0075. 13 (TIGA BELAS) PARA PEMBENCI ISLAM YANG MEJADI MUALAF DAN PEMBELA ISLAM (Daniel Streich, Van Klaveren, Arnoud Van Doorn, Yusuf Estes, Terry Holdbrooks Jr, Ibrahim Killington, Pierre Vogel, Sariya Chervallil, Arthur Wagner, Hanny Kristianto, Damianna Pearson, Ita Meigavitri, Richard McKinney)

20 September 2019

  1. Daniel Streich

Perihal masuk Islamnya Streich tersebut pertama kali diturunkan oleh surat kabar Swiss berbahasa Jerman, 20 Minuten, edisi 23 November 2009. Anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) dulunya pembenci Islam yang tenar. Daniel Streich sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya selama kurun 1990-an. SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjiddi seantero Negeri Cokelat ini. Keyakinan barunya ini, menurut Streich, telah dianutnya sejak dua tahun lalu. Selama dua tahun itu, Streich merahasiakan identitas agamanya kepada SVP. Dan meskipun menjadi anggota SVP, ia tidak ikut mengusulkan larangan pendirian menara masjid di Swiss. Namun, diakui instruktur militer ini, ketika sentimen anti-Islam semakin gencar di Swiss, ia tidak bisa menahannya lagi. Akhirnya, Streich pun memilih untuk mengundurkan diri dari partai pada tanggal 10 November 2009 dan mengumumkan secara terbuka tentang keislamannya. Setelah tidak lagi bergabung dengan SVP, kini Streich ikut serta membangun Partai Demokrat Konservatif di wilayah Freiburg. (https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi- mualaf.html. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/09/07/m9z4sb-daniel-streich-penentang-islam-yang-mendapat-hidayah-2

  1. Van Klaveren

Dulu Politisi Anti-Islam Belanda Kini Masuk Islam. Joram Van Klaveren, 39, seorang mantan politisi Belanda yang sebelumnya dikenal anti-Islam kini masuk Islam atau mualaf. Dia memutuskan menjadi mualaf saat menulis buku tentang agama tersebut. Van Klaveren mengumumkan konversi keyakinannya pada hari Senin (4/2/2019). Dia menjadi mualaf sejak Oktober 2018 lalu. Van Klaveren menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Kebebasan (PVV)—partai sayap kanan—dari 2010 hingga 2014. Ketika menjadi politisi PPV, dia dikenal sebagai seorang kritikus yang keras terhadap Islam. Menurut surat kabar NRC, dia pernah mengatakan “Islam adalah dusta” dan “Alquran adalah racun”. Dia mengundurkan diri dari PVV setelah pemimpin PVV Geert Wilders membuat pernyataan rasialis tentang orang Maroko. Dia kemudian mendirikan partai sendiri, tetapi gagal meraih kursi dalam pemilihan umum (pemilu) nasional 2017. Dia bahkan memilih keluar dari dunia politik. Van Klaveren mengatakan saat menulis buku dia menemukan banyak hal. “Yang membuat pandangan saya tentang Islam goyah,” katanya kepada Dutch Radio. https://international.sindonews.com/read/1376302/41/van-klaveren-dulu-politisi-anti-islam-belanda-kini-masuk-islam-1549377108

  1. Arnoud Van Doorn

Produser ‘Fitna’, sebuah film yang menghina Nabi Muhammad diluncurkan pada 2008. Secara mengejutkan, pegiat anti-Islam asal Belanda itu kemudian menjadi mualaf awal 2013. Berita Doorn menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media Barat kala itu. Sebelum jadi mualaf, Doorn adalah bekas wakil ketua Partai Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam. Ia juga berniat membuat film internasional untuk mengkampanyekan Islam sebagai agama kasih. “Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film “Fitna”, “kata dia. Di masa lalu, Arnoud di antara para petinggi Partai untuk Kebebasan PVV yang memproduksi film “Fitna”. Bulan lalu ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang kerap ia hina, juga Rasulullah yang Sebelumnya ia lecehkan. Arnoud mengaku, kemarahan umat muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, “memaksanya” untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Yusuf Estes

Yusuf Estes adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat yang dulunya termasuk dalam orang-orang yang mengidap islamophobia. Estes lahir dari keluarga Kristen yang taat di Midwest, Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS. Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. Tapi tak sekalipun dia peduli pada ajaran Islam. Estes sempat meyakini muslim adalah penyembah kubus di tengah padang pasir yang senang kekerasan. Betapa terkejutnya Estes, ketika mereka berbincang, ternyata pria muslim itu mengaku percaya pada kebenaran Injil serta menghormati Yesus, atau dalam Islam, disebut Nabi Isa. Mereka terlibat percakapan intim, kemudian akhirnya membawa Estes mengunjungi masjid. Akhirnya dia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Estes kemudian mendalami agama di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Terry Holdbrooks Jr

anggota polisi militer AS Terry Holdbrooks Jr, yang pernah menjadi penjaga penjara Guantanamo. Di penjara inilah militer AS menahan tokoh Al Qaidah dan Taliban yang dianggap paling berbahaya. Holdbrooks bertugas di tempat paling mengerikan di muka bumi ini sepanjang kurun 2002 hingga 2003. Mantan Sipir Penjara Guantanamo Masuk Islam. “Ketika saya harus mengetahui para tahanan, saya pun harus mempelajari kisah-kisah mereka selama shift malam. Dan, saya datang untuk melihat tahanan itu sebagai individu,” ujarnya. Ia melanjutkan, banyak dari para tahanan banyak berbicara tentang hal yang sama saya lakukan, seperti etika, filsafat, sejarah dan agama. Setiap malam mendengar pelajaran ke pelajaran lain, dari kisah ke kisah lainnya, membuat Holdbrooks merenungkan semuanya. Terutama berbagai informasi negatif yang ia dapat dari para instrukturnya militer tentang Islam. Setiap kali memahami, perlahan pandangannya tentang Islam pun mulai berubah. Bahkan, pada akhirnya ia memahami apa yang disebut teroris, selama ia mempelajarai tentang Islam. Menurutnya, para tahanan yang disebut teroris itu, jauh berbeda dengan apa yang ia bayangkan selama ini. “Mereka membaca Al-Quran dan tetap melaksanakan shalat lima waktu, meskipun berada di bawah tekanan.” jelas Holdbrooks. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.html

  1. Ibrahim Killington

Tragedi serangan teroris 11 September 2001 telah memberikan andil besar atas tumbuhnya Islamophobia di dunia Barat, utamanya Amerika Serikat. Namun, peristiwa itu juga memberikan hidayah bagi sebagian besar orang betapa agungnya Islam lalu memeluknya. Saat tragedi itu berlangsung, dia menganggap Muslim sebagai penjahat kemanusiaan dan berniat untuk memerangi Islam. https://www.merdeka.com/dunia/5-sosok-pembenci-islam-ini-justru-beralih-jadi-mualaf.htm

  1. Pierre Vogel

Lahir 20 Juli 1978, Frechen- German, Mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan. Penganut Kristiani yang dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam. menikahi Muslimah asal Maroko. Ribuan warga Jerman telah masuk Islam di bawah bimbingannya. https://www.hidayatullah.com/feature/cermin/read/2014/12/26/35789/dulu-pembenci-islam-kini-ribuan-warga-jerman-syahadat-atas-bimbingannya.html

  1. Sariya Chervallil

Terlahir dari keluarga Katolik Ortodoks, Sariya lahir di lingkungan yang sangat religius. Pemilik nama lengkap Sariya Chervallil ini lahir pada 1979. Keluarga Sariya adalah keluarga yang cukup aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan dan urusan gereja. Sejumlah anggota keluarga lainnya bahkan ada yang mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Sariya sangat bangga mempunyai keluarga yang religius. “Aku benci Islam karena menghancurkan keluargaku, Ibu dan bapak-ku berpisah karena ibuku masuk islam. Padahal keluarga kami adalah pendiri gereja di kerala (india). Ia bersumpah kepada dirinya sendiri dan berdoa kepada Tuhan, ia bisa menjadi apa pun kecuali seorang Muslim. Akhirnya, Sariya memberanikan diri bertanya kepada ibunya. Namun, jawaban sang ibu sangat sederhana, “Bacalah Alkitab dari satu halaman ke halaman lainnya.” Inilah awal Sariya memulai perjalanannya. Usianya masih sangat muda, namun ia dapat mengerti apa yang ia baca. “Aku menemukan begitu banyak inkonsistensi dan kesalahan dalam Alkitab,” katanya. Akhirnya  2tahun mempelajari Alquran dan menjadi mualaf. https://khazanah.republika.co.id/berita/pu4pj0313/sariya-chervallil-islam-menerimaku-dengan-tangan-terbuka-part4

  1. Arthur Wagner

Setelah Merahasiakan 3 Tahun, Politisi Jerman Pembenci Islam Akhirnya Mengakui Dirinya Mualaf. Politisi Jerman Pembenci Islam Jadi Muallaf Setelah Gereja Kawinkan Guy. Keputusannya masuk Islam menjadi isu utama di media-media besar seluruh dunia. Sebuah kejutan besar ditunjukkan seorang politisi Jerman dari Partai Alternative for Germany (AfD) Arthur Wagner. Sikap politiknya yang selalu menyudutkan Islam justru berbalik 360 derajat dengan keputusannya menjadi muallaf. Dalam penjelasannya di depan publik, Wagner mengatakan, ia memilih masuk Islam karena tidak setuju dan tidak suka terhadap keputusan gereja yang menerima pernikahan gay.“Saya sudah tak mengerti lagi, bagaimana gereja telah berubah. Mereka menyetujui perkawinan sejenis (kaum gay). Itulah, alasannya saya mengubah keyakinan,” kata Wagner kepada surat kabar Bild, belum lama ini. Bersamaan dengan pindah agama, Arthur pun mengubah namanya menjadi Ahmad. Pria berusia 48 tahun ini sebelumnya peganut agama Protestan yang fanatik dan merupakan anggota gereja setempat. Baykan Arthur juga mengaku tidak senang terhadap perilaku pendeta Protestan yang ikut-ikutan parade gay di Berlin. “Ini tidak benar. Para pendeta ikut bersama anak-anak di sana (parade gay),” tandasnya Arthur merupakan aggota AfD, partai nasionalis pertama yang memenangkan kursi di parlemen Jerman tahun lalu. Selama ini, AfD dikenal sebagai partai anti-Islam. Bahkan selalu melakukan kampanye berisi iebecian terhadap Islam secara terbuka.Tak tanggung-tanggung, slogan yang diusungnya adalah “Islam tidak memiliki tempat di Jerman.” http://kabarjitu.com/2018/02/politisi-jerman-pembenci-islam-jadi-muallaf-setelah-gereja-kawinkan-guy/

  1. Hanny Kristianto

Kisah Hidayah Mantan Pembenci Islam setelah 3 Tahun Lakukan Pencarian. Laki-laki ini merasa kesal dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 102, “Jangan mati, kecuali dalam keadaan Muslim.” Baginya kala itu, agama yang paling benar bukanlah Islam, tapi Kristen Kerohanian yang ia ikuti. Proses panjang itulah yang akhirnya mengantarkan Hanny pada cahaya Islam. Dia mengikrarkan dua kalimat syahadat di Mojokerto pada 28 Februari 2013. Setelah itu, dan akhirnya bisa menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah, dia merasakan hidup tanpa beban, penuh ketenangan, kebahagiaan hati, jiwa, dan pikiran. http://kisahikmah.com/hanny-kristianto-mencari-islam-selama-3-tahun/

  1. Damianna Pearson

Damianna Pearson, Pembenci Islam yang Bersyahadat. Perempuan kelahiran Amerika Serikat ini memulai kebenciannya terhadap Islam setelah kejadian 9/11 di AS. Peristiwa tersebut membuatnya sangat ketakutan meski ia belum pernah mendengar tentang Islam bahkan Muslim. Peristiwa 9/11 membawa dirinya dan anak-anaknya yang berumur 3 dan 6 tahun menjadi umat Kristen. Setelah itu, ia mendukung terjadinya perang di Irak dan segala kekerasan yang terjadi. Pearson bahkan mengajak anak-anaknya untuk menyaksikan bersama pemboman yang terjadi di Afganistan, dan mengatakan itu merupakan hal yang tepat untuk dilakukan, meski faktanya ia mengaku bahwa saat itu Pearson tidak mengetahui di mana itu letaknya Timur Tengah. “Aku tak tahu apa-apa tentang Irak, Iran, Afghanistan, Palestina, sama sekali. Tapi, saya menghabiskan tahun-tahun menyebarkan kebencian, dan kebohongan mengerikan tentang orang, tempat, dan agama, saya tidak tahu apa-apa tentang  itu. Dan  Saya senang melihat mereka sedang dibom,” ujarnya dilansir dari OnIslam, Kamis (20/8). Untuk menambah kadar kebenciannya terhadap Islam, ia mencoba mencari ayat-ayat kebencian dalam Alquran, tapi justru Pearson tidak menemukan itu semua. Alquran malah membuat hati dan hidupnya berubah. Dalam Alquran, ia menyadari bahwa tidak ada ajaran yang menebarkan kebencian seperti yang ia lakukan kepada umat Muslim. Alquran membuat pikirannya terbuka dalam melihat orang-orang di sekitarnya. Setelah kejadian itu, Pearson mulai mencari tahu seputar kejadian yang terjadi dari peristiwa di pelbagai tempat, termasuk kebenaran yang terjadi di Timur Tengah.  Saat mempelajari semua itu, ia tersadar bahwa penuh berita yang dimanipulatif sehingga menyebarkan kebencian. “Saya menangis begitu banyak air mata, Saya hampir dehidrasi. Semua nyawa tak berdosa hilang karena saya berbohong. Itu adalah hal yang paling sulit yang pernah saya harus hadapi. Untuk melihat diri saya di cermin saja sulit,” katanya. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/15/08/20/ntctjk313-damianna-pearson-pembenci-islam-yang-bersyahadat

  1. Ita Meigavitri

Wanita Cantik Pembenci Islam Ini Bersyahadat Gara-gara Berambisi Mencari Kesalahan dalam Alquran. Perempuan berdarah Tionghoa yang akrab disapa Ita ini mengaku benci luar biasa dengan orang Islam. “Saya benci sekali. Yang terdoktrin dalam otak saya, Islam itu agama yang senang ribut dan ribet,” kata dia. Singkatnya, ia menemukan 17 alasan masuk Islam. Menurut dia, Yesus pun mengajarkan dua kalimat syahadat. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Tuhan dan menyuruh manusia menyembah hanya kepada Allah. Sama seperti Alquran, Alkitab mengajarkan khitan, berwudhu, mandi junub, berjilbab, salat menghadap ke kiblat, hukum qisas, dan larangan membungakan uang. “Bukan Alkitab yang salah, tapi penerapannya yang tidak pas,” kata Ita. Tepat 20 Desember 2008, Ita berikrar syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tanggal 20 sengaja dia pilih karena takut diajak Natalan ke gereja. Dari Yogyakarta, Ita pergi dengan alasan bertemu klien di Ibu Kota. “Ketika saya mengucap dua kalimat syahadat, saya merasa ada sesuatu yang sejuk sekali masuk ke lubuk hati saya.” Dia tersungkur. Ita yang mulanya sesumbar tidak akan menangis, nyatanya tak kuat menahan deraian air mata. https://www.goriau.com/serbaserbi/ita-meigavitri-wanita-cantik-pembenci-islam-ini-bersyahadat-garagara-berambisi-mencari-kesalahan-dalam-alquran.html

  1. Richard McKinney

Mantan sersan laut Amerika Serikat (AS) Richard McKinney resmi masuk Islam. Padahal sebelumnya, dia mengaku sangat benci terhadap kaum Muslimin. Dirinya bahkan menganggap orang Islam sebagai musuhnya. Kebencian McKinney yang amat kuat, membuatnya berharap semua Muslim mati. Setelah masa tugasnya selesai, McKinney kembali ke AS. Dirinya menjadi pemabuk dan kebenciannya pada Muslim semakin meningkat. “Saya tidak berpikir dapat membenci umat Islam lebih jauh. Maksudnya, saya benar-benar memiliki kebencian sejati. Saya pikir dengan meledakkan masjid, akan melakukan hal baik untuk negara saya,” jelas McKinney. Dia mengaku sempat berencana membuat bom sendiri lalu menanamnya di Islamic Center setempat. Dirinya ingin bom tersebut bisa membunuh setidaknya 200 Muslim. Meski tahu nantinya akan dihukum mati bila melakukan aksi itu, namun pria ini tidak peduli. Pria yang selama di militer mengalami desensitisasi dalam membunuh itu kemudian datang ke Islamic Center setempat. Tidak berniat melakukan pemboman, dia justru mengajukan pertanyaan ke para Muslim di sana. Selanjutnya, McKinney diberi terjamahan Alquran dalam bahasa Inggris. Setelah membacanya, dia diperbolehkan untuk bertanya lagi. “Sejak hari pertama saya berjalan ke pintu itu, tidak ada sedikit pun yang menyakiti saya. Mereka memperlakukan saya dengan cinta bahkan sebelum saya menjadi Muslim. Mereka sangat terbuka, ramah, dan menganggap saya seperti saudara,” tuturnya. McKinney kemudian mulai menghabiskan waktu berjam-jam di Masjid. Setelah delapan pekan, dia memutuskan bersyahadat dan masuk Islam. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/ppnhia320/mckinney-eks-tentara-as-saya-benci-islam-tapi-kini-muslim

Cisitu Lama Bandung 00.35

Satu pemikiran pada “0075. 13 (TIGA BELAS) PARA PEMBENCI ISLAM YANG MEJADI MUALAF DAN PEMBELA ISLAM (Daniel Streich, Van Klaveren, Arnoud Van Doorn, Yusuf Estes, Terry Holdbrooks Jr, Ibrahim Killington, Pierre Vogel, Sariya Chervallil, Arthur Wagner, Hanny Kristianto, Damianna Pearson, Ita Meigavitri, Richard McKinney)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.