0061. PUISI-KU TENTANG PEMILU 2019 “RUBUH-NYA KEBENARAN DAN KEADILAN”

Sabtu, 08 Juni 2019,

Tidak di nyana, tidak disangka, begitu mudahnya “Demokrasi” yang dipilih oleh manusia yang katanya “Pilihan” yang terbaik pada abad ini bisa terjerambab jatuh dan tak bernilai sama sekali hanya karena “Nafsu Serakah Sebagian Manusia” atau keinginan untuk berkuasa terus dengan jalan yang tidak “Halal”.

Setiap penguasa ingin mempertahankan kekuasaan-nya, dengan cara apapun baik dengan cara yang baik ataupun cara yang jelek sampai dengan cara yang sadis-pun ditempuh;

  • (Cara yang baik : Saling berlomba dalam kebaikan, amal sholeh, Keadilan, kebenaran, Kejujuran, Adu misi visi dan program, Pemerataan Pembangunan, Peningkatan Pendidikan+Kesehatan+Pertanian+Peternakan+Politik dan Hukum Yang sehat, Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Miras, Judi, Peningkatan Keagamaan (Indahnya keberagaman + kebersamaan, Pemberdayaan ZIS, Shalat +Dzikir Berjamaah, Pengajian Nasional, dll)
  • (Cara yang Jelek dan Sadis : Saling Berebut dengan kasar dan menjatuhkan, Saling Berkhianat, Saling membunuh dan mematikan, Saling mendholimi, Saling Mengadu Domba, Saling menyakiti, Saling mencela, Saling Mencurangi. saling Mengancam, Dll)

Sebagai orang awam, Saya melihat Pemilu 2019 kali ini “Penyelengaraan-nya” adalah Paling Jelek dan Paling Sadis dan tidak bermoral artinya tidak etis sama sekali jika dilakukan oleh orang2 yang sudah berpendidikan Tinggi, sudah berdemokrasi berpancasila, sudah berbhineka tunggal ika, sudah Ber”NKRI harga Mati”, Sudah Ber”Indonesia”, Sudah ber”Keadilan, Sudah Berikrar dan Berjanji sebagai “Pemimpin atau Penguasa”, Sudah ber “Politik Benar”, dan dilakukan dengan “Paras Muka Dingin Tanpa merasa Salah Sedikitpun” dan dilakukan dengan Cara “KASAR”.

Tidak bisa dipungkiri, Pemilu 2019, terjadi banyak kesalahan, kecurangan dan pemaksaan kehendak dari para politikus penguasa (Lihat Keputusan Bawaslu tentang pengaduan kecurangan BPN 02, Banyaknya pegawai KPPS yang meninggal, You Tube, TiVi, Instagram, Face Book, Radio internet, Dll), biarpun Penguasa mendustakan-nya bahkan membungkam-nya.

Pedih, perih, dan membara dalam dada, Tak sanggup menerima derita bangsa, Betapa malu pilu berjuta rasa, Penipuan dan pengkhianatan didepan mata,

Hai…. Penguasa,,,,,, sebelum berkuasa, kamu selalu bilang di dzolimi, di khianati, di pinggirkan, disakiti, di bungkam bahkan di bunuh, Namun SETELAH kamu berkuasa, kenapa kamu mendzolimi?????, kenapa kamu menyakiti??? kenapa kamu mengkhianati???, kenapa kamu membungkam kami???? Jawab………. Hayoo Jawab……

Sudah hilang rasa malu-mu????? kamu haus akan kekuasaan??? kamu menghalalkan segala cara??? Licik, Culas, berdarah dingin, berkerah putih, tamak dan rakus terhadap harta dan kekayaan, dan ingin hidup 1000 tahun????? Dungu terhadap kebenaran???…. Benarkah…??? hayooo jawab……….. jika tidak benar…… kenapa kamu lakukan “Kecurangan itu”?????

Di media, di partai-mu, di kantormu, dirumah-mu, di lingkungan-mu…. kamu selalu menggaungkan “Kebersamaan, Kejujuran, Kebenaran, Saling menghargai, Kebhinekaan, NKRI harga mati, kedamaian, keadilan, kemajemukan, Persatuan…… Namun kenyataanya kamu melakukan “Kecurangan Sejatiiii”…. yang menghancurkan bangsa dengan menggaungkan Isu-Isu radikalisme, Kekerasan, dan intimidasi Rasis, Dll.

Ngomong orang lain radikal tapi dia sendiri radikal………..?? Ngomong NKRI Harga Mati tapi dengan Kecurangan Pemilu-mu ini malah bisa menyebabkan NKRI Harga Mati ternodai… Ngomong saling menghargai….. namun pemilu-mu tidak menghargai beda pilihan……….. Lucu banget !!!!…………Katanya Orang2 yang hebat dan Pintar…… tapi masih MEMBODOHI DAN MENCURANGI rakyat….. terus hebat dan Pintar-nya dimana? Mengaku berjuang dan sok jadi pahlawan padahal jauh dari kenyataan……..

Jaman-nya Kebalik….. Pintar bersandiwara dimedia,  Berbuat sedikit ditulis berbuat banyak, katanya Anti korupsi tapi tidak malu masih banyak para pejabat yang dipimpin-nya melakukan korupsi dan belum bisa mencegah korupsi…… bahkan masih ada dipemilu 2019 ini Partai yang dulu-nya  menggaungkan Anti Korupsi, tapi setelah berkuasa “Menterinya dan Anggota Partainya Banyak Berkorupsi” tapi sampai sekarang masih bangga dengan partai tersebut dan tidak pernah merasa bersalah dengan “Partai-nya yang Korupsi itu”………. Mungkin Malu-nya sudah hilang??? Tapi yang saya binggung… kenapa masyarakat masih memilih Partai tersebut??? karena masyarakat juga sudah hilang rasa malunya kali???? ya….jaman sekarang ….. koruptor yang banyak harta dan uang-nya masih menjadi pilihan masyarakat???? itulah masyarakat indonesia yang sudah dilatih budaya korupsi abadi, susah untuk menjauhi lingkungan koruptor….. Katanya masyarakat Agamis……. Tapi berperilaku Non Agamis………???? terus orang beragamanya dimana??

Akhirnya ku ingatkan diriku dan dirimu bahwa duka dan lara Kita, adalah sebagai penebus dosa, Hai… para pemimpin dan penguasa……..Jika kalian bersalah bertobatlah, jika ingin negara ini adil makmur aman sentosa……. jangan ulangi kesalahan ini!!!! Alloh akan murka. Lihat Firman Alloh dalam Alquran berikut ini ” Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (Al Israa – Ayat 16).

Cisitu Lama Bandung