0056. ORANG ORANG YANG “CURANG” (Tidak akan masuk Surga, Dimasukan dalam Neraka Wail, Tertimpa paceklik, Tertimpa Kesusahan dalam memenuhi kebutuhan, dan Terkena kejahatan penguasa, Mendapatkan kebinasaan). Seperti Pemimpin yang curang (tidak amanah, Tidak adil, Etc), Kecurangan dalan jual beli (Mengurangi Timbangan, Etc.), Perbuatan curang dalam ilmu (Menyontek, Menyogok/Menyuap, Etc), dan Curang dalam Perkatan (Berita & Saksi Palsu dalam Persidangan, Etc). Perbuatan Curang adalah salah satu KEDZOLIMAN BESAR dan menyebabkan DOSA BESAR dan Harta yang didapatkan dengan kecurangan adalah HARAM.

23 Maret 2019;

Belajar dari hadist Rosullulloh tentang  3 hari bersama “Calon Penghuni Surga” namun tidak punya amalan yang special (atau amalan khussu) hanya dikarenakan  2 sebab, tidak pernah berbuat “CURANG” dan tidak pernah “IRI ataupun HASAD” kepada orang lain.

Rosullulloh bersabda “Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga.” Ucapan Rosulluloh ini diucapkan 3x dalam 3 hari berturut turtut kepada para sahabat. Ucapan Rasulullah SAW ini serta-merta membuat riuh para sahabat yang tengah berada di masjid Nabawi. Mereka bertanya-tanya siapa gerangan sang penghuni surga itu. Apakah dia salah satu sahabat yang paling rajin shalatnya atau yang paling rajin puasanya? Atau, yang paling banyak sedekahnya atau mungkin yang tak pernah absen dalam jihad? Tak lama, para sahabat pun melihat seorang laki-laki Anshar dengan wajah basah. Air wudhu menetes dari janggutnya. Tangannya menjinjing sepasang sandal jepit. Tak ada yang spesial secara fisik. Setelah diklarifikasi oleh Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash, Ternyata amalan-nya adalah tidak pernah berbuat “CURANG” dan tidak pernah “IRI ataupun HASAD” kepada orang lain”.

Disini kita akan bahas  salah satu penyebab Calon Penghuni Surga yaitu TIDAK PERNAH CURANG. Definisi berbuat CURANG dalam Wiktionary bahasa Indonesia mempunyai arti  tidak jujur; tidak lurus hati ; tidak adil; Orang yang munafik senantiasa berhati curang. Perbuatan curang dalam masayarakat kita dewasa ini adalah sudah sangat biasa bahkan orang yang sering melakukan-nya sudah tidak menganggap berdosa. Jaman sekarang ini, banyak sekali organisasi atau instansi baik swasta dan pemerintah dalam melakukan interaksi kegiatan-nya  untuk bisa berjalan, hidup dan mendapatkan keuntungan dengan cara2 yang CURANG. Padahal perbuatan itu bagi semua orang secara fitrah mengganggap sangat buruk dan tidak terpuji karena mengandung kebohongan, penipuan dan khianat . Jika perbuatan ini bisa direcord dan diTVkan maka betapa malu-nya kita bahwa semua keuntungan yang diraih ternyata diperoleh dari kecurangan.

Perbuatan curang bisa terjadi terjadi dalam banyak hal, adalah yang  sudah dijelaskan oleh Alloh dan rosulnya antara lain:  Pemimpin yang curang, Kecurangan dalan jual beli, Perbuatan curang dalam ilmu, perbuatan curang dalam perkataan;

  1. Pemimpin yang curang;

Pemimpin adalah jabatan tertinggi, jika dalam kepemimpinan seseorang terdapat kecurangan maka akan terjadi kehancuran moral dan beragama dalam masyarakat, atau instansi, atau Negara yang dipimpin itu. Dan jika kecurangan sudah terjadi dimana mana dan tidak bisa dihentikan maka keberkahan dalam kehidupan masyarakat atau instansi atau negara ituakan hilang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan atas orang lain, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang terhadap orang-orang yang dipimpinnya, melainkan Allah akan mengharamkan atasnya surga.” (HR Muslim)

  1. Kecurangan dalan jual beli;

Curang dalam jual beli berarti berbuat dzolim kepada orang lain, biarpun sedikit, harta yang dihasilkan dari jalan berbohong, menyembunyikan kecacatan dan kurang dalam takaran hasilnya tetap haram untuk dimakan, dan menyebabkan salah satu jalam hidup yang tidak bahagia karena harta yang kita makan tidak halal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat bersama rombongan para sahabat ke pasar untuk melakukan pengecekan barang-barang dagangan. Saat itu beliau melewati gundukan makanan, kemudian beliau memasukkan tangannya dan mendapati bagian dalam dari gundukan itu basah. Beliau berkata, “Apa ini wahai penjual makanan?” Ia berkata, “Bagian ini terkena air hujan wahai Rasulullah.” beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak meletakkannya di bagian atas, agar orang yang akan membeli dapat melihatnya? Barangsiapa yang berbuat curang kepada kami, maka ia bukan bagian dari golongan kami.” (HR Muslim). Beberapa dalil dari Alquran mengenai kecurangan antara lain: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. Al Isra’: 35), “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.” (QS. Asy Syu’ara : 181-184).

  1. Perbuatan curang dalam ilmu

Kecurangan dalam ilmu sangat berbahaya dan memiliki dampak negatif yang cukup besar dan akibatnya sangat fatal. Para ulama mengatakan, tatkala seseorang mendapatkan ijazah pendidikan dengan cara yang tidak jujur, maka harta yang didapatkan dengan ijazah itu pun teranggap harta yang haram atau tidak thoyyib. Tatkala orang menjadi pegawai dengan menyogok atau menyuap maka gaji yang didapatkan adalah haram. Praktek kecurangan dalam ujian sekolah, ujian calon PNS, ujian calon Polisi dan TNI, ujian2 pada instansi yang lainya, adalah petaka yang menyedihkan dalam dunia pendidikan, kepegawaian dan kenegaraan kita. Pendidikan yang seharusnya berada di garda depan dalam membentuk manusia-manusia yang jujur dan memiliki integritas tinggi, acap kali justru diwarnai praktek-praktek tidak terpuji seperti itu. Kepegawaian adalah strata yang banyak diinginkan dan didambakan oleh semua orang, jika masih banyak kecurangan terjadi dalam screening kepegawaian maka akan menghasilkan pegawai yang malas, tidak kredibel, koruptif, tidak produktif dan hanya makan gaji buta.

  1. Perbuatan curang dalam perkataan;

Curang dalam perkataan sering terjadi dalam urusan persidangan dalam khasus hukum baik perdata dan pidana, seperti memberi kesaksian palsu, menyampaikan informasi-informasi yang tidak sesuai dengan fakta dan hakikatnya di hadapan persidangan dengan maksud menzalimi dan merugikan orang lain.

Adapun Ancaman orang yang berbuat curang yaitu:

  1. Dimasukan Neraka Wayl “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, penduduk di kota tersebut sering bermain curang dalam takaran, Turunlah ayat 1-3 ‘QS. Al Muthaffifin . Dalam ayat di atas disebutkan kata Wayl yang berarti kecelakaan besar, atau bisa juga merujuk pada nama sebuah lembah di Neraka Jahannam, orang kafir dijatuhkan ke dalamnya selama empat puluh tahun sebelum akhirnya sampai ke dasarnya (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan al-Hakim). Sedangkan menurut Ibnu Abbas, Wayl adalah sebuah lembah di Neraka Jahanam yang di dalamnya mengalir nanah-nanah para penghuni neraka, lembah tersebut diperuntukkan bagi orang-orang yang berbuat curang. Na’udzubillah min dzalik.
  2. Tertimpa paceklik, kesusahan dalam memenuhi kebutuhan, dan terkena kejahatan penguasa. Rasulullah menghadap kami waktu dimadinah lalu mengatakan, “Hai orang-orang Muhajirin, ada lima perkara yang jika kalian tertimpa dengan itu—dan aku berlindung kepada Allah untuk kalian tertimpa dengan itu— … (lalu beliau mengatakan) dan tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka tertimpa oleh paceklik, kesusahan (dalam memenuhi) kebutuhan dan kejahatan penguasa…” (HR. Ibnu Majah).
  3. Mendapat kebinasaan, Ibnu Katsir berkata, “Allah membinasakan dan menghancurkan kaum Syu’aib dikarenakan mereka berbuat curang dalam takaran dan timbangan.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 508). Jika kecurangan sudah mendarah daging dan menjadi sesuatu yang dimaklumkan dalam suatu kaum, maka sangat mungkin Allah akan membinasakan kaum tersebut dan menggantikannya dengan kaum lain yang lebih baik darinya.

Ya Alloh Lindungi kami dari Sifat Sifat Curang, dan Jauhkan kami dari Orang Orang yang Curang.

Cisitu Lama, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.