0064. TAUKAH ANDA LARANGAN NABI MUHAMMAD Shallallahu ‘alaihi wa sallam Mengenai “MENOLEH WAKTU SHALAT” dan MELIHAT KE LANGIT? Dan Hendaknya MELIHAT TEMPAT SUJUD (Kecuali waktu Attahiyat MELIHAT ARAH TELUNJUK).

Jum’at, 14 Juni 2019

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad keluarga dan sahabatnya. Aamiin

Kadang tidak disadari, diri kita, keluarga dan anak kita tidak mengetahui bahwa ada larangan yang fundamental ” Seperti MENOLEH Waktu Shalat”. Sholat adalah salah satu Ibadah yang sangat agung dan mulia, maka sudah sepatutnya kita untuk menyempurnakan-nya.

Dalil2 dari Hadist mengenai Larangan “Menoleh Waktu Shalat”

  1. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

لَا يَزَالُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُقْبِلًا عَلَى الْعَبْدِ وَهُوَ فِي صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَلْتَفِتْ فَإِذَا الْتَفَتَ انْصَرَفَ عَنْهُ

Allâh senantiasa berada di hadapan seorang hamba ketika ia sedang shalat, selama ia tidak menoleh. Jika ia menoleh, maka Allâh berpaling darinya. [HR Abu Dawud, no. 909].

  1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aku dengan tiga perkara dan melarangku dari tiga perkara. Memerintahkan aku untuk melakukan shalat dhuha dua raka’at setiap hari, witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari dari setiap bulan. Melarangku dari mematuk seperti patukan ayam jantan, duduk iq’â seperti duduk iq’â anjing, dan menoleh sebagaimana musang menoleh”.
  2. Telah bercerita kepada kami Al Hasan bin ar-Rabi’ telah bercerita kepada kami Abu Al Ahwash dari Asy’ats dari bapaknya dari Masruq berkata, ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata; “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang seseorang yang menoleh ketika sedang shalat maka Beliau bersabda: “Itu adalah sambaran yang sangat cepat yang dilakukan oleh setan terhadap shalatnya seseorang dari kalian” (Shahih Bukhori).
  3. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda“Jikalau kalian melaksanakan shalat maka janganlah menoleh, karena Allah menghadapkan wajahNya kearah wajah hambaNya di dalam shalatnya selagi tidak menoleh” [Dishahihkan oleh syaikh al Baniy dalam shahih targhib wa tarhib:1498 dan shahih jami’ ash shaghir:2604]
  4. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika ditanya tentang orang yang menoleh dalam shalatnya Beliau mengatakan:” Ia merupakan copetan dengan cepat yang setan mencopet dari shalat seorang hamba” [H.R.Bukhari:751]
  5. “Seorang yang shalat apabila berpaling kearah kanan atau kiri, maka di saat itu setan mendapatkan kemenangan dan memalingkannya dari menunaikan peribadatan. Bahkan, kadangkala seseorang menjadi lupa atau salah karena hatinya tidak ikut hadir bersamanya dan tersibukkan dengan sesuatu yang bukan menjadi tujuannya” [Syarah Sunan Abu Dawud 4/134]
  6. Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata, “Perumpamaan orang yang menoleh di dalam shalatnya dengan pandangan matanya atau hatinya (ialah) seperti seseorang yang dipanggil oleh seorang raja. Raja tersebut mendudukkan orang itu di hadapannya, mulai menyerunya, dan berbicara kepadanya. Namun pada saat itu orang tersebut menoleh ke arah kanan dan kiri dari sang raja. Hatinya juga berpaling dari sang raja, sehingga ia tidak memahami pembicaraan sang raja. Maka apakah perkiraan orang itu terhadap tindakan raja kepadanya. Bukankah tingkatan paling rendah, ia akan meninggalkan sang raja dalam keadaan dimurkai, dijauhkan darinya, dan jatuh martabatnya di hadapan sang raja?

Para ulama membagi bentuk menoleh ketika shalat menjadi 3:

  • Pertama, menoleh dengan gerakan seluruh badan atau sebagian besar badan ke arah selain kiblat. Untuk kasus ini shalatnya batal. Karena bagian dari syarat sah shalat adalah menghadap kiblat, dan tindakan semacam ini dianggap melanggar syarat tersebut.
  • Kedua, menoleh hanya dengan gerakan kepala dan mata (melirik). Sementara anggota badan lainnya tetap menghadap kiblat. Menoleh semacam ini hukumnya makruh dan bisa mengurangi pahala shalatnya, hanya saja shalatnya sah dan tidak batal.
  • Ketiga, menoleh hati, Menoleh yang ketiga bukan menoleh fisik, tapi menoleh konsentrasinya. Seseorang shalat sementara dia tidak khusyu dalam shalatnya. Pikirannya sibuk dengan berbagai rekaman peristiwa dan angan-angan yang dia rencanakan. Dan menoleh hati mengurangi kekhusyuan dan tidak sempurnanya pahala shalat

Dalil2 dari Hadist mengenai Larangan “melihat ke langit/ ke atas ketika shalat”

  1. Hadits Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah bersabda:“Hendaklah orang-orang itu sungguh-sungguh menghentikan untuk mengangkat pandangan mereka ke langit ketika dalam keadaan shalat, atau (bila mereka tidak menghentikannya) pandangan mereka itu tidak akan kembali kepada mereka.” Dalam satu riwayat: Atau sungguh-sungguh akan disambar pandangan-pandangan mereka.” (HR. Muslim no. 965, 966). Kata Al-Imam An-Nawawi t, “Hadits ini menunjukkan larangan yang ditekankan dan ancaman yang keras dalam masalah tersebut.” (Al-Minhaj, 4/37)
  2. Semula dalam shalatnya Rasulullah n mengangkat pandangannya ke langit. Lalu turunlah ayat: “(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalat mereka.” (Al-Mu’minun: 2), Beliau pun menundukkan kepala beliau. (HR. Al-Hakim 2/393. Al-Imam Al-Albani t mengatakan bahwa hadits ini di atas syarat Muslim, lihat Ashlu Shifah1/230). AisyahREodiallohu anha berkata: “Rasulullah n masuk Ka’bah (untuk mengerjakan shalat, pen.) dalam keadaan pandangan beliau tidak meninggalkan tempat sujudnya (terus mengarah ke tempat sujud) sampai beliau keluar dari Ka’bah.” (HR. Al-Hakim 1/479 dan Al-Baihaqi 5/158. Kata Al-Hakim, “Shahih di atas syarat Syaikhan.” Hal ini disepakati Adz-Dzahabi. Hadits ini seperti yang dikatakan keduanya, kata Al-Imam Albani t. Lihat Ashlu Shifah 1/232)

Dalil2 dari Hadist mengenai Melihat Arah Telunjuk Waktu Shalat”

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat, serta mengarahkan pandangan mata kepadanya (telunjuk itu). (HR. an-Nasai 1160, Ibn Hibban 5/274, Ibn Khuzaimah 719. Al-A’dzami mengatakan: Sanadnya shahih)

Referensi;

Cisitu Lama, Bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.