20 KEUTAMAAN DAN PENTING-NYA “DOA” BAGI SEORANG MUSLIM & MUKMIN (1. Doa Bisa Mengubah Takdir, 2. Diberikan Kekuatan Menghadapi Musuh, 3. Doa adalah Inti Ibadah, 4. Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, 5. Menghindari Diri dari Kejelekan, 6. Menghindari Murka Allah, 7. Memperoleh Rahmat dari Allah, 8. Memberikan Manfaat Bagi Kehidupan (Menangkis Ketetapan Tuhan), 9. Dikabulkan Keinginannya, 10. Mendekatkan Diri pada Allah, 11. Mempermudah Segala Urusan, 12. Menghilangkan Duka Cita dan Kesulitan (Menghindarkan Bencana dan Musibah), 13. Menentramkan Jiwa, 14. Mendatangkan Pahala, 15. Diampuni Dosa-Dosa, 16. Diangkat Derajatnya di Sisi Allah, 17. Meninggal Dalam Keadaan Fitrah, 18. Dicintai oleh Allah, 19. Seluruh Nabi dan Orang Sholeh Melakukan-nya, 20. Doa adalah Senjata seorang Mukmin+Pilar Agama+Cahaya Langit dan Bumi)

Minggu, 30 Juni 2019

Astaghfirullah, Subhanalloh, Walhamdulillah, Wala Illa Haillalloh, HuAllohu Akbar. Lhahaula wala kuata illa bilah, Allohuma Sholli Washolim Ala nabiyyina Muhammad, Wa ala ali Washohbihi aj’main.

Doa adalah senjata bagi orang orang beriman, jika banyak orang muslim dan mukmin berdoa maka mereka kaya akan senjata, dan jika mereka kaya akan senjata maka mereka akan selamat dari musuh musuhnya. Jika ada musuh islam yang menyerang, maka mereka akan mudah mengalahkan-nya. Maka sudah selayaknya, masing masing orang muslim secara pribadi, keluarga, kelompok maupun masyarakat harus berusaha menguasai, menghapalkan dan mengamalkan doa yang diajarkan oleh Alloh dalam Alquran dan yang diajarkan Rasulullah, Para Sahabatnya dalam hadist (Sunnah), dan Para ulama warosatul ambiya lainya. Sangat disayangkan bahwa sampai saat ini kebanyakan umat muslim (baik perorangan, keluarga dan masyarakat) masih sangat kurang peduli (atau meremehkan) untuk meyakini, menguasai, menghapalkan dan mengamalkan doa. Banyak dari kita yang sudah hapal atau menguasai doa (dari waktu kita masih kecil disekolah) namun jarang diamalkan karena orang tua masing masing, keluarga, dan masyarakat tidak memberi motivasi dan tidak memberi contoh untuk pengamalan-nya. Masih banyak keluarga muslim yang tidak hapal atau sudah hapal namun tidak mengamalkan-nya, misalnya DOA TENTANG MAKAN ; doa mau makan ” Bismillah” atau Allohuma Bariklana Fima Rozaktana Wakina Ada Bannar, doa sudah makan “Alhamdulillahilladi at’amani hada warozakonihi  wamin ghoiri khauli minni wala kuwatti” atau Alhamdullilahilladzi at’amana wasakhona wajaalna minal muslimin”, doa jika diberi makan/minum orang lain ” Allohuma At’im man amani waskhi man sakhoni”, doa jika bertamu dan diberi makan/minum penghuni rumah “Allohuma bariklahum fima rozaktahum wagfirlahum warhamhun” dan lain lainya

Doa juga merupakan senjata yang kuat yang digunakan seorang muslim dan mukmin dalam mencari kebaikan dan menolak kemadharatan, Rosulullah saw bersabda: “ Barang siapa diantara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah SWT diminta sesuatu yang Dia berikan lebih Dia senangi dari pada diminta kekuatan, sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.” (HR: tirmizi, dihasankan oleh Al-Albani).

Doa adalah senjata yang digunakan para nabi dalam menghadapi situasi-situasi sulit, begitu pun nabi Muhamad saw dalam perang badar, ketika ia melihat jumlah kaum musyrikin sebanyak seribu sedang pasukan islam tiga ratus Sembilan belas, ia segera menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tanganya berdoa: “ Ya Allah wujudkanlah untuk kami apa yang engkau janjikan, ya Allah berikanlah kepada kami apa yang engakau janjikan, ya Allah jika sekumpulan kaum muslimin ini binasa, maka tidak ada yang akan menyembah engkau di muka bumi ini.” Rasulullah saw terus melantunkan doa seraya membentangkan kedua tanganya menghadap kiblat hingga selempangnya jatuh, maka datanglah Abu Bakar mengambil selempang Rasulullah saw dan meletakanya di atas pundaknya dan menjaganya dari belakang dan berkata: wahai nabi Allah, doa engkau kepada Tuhanmu sudah cukup, karena Dia pasti akan mewujudkan apa yang Dia janjikan untukmu.” (HR: Muslim). Demikian pula nabi Ayub a.s., ia menggunakan senjata doa ketika mengalami berbagai macam cobaan, terisoler dari manusia, tidak ada lagi yang menyayanginya selain istrinya sendiri, dalam kondisi seperti itu ia tetap bersabar dan mengharap ridho Allah SWT, dan ketika cobaan itu telah berlarut lama, ia berdoa: “ Dan ingatlah (kisah ayub), ketika ia menyeru Tuhanya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka kami-pun memperkenankan seruan-nya itu, lalu kami lenyap kan penyakit yang ada padanya…” ( QS: Al-Anbiya’: 83-84).

Doa adalah jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berpengetahuan, kendaraan para Nabi dan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terdzalimi dan tertindas, melalui doa nikmat diturunkan dan melaluinya pula murka dihindarkan. Alangkah besar kebutuhan para hamba Allah akan doa, seorang muslim tidak akan pernah bisa lepas dari kebutuhan akan doa dalam setiap situasi dan kondisinya. Doa adalah obat yang paling mujarab, ia ibarat musuh bagi penyakit, ia senantiasa melawan, menghilangkan atau meringankan nya. Begitulah kedudukan doa, seyogyanya bagi seorang muslim untuk mengetahui keutamaan-keutamaan doa.

Doa memiliki keutamaan dan faedah yang tak terhitung, kedudukannya sebagai satu bentuk ibadah cukup menjadi bukti keutamaan-nya, bahkan ia adalah ibadah itu sendiri, sebagaimana yang sabda kan Rasulullah saw,” Doa adalah ibadah.” (HR: Tirmizi, disahihkan Al-Albani). Meninggalkan doa adalah bentuk menyombongkan diri dari menyembah Allah SWT, sebagaimana Allah SWT berfirman: “ Dan Tuhamnu berfirman: “ berdoalah kepada-Ku, niscaya akan ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku(berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS: Gafir:60).

Dan doa itu menunjukan tawakal kepada Allah SWT, hal itu dikarenakan orang yang berdo’a dalam kondisi memohon pertolongan kepadaNya, menyerahkan urusan hanya kepada-nya bukan kepada yang lain-Nya. Sebagaimana doa juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan bentuk pemenuhan akan perintah-Nya. Allah SWT berfirman: “ Dan Tuhamnu berfirman: “ berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan
kuperkenankan bagimu” ( Gafir: 60).

Di samping itu doa juga dapat menghilangkan kegelisahan dan kesedihan, menjadikan hati lapang, mempermudah urusan, dalam doa seorang hamba bermunajat kepada Tuhanya, mengakui kelemahan dan ketidak berdayaanya, mengungkapkan rasa butuhnya kepada Pencipta dan Pemiliknya, doa juga sarana untuk menghindari murka Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “ Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya” ( HR: Ahmad, Tirmizi, dihasankan Al-Albani).

Alangkah indahnya ungkapan seorang penyair: Janganlah engkau meminta manusia satu kebutuhan, Mintalah kepada yang pintu-Nya tak pernah tertutup, Allah marah jika engkau tidak meminta-Nya, Sedang manusia justru marah ketika meminta,

Doa juga menjadi senjata bagi orang-orang yang terdzalimi, ia adalah tempat berlindung bagi orang-orang lemah yang putus harapan, tertutup segala pintu di hadapan-nya, imam Syafi’I mengatakan: Apakah engkau meremehkan doa dan memandangnya sepele
Padahal engkau tidak tahu apa yang diperbuat doa Ia adalah anak panah-anak panah malam yang tak kan meleset Akan tetapi ia memiliki masa dan masa itu ada Penghujungnya.

Keutamaan dan fadilah “Doa”

  1. Doa Bisa Mengubah Takdir,
    • Dijelaskan dari Tsauban RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada yang dapat mencegah takdir, kecuali doa. Tidak ada yang dapat menambah umur, kecuali kebaikan. Dan seseorang benar-benar akan dihalangi dari rezeki, disebabkan oleh dosa yang diperbuatnya.” (HR. Al-Hakim)
  2. Diberikan Kekuatan Menghadapi Musuh,
    • Nabi berdoa di malam Perang Badar. Setelah seluruh persiapan dilakukan, tinggal satu, mengharapkan pertolongan Allah SWT. Malam itu pun Nabi bersama sahabat melakukan shalat malam. Di belakangnya ada Abu Bakar as-Shiddiq. Doa yang dipanjatkannya pun tidak main-main: اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ لا تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ Allahumma in tuhlika hadzihi al-‘ishabata la tu’bad fi al-ardhi “Ya Allah, sekiranya Engkau binasakan kelompok yang tersisa ini (dalam Perang Badar), maka Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi.” [Dikeluarkan Ibn Mundzir, al-Ausath fi as-Sunan] Doa ini dipanjatkan di tengah pekatnya malam, saat Allah turun ke langit bumi. Diulang-ulang Nabi, dengan khusyu’, sambil menangis hingga tubuh baginda yang mulia itu bergetar, sampai surbannya jatuh. Abu Bakar yang berada di belakang Nabi pun memungut surban itu, lalu bertutur kepada Nabi, “Cukup ya Rasul, cukup ya Rasul, Allah pasti telah mendengarkan doa Tuan.” Maka, lihatlah kemudian, Allah menurunkan 5000 pasukan malaikat-Nya untuk membantu Nabi saw.
    • Ketika Nabi dikepung pasukan koalisi, yang terdiri dari kaum Kafir Quraisy, Yahudi dan kabilah-kabilah lain, saat Perang Khandak, setelah seluruh persiapan dilakukan, dan rencana penjanjian dibatalkan, Nabi saw bermunajat kepada Allah di atas bukit. Tiga malam berturut-turut, Nabi saw. memanjatkan doa: اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اللَّهُمَّ اهْزِمِ الأحْزَابَ، اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ Allahumma ya Munzila al-kitab, Sari’a al-hisab, Allahumma ahzimh al-Ahzab, Allahumma ahzimhum wa zalzilhum.. “Ya Allah, Dzat yang Maha menurunkan Kitab (al-Qur’an), yang Maha Cepat perhitungan-Nya, ya Allah kalahkanlah pasukan koalisi (musuh), ya Allah kalahkanlah mereka, dan goncanglah mereka..” [Hr. Bukhari dan Muslim]. Setelah doa itu dipanjatkan, Abu Sa’id al-Khudri menuturkan, “Allah SWT memukul musuh-musuh kami dengan angin. Allah pun mengalahkan mereka dengan angin.” [Hr. Ahmad dalam Musnad]
  3. Doa adalah Bentuk Ibadah,
    • Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ ”Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani) [1]
    • Alloh berfirman: “ berdoalah kepada-Ku, niscaya akan ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku(berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS: Gafir:60).
  4. Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah,
    • Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. [Sunan At-Timidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362].
  5. Menghindari Diri dari Kejelekan,
    • Diriwayatkan dari Abu Sa’id: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad).
  6. Menghindari Murka Allah,
    • “Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya.” (HR. Ahmad II/442 no.9699, dan At-Tirmidzi V/456 no.3373, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Dan dihasankan syaikh Al-Albani)
  7. Memperoleh Rahmat dari Allah,
    • “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf : 55-56)
  8. Memberikan Manfaat Bagi Kehidupan (Menangkis Ketetapan Tuhan),
    • “Barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya, berarti telah dibukakan pula untuknya segala pintu rahmat. Dan tidak dimohonkan kepaia Allah, yang lebih disukai-Nya selain daripada dimohonkan ‘afiyah. Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian.” (HR. Al-Tirmidzî)
  9. Dikabulkan Keinginannya,
    • “Tiap Muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah, atau dijauhkan Allah daripadanya sesuatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR Al-Thirmidzi).
  10. Mendekatkan Diri pada Allah,
    • “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).
  11. Mempermudah Segala Urusan,
    • Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran yang artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu“. (QS. Al-Mu’min: 60)
    • “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An-Namal : 62)
  12. Menghilangkan Duka Cita dan Kesulitan (Menghindarkan Bencana dan Musibah),
    • “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim’. Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya: 87-88).
  13. Mententramkan Jiwa,
    • “……… Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).
  14. Mendatangkan Pahala Terus Menerus,
    • “Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 4310)
  15. Diampuni Dosa-Dosa,
    • “Hai anak Adam, sesungguhnya selama kamu berdoa kepada-Ku dan kamu mengharapkan kepada-Ku, Aku ampuni kamu bagaimanapun keadaanmu sebelumnya, Aku tidak perduli. Hai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan dilangit, kemudian kamu minta ampun kepada-Ku, Aku ampuni kamu dan Aku tidak perduli. Hai anak Adam, sekiranya kamu mendatangi Aku dengan membawa kesalahan-kesalahan yang hampir memenuhi bumi, kalau kamu bertemu Aku nanti dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, pasti Aku mendatangi kamu dengan membawa ampunan yang hampir memenuhi bumi pula.” (HR. Tirmidzi)
  16. Diangkat Derajatnya di Sisi Allah,
    • Sesungguhnya Allah berfirman dalam hadits Qudsi: “Barangsiapa berdo’a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do’anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya.”
  17. Meninggal Dalam Keadaan Fitrah,
    • “Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti kamu hendak melakukan sholat. Kemudian berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah: Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus. Apabila kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu.” (HR.Bukhari).
  18. Dicintai oleh Allah,
    • Allah mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa”. [Hadits Dhaif, Al-Albani berkata dalam Silsilah Dhaifah bahwa hadits ini bathil 2/96-97].
  19. Seluruh Nabi dan Orang Sholeh Melakukan-nya,
    • Doa Nabi Adam a.s.“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. Al-A’raf/7:23)
    • Doa Nabi Nuh a.s. “ Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran. (Q.S. Nuh/71: 28), ”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” (Q.S. Hud/11: 47), “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (Q.S. Al-Mu’minun/23: 29)
    • Doa Nabi Hud a.s. “Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil). (Q.S. Hud/11: 56)
    • Doa Nabi Ibrahim a.s “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah/2: 127), “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqarah/2: 128), “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim/14: 40)”, Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” . (Q.S. Ibrahim/14: 41), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 83) dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 84) dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat, (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 85), “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. (Q.S. Al-Mumtahanah/60: 4), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Q.S. Al-Mumtahanah/60: 5), “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (Q.S. Ash-Shaffat/37: 100)
    • Doa Nabi Luth a.s, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.” (Q.S. Al-‘Ankabut/29: 30)” Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 169)
    • Doa Nabi Ya’qub a.s.“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. (Q.S. Yusuf/12: 86)
    • Doa Nabi Yusuf a.s.“Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (Q.S. Yusuf/12: 33), (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (Q.S. Yusuf/12: 101).
  20. Doa adalah Senjata seorang Mukmin+Pilar Agama+Cahaya Langit dan Bumi)
    • Al-Imam Abu Ya’laa Al-Maushiliy rahimahullah meriwayatkan hadits berikut : Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Hammaad Al-Kuufiy, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Hasan bin Abu Yaziid Al-Hamdaaniy, dari Ja’far bin Muhammad, dari Ayahnya, dari Kakeknya, dari ‘Aliy -radhiyallaahu ‘anhu-, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Do’a adalah senjata orang mu’min, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi.” [Musnad Abu Ya’laa no. 439], Diriwayatkan pula oleh Al-Haakim (Al-Mustadrak 1/492); Al-Qudhaa’iy (Musnad Asy-Syihaab no. 143); ‘Abdul Ghaniy Al-Maqdisiy (At-Targhiib fiy Ad-Du’aa’ no. 10); Ibnu ‘Adiy (Al-Kaamil 7/372); semua dari jalan Al-Hasan bin Hammaad, dari Muhammad bin Al-Hasan bin Abu Yaziid, dan seterusnya hingga ‘Aliy, secara marfuu’.

Hayoo belajar dan amalkan Doa2 dari Alquran dan Hadist terus menerus….. Mulai dari diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Cisitu lama, bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.