu, manusia tidak dapat tolong menolong walaupun dalam kalangan sekeluarga. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya[1024], maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. [1024]. Maksudnya: orang-orang mukmin yang beramal saleh. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya[1025], maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. (1025].Maksudnya: orang-orang kafir, karena kepercayaan dan amal mereka tidak dihargai oleh Allah di hari kiamat itu.(QS Al Mu’ Minuun-101,102,103). Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).(QS Az Zumar-68)
  5. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (QS Al Waaqi’ah-3)
  6. Merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain) (QS Al Waaqi’ah-3)
  7. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai dalam surga yang tinggi,buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta, Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. (QS Al Haaqqah-19, 20, 21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32,33,34,35), Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini).” [1508]. Maksudnya: catatan amalan perbuatannya (QS Al Haaqqah-19). Dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS Az Zumar-69)
  8. Bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris- Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya, Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577]. [1577]. Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya (QS Al Fajr-21,22,23,24,25,26). Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).  (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (QS Al Hajj-1,2). Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya (QS Al Waaqi’ah-4)
  9. Unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) (QS Takwiir-4
  10. Binatang-binatang liar dikumpulkan, (QS Takwiir-5), Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami[1108]. [1108]. Yang dimaksud dengan perkataan di sini ialah ketentuan datangnya masa kehancuran alam. Salah satu dari tanda-tanda kehancuran alam ialah keluarnya sejenis binatang melata yang disebut dalam ayat ini (QS An Naml-82)
  11. Lautan dijadikan meluap(QS Takwiir-6
  12. Ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) (QS Takwiir-7
  13. Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, (QS Takwiir-8,9
  14. Catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, (QS Takwiir-10), . (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar (QS At Taghaabun-9). Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka (QS Al Israa’-13)
  15. Langit dilenyapkan, (QS Takwiir-11
  16. Neraka Jahim dinyalakan, (QS Takwiir-12
  17. Syurga didekatkan(QS Takwiir-13
  18. Tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya(QS Takwiir-14), Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya (QS An Naaziat-79)
  19. Manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran (QS Al Qaari’ah-4,
  20. Mata manusia terbelalak (Ketakutan) (QS Al Qiyamah-7) Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit (QS Al Qomar-46). Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.”(QS Al A’raaf-187) Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka) QS Saba’-51)
  21. Bulan telah Hilang Cahayanya (QS Al Qiyaamah-8)
  22. Matahari dan Bulan dikumpulkan (QS Al Qiyaamah-9
  23. Timbangan Amal / Mizan / Hisab akan dilakukan (QS Al Ambiyaa’-47,
  24. Seluruh Manusia di kumpulkan di padang maksyar (QS Ahqaaf-6, QS Al Haaqqah-18), Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan[1448]. Alangkah mulianya golongan kanan itu. [1448]. ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan. Dan golongan kiri[1449]. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. [1449]. ialah mereka yang menerima buku catatan amal dengan tangan kiri (QS Al Waaqi’ah-7,8,9). Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka (QS Al Kahfi-47). Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka) (QS Ar Ruum-14,15,16). Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil[1321]. [1321]. Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk (QS Al Mu’min-32). Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia (QS Huud-105).  Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS Az Zumar 71,72,73,74,75)
  25. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada bermanfaat bagimu dan akan dipisahkan (QS Al Mumtahanah-3). Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS Ad Dukhaan-41,42). Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at[46] dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. [46]. Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir (QS Al Baqoroh-48). Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS Al Mu’min-17). Datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan[790]. [790]. Maksudnya: pada hari kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan pertolongan sahabat (QS Ibrahim-31)
  26. Nabi Isa akan menjadi Saksi terhadap Yahudi dan Nasrani mengenai kenabianya, bukan untuk disembah (QS An Nisaa’-159,
  27. Pada hari mereka melihat malaikat dihari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa mereka berkata: “Hijraan mahjuuraa. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan (QS Al Furqon-22,23)
  28. Langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang (QS Al Furqon-25), Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka (QS Al Haaqqah-16,17)
  29. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir, (QS Al Furqon-26
  30. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia (QS Al Furqon-27, 28, 29)
  31. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina (QS Al Furqon-68,69)
  32. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS Al Imron-77
  33. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu, (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu (QS An Nahl-24,25)
  34. ….Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya (QS Ali Imron-161)
  35. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat (QS Ali Imran-180)
  36. ….Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung (QS Ali Imron-185). Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan(QS Az Zumar-71)
  37. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaaha-124)
  38. Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya (QS Al Israa’-97)
  39. Barangsiapa berpaling dari pada Al qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat (QS Thaaha-100)
  40. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus[705] dan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu (QS Yunus-93, As Sajdah-25, An Nahl-92)
  41. Kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi (QS Huud-97,98), Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” [1324]. Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit (QS Al Mu’min-20,46)
  42. Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja).” Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran)[1177]. [1177]. Maksudnya: sebagaimana mereka berdusta dalam perkataan mereka ini, seperti itu pulalah mereka selalu berdusta di dunia (QS Ar Ruum-55)
  43. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS Al Baqoroh-212)
  44. Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela’nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali- kali tak ada bagimu para penolongpun (QS Al Ankabuut-25), Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah); “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?.” (QS Al Furqon-17). Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?” Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu:[821] “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”, [821]. Yang dimaksud dengan orang-orang yang diberi ilmu ialah: para malaikat, nabi-nabi dan orang-orang mukmin.(QS An Nahl-27) Kesaksian kaum musyrikin terhadap dirinya sendiri dan keadaan mereka di hari kiamat Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya[464] kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: “Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?.” (QS Al An’aam-22) . Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu. Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?(QS Az Zumar-31,60)
  45. Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka[1203] dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. [1203]. Pada hari kiamat Allah akan menanyakan kepada rasul-rasul sampai di mana usaha mereka menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada umatnya dan sampai di mana umatnya melaksanakan ajaran Allah itu (QS Al Ahzab-8), (Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?.” Para rasul menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib (QS Al Maidah-109), Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta ma’af (QS An Nahl-84)
  46. Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu[1332] bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. [1332]. Mereka itu berbuat dosa dengan terang-terangan karena mereka menyangka bahwa Allah tidak mengetahui perbuatan mereka dan mereka tidak mengetahui bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit mereka akan menjadi saksi di akhirat kelak atas perbuatan mere (QS Fushilat-19,20,21,22)
  47. Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya (QS AL Mu’min-18).
  48. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS Al A’raaf-51)
  49. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. [896]. Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.(QS Al Kahfi-105), Katakanlah: “Pada hari kemenangan[1196] itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh.” [1196]. Hari Kemenangan ialah Hari Kiamat, atau kemenangan dalam Perang Badar, atau penaklukan kota Makkah (QS As Sajdah-29)

 

0075. 13 (TIGA BELAS) PARA PEMBENCI ISLAM YANG MEJADI MUALAF DAN PEMBELA ISLAM (Daniel Streich, Van Klaveren, Arnoud Van Doorn, Yusuf Estes, Terry Holdbrooks Jr, Ibrahim Killington, Pierre Vogel, Sariya Chervallil, Arthur Wagner, Hanny Kristianto, Damianna Pearson, Ita Meigavitri, Richard McKinney)

20 September 2019

  1. Daniel Streich

Perihal masuk Islamnya Streich tersebut pertama kali diturunkan oleh surat kabar Swiss berbahasa Jerman, 20 Minuten, edisi 23 November 2009. Anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) dulunya pembenci Islam yang tenar. Daniel Streich sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya selama kurun 1990-an. SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjiddi seantero Negeri Cokelat ini. Keyakinan barunya ini, menurut Streich, telah dianutnya sejak dua tahun lalu. Selama dua tahun itu, Streich merahasiakan identitas agamanya kepada SVP. Dan meskipun menjadi anggota SVP, ia tidak ikut mengusulkan larangan pendirian menara masjid di Swiss. Namun, diakui instruktur militer ini, ketika sentimen anti-Islam semakin gencar di Swiss, ia tidak bisa menahannya lagi. Akhirnya, Streich pun memilih untuk mengundurkan diri dari partai pada tanggal 10 November 2009 dan mengumumkan secara terbuka tentang keislamannya. Setelah tidak lagi bergabung dengan SVP, kini Streich ikut serta membangun Partai Demokrat Konservatif di wilayah Freiburg. (https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi- mualaf.html. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/09/07/m9z4sb-daniel-streich-penentang-islam-yang-mendapat-hidayah-2

  1. Van Klaveren

Dulu Politisi Anti-Islam Belanda Kini Masuk Islam. Joram Van Klaveren, 39, seorang mantan politisi Belanda yang sebelumnya dikenal anti-Islam kini masuk Islam atau mualaf. Dia memutuskan menjadi mualaf saat menulis buku tentang agama tersebut. Van Klaveren mengumumkan konversi keyakinannya pada hari Senin (4/2/2019). Dia menjadi mualaf sejak Oktober 2018 lalu. Van Klaveren menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Kebebasan (PVV)—partai sayap kanan—dari 2010 hingga 2014. Ketika menjadi politisi PPV, dia dikenal sebagai seorang kritikus yang keras terhadap Islam. Menurut surat kabar NRC, dia pernah mengatakan “Islam adalah dusta” dan “Alquran adalah racun”. Dia mengundurkan diri dari PVV setelah pemimpin PVV Geert Wilders membuat pernyataan rasialis tentang orang Maroko. Dia kemudian mendirikan partai sendiri, tetapi gagal meraih kursi dalam pemilihan umum (pemilu) nasional 2017. Dia bahkan memilih keluar dari dunia politik. Van Klaveren mengatakan saat menulis buku dia menemukan banyak hal. “Yang membuat pandangan saya tentang Islam goyah,” katanya kepada Dutch Radio. https://international.sindonews.com/read/1376302/41/van-klaveren-dulu-politisi-anti-islam-belanda-kini-masuk-islam-1549377108

  1. Arnoud Van Doorn

Produser ‘Fitna’, sebuah film yang menghina Nabi Muhammad diluncurkan pada 2008. Secara mengejutkan, pegiat anti-Islam asal Belanda itu kemudian menjadi mualaf awal 2013. Berita Doorn menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media Barat kala itu. Sebelum jadi mualaf, Doorn adalah bekas wakil ketua Partai Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam. Ia juga berniat membuat film internasional untuk mengkampanyekan Islam sebagai agama kasih. “Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film “Fitna”, “kata dia. Di masa lalu, Arnoud di antara para petinggi Partai untuk Kebebasan PVV yang memproduksi film “Fitna”. Bulan lalu ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang kerap ia hina, juga Rasulullah yang Sebelumnya ia lecehkan. Arnoud mengaku, kemarahan umat muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, “memaksanya” untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Yusuf Estes

Yusuf Estes adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat yang dulunya termasuk dalam orang-orang yang mengidap islamophobia. Estes lahir dari keluarga Kristen yang taat di Midwest, Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS. Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. Tapi tak sekalipun dia peduli pada ajaran Islam. Estes sempat meyakini muslim adalah penyembah kubus di tengah padang pasir yang senang kekerasan. Betapa terkejutnya Estes, ketika mereka berbincang, ternyata pria muslim itu mengaku percaya pada kebenaran Injil serta menghormati Yesus, atau dalam Islam, disebut Nabi Isa. Mereka terlibat percakapan intim, kemudian akhirnya membawa Estes mengunjungi masjid. Akhirnya dia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Estes kemudian mendalami agama di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Terry Holdbrooks Jr

anggota polisi militer AS Terry Holdbrooks Jr, yang pernah menjadi penjaga penjara Guantanamo. Di penjara inilah militer AS menahan tokoh Al Qaidah dan Taliban yang dianggap paling berbahaya. Holdbrooks bertugas di tempat paling mengerikan di muka bumi ini sepanjang kurun 2002 hingga 2003. Mantan Sipir Penjara Guantanamo Masuk Islam. “Ketika saya harus mengetahui para tahanan, saya pun harus mempelajari kisah-kisah mereka selama shift malam. Dan, saya datang untuk melihat tahanan itu sebagai individu,” ujarnya. Ia melanjutkan, banyak dari para tahanan banyak berbicara tentang hal yang sama saya lakukan, seperti etika, filsafat, sejarah dan agama. Setiap malam mendengar pelajaran ke pelajaran lain, dari kisah ke kisah lainnya, membuat Holdbrooks merenungkan semuanya. Terutama berbagai informasi negatif yang ia dapat dari para instrukturnya militer tentang Islam. Setiap kali memahami, perlahan pandangannya tentang Islam pun mulai berubah. Bahkan, pada akhirnya ia memahami apa yang disebut teroris, selama ia mempelajarai tentang Islam. Menurutnya, para tahanan yang disebut teroris itu, jauh berbeda dengan apa yang ia bayangkan selama ini. “Mereka membaca Al-Quran dan tetap melaksanakan shalat lima waktu, meskipun berada di bawah tekanan.” jelas Holdbrooks. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Ibrahim Killington

Tragedi serangan teroris 11 September 2001 telah memberikan andil besar atas tumbuhnya Islamophobia di dunia Barat, utamanya Amerika Serikat. Namun, peristiwa itu juga memberikan hidayah bagi sebagian besar orang betapa agungnya Islam lalu memeluknya. Saat tragedi itu berlangsung, dia menganggap Muslim sebagai penjahat kemanusiaan dan berniat untuk memerangi Islam. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.htm

  1. Pierre Vogel

Lahir 20 Juli 1978, Frechen- German, Mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan. Penganut Kristiani yang dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam. menikahi Muslimah asal Maroko. Ribuan warga Jerman telah masuk Islam di bawah bimbingannya. https://www.hidayatullah.com/feature/cermin/read/2014/12/26/35789/dulu-pembenci-islam-kini-ribuan-warga-jerman-syahadat-atas-bimbingannya.html

  1. Sariya Chervallil

Terlahir dari keluarga Katolik Ortodoks, Sariya lahir di lingkungan yang sangat religius. Pemilik nama lengkap Sariya Chervallil ini lahir pada 1979. Keluarga Sariya adalah keluarga yang cukup aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan dan urusan gereja. Sejumlah anggota keluarga lainnya bahkan ada yang mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Sariya sangat bangga mempunyai keluarga yang religius. “Aku benci Islam karena menghancurkan keluargaku, Ibu dan bapak-ku berpisah karena ibuku masuk islam. Padahal keluarga kami adalah pendiri gereja di kerala (india). Ia bersumpah kepada dirinya sendiri dan berdoa kepada Tuhan, ia bisa menjadi apa pun kecuali seorang Muslim. Akhirnya, Sariya memberanikan diri bertanya kepada ibunya. Namun, jawaban sang ibu sangat sederhana, “Bacalah Alkitab dari satu halaman ke halaman lainnya.” Inilah awal Sariya memulai perjalanannya. Usianya masih sangat muda, namun ia dapat mengerti apa yang ia baca. “Aku menemukan begitu banyak inkonsistensi dan kesalahan dalam Alkitab,” katanya. Akhirnya  2tahun mempelajari Alquran dan menjadi mualaf. https://khazanah.republika.co.id/berita/pu4pj0313/sariya-chervallil-islam-menerimaku-dengan-tangan-terbuka-part4

  1. Arthur Wagner

Setelah Merahasiakan 3 Tahun, Politisi Jerman Pembenci Islam Akhirnya Mengakui Dirinya Mualaf. Politisi Jerman Pembenci Islam Jadi Muallaf Setelah Gereja Kawinkan Guy. Keputusannya masuk Islam menjadi isu utama di media-media besar seluruh dunia. Sebuah kejutan besar ditunjukkan seorang politisi Jerman dari Partai Alternative for Germany (AfD) Arthur Wagner. Sikap politiknya yang selalu menyudutkan Islam justru berbalik 360 derajat dengan keputusannya menjadi muallaf. Dalam penjelasannya di depan publik, Wagner mengatakan, ia memilih masuk Islam karena tidak setuju dan tidak suka terhadap keputusan gereja yang menerima pernikahan gay.“Saya sudah tak mengerti lagi, bagaimana gereja telah berubah. Mereka menyetujui perkawinan sejenis (kaum gay). Itulah, alasannya saya mengubah keyakinan,” kata Wagner kepada surat kabar Bild, belum lama ini. Bersamaan dengan pindah agama, Arthur pun mengubah namanya menjadi Ahmad. Pria berusia 48 tahun ini sebelumnya peganut agama Protestan yang fanatik dan merupakan anggota gereja setempat. Baykan Arthur juga mengaku tidak senang terhadap perilaku pendeta Protestan yang ikut-ikutan parade gay di Berlin. “Ini tidak benar. Para pendeta ikut bersama anak-anak di sana (parade gay),” tandasnya Arthur merupakan aggota AfD, partai nasionalis pertama yang memenangkan kursi di parlemen Jerman tahun lalu. Selama ini, AfD dikenal sebagai partai anti-Islam. Bahkan selalu melakukan kampanye berisi iebecian terhadap Islam secara terbuka.Tak tanggung-tanggung, slogan yang diusungnya adalah “Islam tidak memiliki tempat di Jerman.” http://kabarjitu.com/2018/02/politisi-jerman-pembenci-islam-jadi-muallaf-setelah-gereja-kawinkan-guy/

  1. Hanny Kristianto

Kisah Hidayah Mantan Pembenci Islam setelah 3 Tahun Lakukan Pencarian. Laki-laki ini merasa kesal dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 102, “Jangan mati, kecuali dalam keadaan Muslim.” Baginya kala itu, agama yang paling benar bukanlah Islam, tapi Kristen Kerohanian yang ia ikuti. Proses panjang itulah yang akhirnya mengantarkan Hanny pada cahaya Islam. Dia mengikrarkan dua kalimat syahadat di Mojokerto pada 28 Februari 2013. Setelah itu, dan akhirnya bisa menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah, dia merasakan hidup tanpa beban, penuh ketenangan, kebahagiaan hati, jiwa, dan pikiran. http://kisahikmah.com/hanny-kristianto-mencari-islam-selama-3-tahun/

  1. Damianna Pearson

Damianna Pearson, Pembenci Islam yang Bersyahadat. Perempuan kelahiran Amerika Serikat ini memulai kebenciannya terhadap Islam setelah kejadian 9/11 di AS. Peristiwa tersebut membuatnya sangat ketakutan meski ia belum pernah mendengar tentang Islam bahkan Muslim. Peristiwa 9/11 membawa dirinya dan anak-anaknya yang berumur 3 dan 6 tahun menjadi umat Kristen. Setelah itu, ia mendukung terjadinya perang di Irak dan segala kekerasan yang terjadi. Pearson bahkan mengajak anak-anaknya untuk menyaksikan bersama pemboman yang terjadi di Afganistan, dan mengatakan itu merupakan hal yang tepat untuk dilakukan, meski faktanya ia mengaku bahwa saat itu Pearson tidak mengetahui di mana itu letaknya Timur Tengah. “Aku tak tahu apa-apa tentang Irak, Iran, Afghanistan, Palestina, sama sekali. Tapi, saya menghabiskan tahun-tahun menyebarkan kebencian, dan kebohongan mengerikan tentang orang, tempat, dan agama, saya tidak tahu apa-apa tentang  itu. Dan  Saya senang melihat mereka sedang dibom,” ujarnya dilansir dari OnIslam, Kamis (20/8). Untuk menambah kadar kebenciannya terhadap Islam, ia mencoba mencari ayat-ayat kebencian dalam Alquran, tapi justru Pearson tidak menemukan itu semua. Alquran malah membuat hati dan hidupnya berubah. Dalam Alquran, ia menyadari bahwa tidak ada ajaran yang menebarkan kebencian seperti yang ia lakukan kepada umat Muslim. Alquran membuat pikirannya terbuka dalam melihat orang-orang di sekitarnya. Setelah kejadian itu, Pearson mulai mencari tahu seputar kejadian yang terjadi dari peristiwa di pelbagai tempat, termasuk kebenaran yang terjadi di Timur Tengah.  Saat mempelajari semua itu, ia tersadar bahwa penuh berita yang dimanipulatif sehingga menyebarkan kebencian. “Saya menangis begitu banyak air mata, Saya hampir dehidrasi. Semua nyawa tak berdosa hilang karena saya berbohong. Itu adalah hal yang paling sulit yang pernah saya harus hadapi. Untuk melihat diri saya di cermin saja sulit,” katanya. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/15/08/20/ntctjk313-damianna-pearson-pembenci-islam-yang-bersyahadat

  1. Ita Meigavitri

Wanita Cantik Pembenci Islam Ini Bersyahadat Gara-gara Berambisi Mencari Kesalahan dalam Alquran. Perempuan berdarah Tionghoa yang akrab disapa Ita ini mengaku benci luar biasa dengan orang Islam. “Saya benci sekali. Yang terdoktrin dalam otak saya, Islam itu agama yang senang ribut dan ribet,” kata dia. Singkatnya, ia menemukan 17 alasan masuk Islam. Menurut dia, Yesus pun mengajarkan dua kalimat syahadat. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Tuhan dan menyuruh manusia menyembah hanya kepada Allah. Sama seperti Alquran, Alkitab mengajarkan khitan, berwudhu, mandi junub, berjilbab, salat menghadap ke kiblat, hukum qisas, dan larangan membungakan uang. “Bukan Alkitab yang salah, tapi penerapannya yang tidak pas,” kata Ita. Tepat 20 Desember 2008, Ita berikrar syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tanggal 20 sengaja dia pilih karena takut diajak Natalan ke gereja. Dari Yogyakarta, Ita pergi dengan alasan bertemu klien di Ibu Kota. “Ketika saya mengucap dua kalimat syahadat, saya merasa ada sesuatu yang sejuk sekali masuk ke lubuk hati saya.” Dia tersungkur. Ita yang mulanya sesumbar tidak akan menangis, nyatanya tak kuat menahan deraian air mata. https://www.goriau.com/serbaserbi/ita-meigavitri-wanita-cantik-pembenci-islam-ini-bersyahadat-garagara-berambisi-mencari-kesalahan-dalam-alquran.html

  1. Richard McKinney

Mantan sersan laut Amerika Serikat (AS) Richard McKinney resmi masuk Islam. Padahal sebelumnya, dia mengaku sangat benci terhadap kaum Muslimin. Dirinya bahkan menganggap orang Islam sebagai musuhnya. Kebencian McKinney yang amat kuat, membuatnya berharap semua Muslim mati. Setelah masa tugasnya selesai, McKinney kembali ke AS. Dirinya menjadi pemabuk dan kebenciannya pada Muslim semakin meningkat. “Saya tidak berpikir dapat membenci umat Islam lebih jauh. Maksudnya, saya benar-benar memiliki kebencian sejati. Saya pikir dengan meledakkan masjid, akan melakukan hal baik untuk negara saya,” jelas McKinney. Dia mengaku sempat berencana membuat bom sendiri lalu menanamnya di Islamic Center setempat. Dirinya ingin bom tersebut bisa membunuh setidaknya 200 Muslim. Meski tahu nantinya akan dihukum mati bila melakukan aksi itu, namun pria ini tidak peduli. Pria yang selama di militer mengalami desensitisasi dalam membunuh itu kemudian datang ke Islamic Center setempat. Tidak berniat melakukan pemboman, dia justru mengajukan pertanyaan ke para Muslim di sana. Selanjutnya, McKinney diberi terjamahan Alquran dalam bahasa Inggris. Setelah membacanya, dia diperbolehkan untuk bertanya lagi. “Sejak hari pertama saya berjalan ke pintu itu, tidak ada sedikit pun yang menyakiti saya. Mereka memperlakukan saya dengan cinta bahkan sebelum saya menjadi Muslim. Mereka sangat terbuka, ramah, dan menganggap saya seperti saudara,” tuturnya. McKinney kemudian mulai menghabiskan waktu berjam-jam di Masjid. Setelah delapan pekan, dia memutuskan bersyahadat dan masuk Islam. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/ppnhia320/mckinney-eks-tentara-as-saya-benci-islam-tapi-kini-muslim

Cisitu Lama Bandung 00.35

0074. “ 10 (Sepuluh) ORANG YANG RUGI DALAM ALQURAN ” 1. Orang yang mencari agama selain agama islam, 2. Orang orang musyrik yang telah berkali-kali diajak kepada Tauhid tetapi mereka selalu ingkar (Orang yang tidak menyembah Alloh (Melakukan Kesyirikan), 3. Orang-orang yang beriman (Muslim), yang mentaati orang-orang yang kafir, dan mereka mau kembali ke belakang (kepada kekafiran/Murtad), 4. Orang orang ahli kitab yang ingkar atau mendustai Al kitab (Merubah dan mentakwilkan sekehendak hatinya), 5. Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh (Tidak taat kepada Alloh), dan 6. Orang orang yang memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya (memutuskan silaturahim) dan 7. Orang orang membuat kerusakan ( Melakukan Kemaksiatan) di muka bumi, 8. Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, 9. Orang2 yang tidak percaya kepada hari kebangkitan (hari kiamat), 10. Bani Israel yang melanggar perjanjian dengan Alloh.

07 September 2019,

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, Subhanalloh, wal hamdulillah, wala ilaha ilalloh, huallohu akbar. Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah.

Dalil dalil dalam Alquran tentang orang orang yang rugi;

  1. QS Ali ‘Imran (3) Ayat 85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
  2. QS Az Zumar (39) Ayat 15. Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia[1309]. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. [1309]. Perintah ini bukanlah menurut arti yang sebenarnya, tetapi sebagai pernyataan kemurkaan Allah terhadap kaum musyrikin yang telah berkali-kali diajak kepada Tauhid tetapi mereka selalu ingkar.
  3. QS Al Imron (3) Ayat 149. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi
  4. QS Al Baqarah (2) Ayat 121. Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[84], mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [84]. Maksudnya: tidak merobah dan mentakwilkan Al Kitab sekehendak hatinya.
  5. QS Al Baqarah (2) Ayat (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
  6. QS Yunus (10) Ayat 95. Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi
  7. QS An Naazi´aat (79) Ayat 10. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?[1551] Asbabun nuzul (1551]. Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun firman Allah S.79:10 sebagai keterangan kepada Rasulullah yang terdengar oleh kaum kuffar Quraisy, mereka berkata: “Kalau kita dihidupkan kembali sesudah mati, tentu kita akan rugi.” Maka turun ayat berikut (S.79:12) sebagai keterangan dari Allah kepada Rasul-Nya tentang ucapan kaum kuffar Quraisy. (Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b)
  8. QS Al Baqarah (2) Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Tuhan Ayat 63. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa.”  Ayat 64. Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. 65. Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu[59], lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera[60] yang hina.”  [59]. Hari Sabtu ialah hari yang khusus untuk beribadat bagi orang-orang yahudi. [60]. Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Ya Alloh…. jauhkan dan lindungi kami termasuk dari orang orang yang Rugi seperti dalam Alquran. Aamiin

Cisitu Lama Bandung