0081. PENGORBANAN adalah PERJUANGAN, KEMENANGAN, KEADILAN, KEBAIKAN, AMAL SHOLEH, DAN JIKA “IKHLAS” AKAN MENDAPATKAN “SURGA-NYA” ALLOH.

04 Januari 2020,

” Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, mubarakan alaihi kama yuhhibu robbuna wa yardo”

Seorang anak yang tidak suka berphoto ria, tapi dengan kesadaran-nya mau mengorbankan ego-nya dan berphotolah dengan orang tuwa-nya yang menjekelkan-nya sehingga bisa menggembirakan hati orang tua itulah pengorbanan. Seorang penumpang mobil nebengers dari jakarta ke bandung yang mau duduk di jog belakang, sehingga mobil dapat segera berangkat adalah pengorbanan. Setiap orang yang mau menanam pohon atau tanaman apapun sehingga bisa bermanfaat buat makhluk hidup lainya adalah pengorbanan. Orang yang berhutang ke bank untuk memberi hutangan kepada orang lain yang membutuhkan adalah pengorbanan. Seorang anak yang sudah makan dan kenyang diluar rumah dan kemudian datang ke rumah orang tua-nya dan mau menemani makan karena diminta orang tua-nya itulah pengorbanan. Mengantarkan tetangga yang sakit pada malam hari, hujan lebat, melewati sungai yang banjir dan harus berjalan berkilo kilo meter melewati hutan adalah pengorbanan

Pengorbanan adalah suatu tindakan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas atau juga bisa diartikan sebagai kerelaan seseorang akan suatu hal yang biasanya ditunjukkan pada seseorang yang mempunyai tujuan atau makna dari tindakannya itu, dalam bentuk pertolongan dan tidak berharap imbalan dari suatu tindakan atau kerelaan, ikhlas semata-mata karena Alloh. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan, baik besar atau pun kecil“.

Pertama, mari kita bertanya pada diri sendiri. Sudahkah kita memberikan pelayanan terbaik bagi orang-orang di sekitar kita? Terutama Orang tuwa kita? Kerabat Kita?, Fakir Miskin? Anak Yatim? Tetangga dan Masyarakat Kita? Sudahkah kita ikhlas berbagi kepada sesama yang membutuhkan? Apakah kita suka mementingkan diri sendiri atau golongan sendiri? Ataukah kita sudah benar-benar berkontribusi untuk umat, menghitung manfaat & kerugian dari tindakan-tindakan maupun keputusan-keputusan yang kita buat? Apakah kita sudah benar-benar terbebas dari nafsu berkuasa dan bersikap tidak adil, ingin meneguhkan posisi kita meskipun harus mengorbankan teman sendiri? Sudahkah kita berkorban untuk kepentingan yang lebih besar? Tidak lagi cinta dunia dan takut mati ataupun takut hidup menderita. Bukankah berkorban itu pada awalnya membuat diri kita merasa tidak nyaman namun pada akhirnya justru membantu melapangkan dada kita?

Kedua, “Pencapaian besar hampir selalu terjadi karena pengorbanan. Bukan karena tindakan mementingkan diri sendiri. Apalagi mengorbankan teman sendiri atau orang lain. Jika ada orang yang paling suka mengorbankan temannya sendiri dalam tim, maka bukankah dia yang paling pantas untuk disingkirkan dari tim?”.

Bagaimana kita menikmati pengorbanan untuk orang lain dengan hati ikhlas? Nilai seorang manusia tidak dilihat dari apa yang ia dapatkan, namun dari apa yang ia berikan. Semua yang Allah ciptakan memiliki manfaat. Cacing menggemburkan tanah, sapi memberikan susu dan daging, sayuran menjadi makanan bergizi, bahkan sampah dan kotoran yang jijik sekali pun bisa dimanfaatkan menajdi pupuk. Mana mungkin manusia yang Allah muliakan tidak bermanfaat? Saat kita tidak bermanfaat bagi yang lain, bahkan memberi mudharat, boleh jadi derajat kita (maaf) lebih rendah dari sampah!

Sangat ideal bila setiap selesai shalat kita bertanya pada diri, pengorbanan yang telah saya lakukan sampai waktu ini? Apakah orang lain merasakan manfaat dari kehadiran saya? Semakin sering kita bertanya pada diri, insya Allah kita akan semakin mudah berbuat kebaikan.

Lama kelamaan pengorbanan dengan berbuat baik pun menjadi sebuah kebiasaan. Kita bisa mulai menikmati pengorbanan dari yang hal kecil-kecil. Misal, merapikan sandal di masjid, memungut sampah, menyeberangkan orangtua di jalan, membonceng teman dan sebagainya. Setelah itu kita bisa menaikkan pengorbanan diri, misal dengan membantu sesama, membayar pengobatan saudara kita yang sakit, membiayai sekolah anak saudara dan tetangga kita, atau membuka lapangan kerja.

Memasuki dunia pengorbanan dengan hati ikhlas, bagaikan memasuki dunia lain. Dunia penuh makna, dunia kenikmatan, dan dunia tanpa belenggu dan merdeka.

Arti “PENGORBANAN” Dalam ALQURAN

  1. Alloh telah MEMERINTAHKAN untuk BERKURBAN; Allah telah melimpahkan nikmat yang banyak karena itu bersembahyang dan berkorbanlah (QS. Al Kautsar, Ayat 1-2).
  2. Dalam Surat Ash Shaff (61); KEMENANGAN dapat diperoleh hanya dengan PENGORBANAN yaitu suatu perniagaan yang ditunjukan Alloh yang dapat menyelamatkan AZAB yang PEDIH (Ayat 10), yaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu (Ayat 11);. Dengan Pengorbanan itu niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar (Ayat 12). Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya (Ayat 13). Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, ………..maka Alloh memberikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang (Ayat 14).
  3. Dalam QS. Al Baqarah, 207; Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
  4. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111)

Historis penulisan

Tanggal 24 Desember 2019 sampai 1 january 2020 adalah hari bersejarah buat saya dan sahabat saya pak wahro dalam perjuangan penanaman rumput odot di dukuh nempel, desa pasir panjang, manon jaya, tasikmalaya seluas kira kira 3500 m2. Mengingat rumput odot ini belum ada sama sekali yang nanam didukuh nempel. Mudah2an Rumput odot itu bisa bermanfaat buat saya dan masyarakat yang akan digunakan untuk pakan sapi, domba atau kambing. Historinya sangat panjang; rumput odot yang pertama saya tanam adalah rumput odot belanda yang di ambil dari kawasan ngawi jawa timur yaitu desa pak jumangin yang dibawa sama sama adik saya royani dan mas widi ketika main dirumahnya. Kemudian Rumput itu ditanam di sawah disamping belakang mesin penggiling padi didukuh Nglonggong, Desa Ndoro kec. Kradenan. Dan kemudian saya minta 2 sak karung bibit untuk dibawa ke desa nempel pasir panjang tasikmalaya, dan bibit ini lumayan hidup bagus karena di sirami air. Ada bibit juga dari Sleman Yogya 500 ribu, namun karena ditanam asal asalan dimusim kemarau dan tidak disirami air, maka semua-nya mati. Kemudian saya bawa bibit rumput gajah juga dari perhutani bandung 2 sak, ada yang hidup dan ada yang mati karena tidak disirami. Kemudian saya ambil bibit rumput odot dari LTM(W) sawung kebon ACT, Global wakaf dan Link Dermawan desa cintabodas, culamega, tasikmalaya selatan (1+1/2 Sak; 400ribu, 5 Sak; 500ribu, 17 Sak; 1Juta). Kemudian, alhamdulilah dapat bibit rumput odot yang bagus dan dekat dari Pak Ade Wiryawan Cigembor Ciamis 700 batang, 30 cm panjangnya, 1 batang harganya 500 rupiah. Penanaman-nya 30 cm di potong jadi 2 batang. Semoga perjuangan penanaman Rumput Odot ini tidak sia sia dan menjadi rizki yang melimpah dan bermanfaat untuk berjuang di jalan Alloh. Amiin

Cisitu-Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.