0055. DAHSYAT-NYA “BERDZIKIR” (Sebaik baik amalan, Yang paling bersih disisi Tuhan, Lebih meninggikan derajat, Lebih baik daripada membelanjakan emas dan perak, Lebih baik daripada berhadapan dengan musuh (berjihad fisabililah), Tidak ada sesuatu-pun yang menyelamatkan dari azab Alloh kecuali dzikirulloh, Hadist No. 1493, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 352))

16 Maret 2019,

Segala puji dan kerajaan milik Alloh, yang menghidupkan, yang mematikan, yang menciptakan langit bumi se-isinya. Maha suci Alloh, tiada daya dan kekuatan kecuali dari-Mu ya,, Alloh. Semoga sholawat, keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Aamiin.

DEFINISI DZIKIR ; Adalah sebuah aktivitas ibadah dalam umat muslim untuk mengingat Alloh. Ibadah ini dilakukan dengan mengucapkan lafal dzikir yang mengandung pujian kepada-Nya, pensucian-Nya, pengagungan-Nya, pentauhidan-Nya, dan ungkapan syukur kepada-Nya. Salah satu perkara yang sangat dibutuhkan oleh seorang muslim dalam kehidupannya adalah dzikir terkait dengan aktifitasnya dalam sehari semalam. Aktifitas harian seorang muslim, baik terkait dengan berdiri, duduk, diam, bergerak, masuk, keluar dan aktifitas lainnya, semuanya dilakukan dalam rangka ketaatan kepada Allah sehingga ia menjadi sosok hamba yang terhitung senantiasa berdzikr dengan memohon pertolongan kepada-Nya saja dan bertawakal kepada-Nya semata.

PERINTAH WAJIB DZIKIR; Dan dzikir adalah salah satu kewajiban (Perintah Alloh) yang tercantum dalam Alquran (Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (Al Ahzab 33:41-42)). (……Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (A-Ahzâb/33:35))

FADILAH (KEUTAMAAN DZIKIR);

  1. Dengan dzikir, hati akan menjadi tenang. Allâh Azza wa Jalla berfirman : (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allâh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh hati menjadi tentram. (ar-Ra’d/13:28)
  2. Alloh selalu bersama dan menyebut dengan orang selalu berdzikir “Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152). (Alloh berfirman ” …. Aku bersama-nya apabila ia menyebutKu…. (Hadist No. 1487-1, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 349). Sesungguhnya Alloh berfirman ” Aku bersama hambaKu apabila ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak karena menyebutKu” (Hadist No. 1490-1, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 351)
  3. Berdzikir adalah Sebaik baik amalan, Yang paling bersih disisi Tuhan, Lebih meninggikan derajat, Lebih baik daripada membelanjakan emas dan perak, Lebih baik daripada berhadapan dengan musuh (berjihad fisabililah), Tidak ada sesuatu-pun yang menyelamatkan dari azab Alloh kecuali dzikirulloh (Hadist No. 1493, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 352).
  4. Memperbanyak Berdzikir adalah amalan utama yang bisa  atau setara menggantikan orang yang tidak mampu atau merasa berat sholat malam hari, bakhil menyedekahkan harta dan takut berjihad fisabililah melawan musuh (Hadist No. 1496, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 353).
  5. Orang yang banyak berdzikir kepada Alloh, perumpamaannya adalah seperti seseorang yang dicari musuh dengan cepat melalui jejaknya, hingga ia sampai kepada benteng yang sangat kokoh, lalu orang itu melindungi dirinya didalamnya. Dan amalan ini adalah amalan seorang hamba yang selamat dari setan.(Hadist No. 1498, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 356)
  6. Lisan yang selalu berdzikir adalah salah satu harta yang paling utama, selain hati yang selalu bersyukur dan istri beriman yang selalu membantunya dalam imannya. (Hadist No. 1499, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 357)
  7. Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dan yang tidak mengingat Rabbnya adalah seperti yang hidup dan yang mati (hadist No. 1500, Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hal 357).
  8. Dari Ummi Hani, Menuturkan bahwa Suatu ketika Rosullulloh lewat disisiku pada suatu hari, lalu aku berkata, Ya Rosullulloh, aku telah lanjut usia dan telah menjadi lemah, maka perintahkanlah aku dengan suatu amal yang bisa aku lakukan sambil duduk, maka Beliau bersabda; Bertasbihlah (Subhanalloh) kepada Alloh 100 tasbih, karena sesungguhnya ia menyamai 100 budak sahaya yang kamu merdekakan dari keturunan ismail, dan Bertahmidlah (Alhamdulillah) kepada Alloh 100 Tahmid, karena sesungguhnya ia setara dengan 100 ekor kuda yang berpelana lagi bertali kendali yang engkau serahkan untuk dijadikan tunggangan dalam perang fisabililah. Dan bertakbirlah (Allohu Akbar) 100 Takbir, karena sesungguhnya ia setara bagimu dengan 100 ekor unta yang ditandai untuk dijadikan kurban lagi diterima. Dan Bertahlillah (Lha Illa haillalloh) 100 tahlil, karena ia memenuhi langut dan bumi, Dan tidak ada pada hari itu amal2 seseorang yang diangkat kecuali ia melakukan seperti apa yang kamu lakukan.
  9. Jika seseorang menyibukkan diri dengan dzikir, maka ia akan terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji manusia, dan mencela manusia. Karena lisan sama sekali tidak bisa diam. Lisan boleh jadi adalah lisan yang rajin berdzikir dan boleh jadi adalah lisan yang lalai. Kondisi lisan adalah salah satu di antara dua kondisi tadi. Ingatlah bahwa jiwa jika tidak tersibukkan dengan kebenaran, maka pasti akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.
  10. Dll (baca 51 keutamaan Dzikir di Rumaysho.com)

CARA TEKNIS BERDZIKIR;

  1. Di antaranya dengan MENYEBUT dan MEMUJI NAMA ALLAH, Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. (al-Ahzâb/33:42), Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang (al-Insân/76:25),Dan sebutlah (nama) Rabb-mu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.“ (Ali ‘Imrân/3:41), Bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang (Maryam/19:11), Maka bertasbihlah kepada Allâh pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh).” (ar-Rûm/30:17), Dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi.”(Ghâfir/40:55).
  2. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (Al Ahzab 33:41)
  3. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raaf:205).
  4. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berdzikir (mengingat) Allah pada setiap waktunya (Setiap Keadaan).” (HR. Bukhari, no. 19 dan Muslim, no. 737).
  5. Rasulullah S.A.W berpesan kepada kami (para sahabat wanita), “Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).
  6.  Abdullah bin Umar berkata: “Saya melihat nabi bertasbih dengan (jari-jari) tangan kanannya.” (Hadits riwayat Abu Dawud (2/81), At-Tarmidzi (5/521), dan lihat ‘’Shahih al-Jami`’’ (4/271, no. 4865).
  7. Ibnu Nujaim Al-Hanafi dalam kitab Al-Bahri Ar-Raaiq terhadap hadits tentang berdzikir dengan biji-biji tasbih berkomentar: “Nabi tidak melarangnya. Dia hanyalah menunjukkan cara yang lebih mudah dan utama, seandainya makruh tentu dia akan menjelaskan hal itu kepada wanita tersebut. Dari kandungan hadits ini, dapat kita pahami bahwa subhah (biji tasbih) tidak lebih dari kumpulan bijian yang dirangkai dengan benang. Masalah seperti ini tidak berdampak pada pelarangan. Maka, bukan pula kesalahan jika ikut menggunakannya sebagaimana sekelompok kaum sufi yang baik dan selain mereka. Kecuali jika di dalamnya tercampur muatan riya dan sum’ah, tetapi kami tidak membahas hal ini.” (Ibnu ‘Abidin, Raddul Muhtar, Juz 5 hal. 54.

DZIKIR NABI SETELAH SHOLAT

  1. Hadits dari Tsauban, dia menceritakan dzikir yang dibaca nabi S.A.W seusai shalat, Rasulullah S.A.W setiap selesai shalat, dia membaca istighfar 3 kali, kemudian membaca, Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaal wal ikroom. “Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim no. 591 (135), Nasai 1337 dan 3/68-69, Ahmad 5/275, 279, Abu Daud no. 1513, Ibnu Khuzaimah no. 737, ad-Darimi 1/311 dan Ibnu Majah no. 928).
  2. Abu Hurairah, dimana rasulullah S.A.W bersabda, “Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim no. 597).
  3. Rasulullah S.A.W bersabda, “Maukah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?” Mereka (para orang miskin) menjawab: “Tentu, ya rasulullah”. Rasulullah S.A.W kemudian menjelaskan: “Kalian bertasbih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.” (HR. Bukhari no. 843 dan HR. Muslim no. 595).
  4. Rasulullah S.A.W bersabda, “Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410).
  5. Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah S.A.W memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348).
  6. Dari Abu Dzar. Nabi S.A.W bersabda: “Barangsiapa setelah solat Maghrib dan Subuh membaca:… Allah akan menulis setiap sekali dengan 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat, dan Allah melindunginya dari setiap keburukan, dan Allah melindunginya dari gangguan setan yang terkutuk.” HR. Ahmad 4/227, 5/420 dan at-Timirdzi no. 3474.
  7. Dari Ummu Salamah Rasulullah S.A.W bersabda, “Ada beberapa amalan penyerta yang barangsiapa mengucapkannya atau melakukannya setelah usai shalat wajib maka dirinya tidak akan merugi, yaitu bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 34x.” (HR. Muslim no. 596). 
  8. Cara ketiga ini dilandaskan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang mengisahkan bagaimana rasulullah menanggapi keluhan orang-orang miskin yang merasa kalah beramal dengan orang-orang kaya karena harta mereka. Rasulullah S.A.Wbersabda, “Maukah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?” Mereka (para orang miskin) menjawab: “tentu, ya rasulullah”. Rasulullah S.A.W kemudian menjelaskan: “Kalian bertasbih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.” (HR. Bukhari no. 843 dan HR. Muslim no. 595).
  9. Rasulullah S.A.W bersabda, “Maukah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan? Yaitu kalian bertasbih sebanyak 10x, bertahmid sebanyak 10x, dan bertakbir sebanyak 10x.” (HR. Bukhari no. 6329).
  10. Hadis yang menjadi landasan cara kelima ini adalah hadis yang sama dengan hadis Muslim no. 595 di atas. Hanya saja pada akhir riwayat tersebut, terdapat tambahan keterangan dari salah seorang periwayatnya yang bernama Suhail “Terdapat tambahan pada hadis tersebut, dimana Suhail berkata: masing-masing (tasbih, tahmid, dan takbir) berjumlah sebelas kali, sehingga total seluruhnya menjadi 33x.” (HR. Muslim no. 595).
  11. Cara keenam ini berdasarkan hadis yang mengisahkan tentang seorang sahabat Anshor yang bermimpi mengenai cara berdzikir yang kemudian disetujui oleh rasulullah S.A.W. Dalam mimpi tersebut ada yang berkata, “Bertasbihlah 25x, bertahmidlah 25x, bertakbirlah 25x, dan bertahlillah 25x, maka totalnya menjadi 100x.” Pada pagi harinya, sahabat tersebut mengabarkan tentang mimpinya kepada rasulullah. Lalu rasulullah S.A.W pun bersabda, “Lakukanlah sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Anshor ini.” (HR. An Nasa-i no. 1351)

KALIMAT DZIKIR LAINYA (YANG SANGAT AGUNG, MULIA DAN SANGAT DICINTAI ALLOH, HARTA KUNCI DISURGA DLL)

  1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr al-Ghifari, “Maukah engkau kuberitahu kalimat yang paling dicintai Allah Ta’ala?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling disukai Allah Ta’ala adalah سبحان الله وبحمد ه (Subhanallahi wa bihamdihi-Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi-Nya).”
  2. Empat kalimat ini amat masyhur di kalangan kaum Muslimin pecinta dzikir. Bisa diucapkan dalam satu kalimat utuh, dipisah-pisah, dan bisa dibaca sesuai kondisi seseorang. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Samurah bin Jundab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kalimat yang paling dicintai Allah Ta’ala ada empat.” Ialah; سبحان الله (Subhanallah-Mahasuci Allah), والحمدلله (Alhamdulillah-Segala puji bagi Allah), ولااله الاالله (Laa ilaha ilallah-Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), والله اكبر (Allahu akbar-Allah Mahabesar). Di akhir riwayat yang dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan petunjuk, “Tidak ada salahnya bagimu untuk memulai (membacanya)nya dari kalimat yang mana.”
  3. Diriwayatkan secara hasan oleh Imam at-Tirmidzi, Jabir bin ‘Abdillah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah لااله الاالله (Laa ilaha ilallah-Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).”
  4. Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386)

Referensi:

  • Shahih At-targhib Wa At-tarhib, Hadist2 shahih tetang anjuran & janji Pahala , ancaman dan Dosa Jilid 3 (Imam Mundhiri), ditarjih Syaikh Nasirudin Al Albani
  • Rumaysho.com
  • Almanhaj.or.id
  • Muslim.or.id

Mudah2an Alloh menolong dan memudahkan kita untuk selalu bisa berdzikir kepadaNYa. Aamiin.

Cisitu lama , Bandung 01.45 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.