0053. Bagi yang merasa paling NKRI dan Paling Pancasilais……Tanyalah diri kita masing masing… Apa yang sudah kita sumbangkan kepada negeri tercinta ini? Sudahkah kita berpartisipasi dalam pembangunan negara ini? Sudahkah kita ikut berkorban secara tulus dengan harta dan nyawa kita seperti para pahlawan yang gugur mendahului kita? Jika belum atau malah berperilaku merusak; seperti korupsi dan merampok uang rakyat demi memperkaya diri dan golongan-nya, Mengadu domba rakyat dengan SARA, Menghancurkan mental bangsa dengan NARKOBA, MIRAS, JUDI, SEX BEBAS….Bahkan MENYAKITI HATI UMAT ISLAM ……… masihkah kita punya rasa malu dan hati nurani? Lihatlah bagaimana salah satu anak negeri, KH. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah-nya ikut berpartisipasi dalam pembangunan negeri tercinta ini)

16 Februari 2019

LIHATLAH BAGAIMANA MUHAMMADIYAH BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN NEGERI TERCINTA INI

Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai salah satu ormas ISLAM, telah menyumbang trilyunan rupiah baik materiil maupun inmateriil kepada bangasa dan Negara indonesia dan kekayaan-nya ini didapatkan dengan cara yang halal (artinya bangsa Indonesia Ridho terhadap bagaimana cara mendapatkan kekayaan Muhammadiyah) dan kekayaan-nya ini tidak dimiliki dan dinikmati secara Pribadi oleh keluarganya. “LUAR BIASA” ini adalah hal yang patut dicontoh, secara materiil Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan dasar dan menengah dijumpai 7.651 sekolah dan madrasah, di bidang pendidikan tinggi 174 universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi. Di bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat  terdapat rumah sakit 457, panti asuhan 318 buah, panti jompo 54 buah, dan rehabilitasi cacat 82 buah.  Untuk bidang sarana ibadah terdapat masjid dan musala sebanyak 11.198. Di samping itu, sejumlah Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), Koperasi Matahari, minimarket, dll. Total valuasi aset Muhammadiyah yang dikalkulasi mendekati angka Rp320 triliun. Muhammadiyah juga meminjamkan dananya untuk Bank dan lembaga lain yang membutuhkan lebih dari 13 trilyun (Koran Sindo, Jum’at, 24 Februari 2017 – 08:27 WIB).

Muhammadiyah juga telah menunjukkan kiprahnya dalam membangun masyarakat Indonesia diseluruh aspek kehidupan.Oleh karena itu, banyak atribut yang dialamatkan kepada Muhammadiyah Antara lain, adalah bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan islam Modernis, gerakan pendidikan, gerakan ekonomi, gerakan sosial-keagamaan, gerakan pembaharu dan bahkan sebagai gerakan Politik.

Muhammadiyah sudah merambah kancah global, buka Muhammadiyah-Untuk-Bangsa

6 Peran Warga Negara Indonesia dalam Proses Pembangunan

Mari kita ikut berperan mendukung dan berpartisipasi dalam semua kegiatan yang dilakukan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan

  1. Taat Pada Hukum yang Berlaku; Terdapat begitu banyak hukum yang mengatur jalannya negara ini. Sebut saja, UUD 1945, berbagai undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, hingga di tingkat terkecil pemerintahan seperti RT dan RW pun terdapat hukum yang harus kita taati. Tujuan adanya hukum adalah agar pembangunan dapat dengan lancar dilaksanakan. Dengan menaati hukum, kehidupan masyarakat akan lebih teratur, tertib, aman, dan tenteram. Dalam hukum yang berlaku ini, banyak yang mengatur pembangunan nasional, sebut saja aturan tentang pembayaran pajak. Lancarnya pembayaran pajak akan mempermudah pembangunan. Contoh lainnya yaitu Undang-undang No. 22 tahun 2009 yang mengatur terkait lalu lintas. Dengan lalu lintas yang lancar dan minim kecelakaan, akses pemerintah ataupun warga negara dalam pembangunan dapat lebih terjamin.
  2. Memajukan Pendidikan; Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan adalah salah satu indikator majunya suatu negara. Pendidikan juga merupakan Hak Asasi Manusia. UUD 1945 menjamin pendidikan warga negara dalam pasal 31 ayat 1 sampai ayat 5. Di dalamnya disebutkan bahwa warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Selain itu, negara juga wajib menganggarkan 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan daerah untuk penyelenggaraan pendidikan nasional. Karena negara sudah sedemikian rupanya dalam memprioritaskan pendidikan, maka sebagai warga negara kita harus berusaha sebaik mungkin dalam pendidikan dan berupaya memajukannya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pendidikan di Indonesia belum merata, terutama di daerah terpencil. Jika memungkinkan, mari kita bergabung dalam program yang bertujuan memajukan pendidikan di daerah terpencil.
  3. Partisipasi Politik; Politik mungkin menjadi kata yang banyak dihindari oleh masyarakat pada umumnya. Wajar saja, berita tentang kotornya perpolitikan Indonesia santer ditayangkan dalam berbagai media. Namun perlu diketahui bahwa kita tidak akan pernah terlepas dari politik. Pasalnya, politiklah yang memiliki peran dalam pembentukan kebijakan pembangunan. Oleh karena itu, daripada mengutuk gelapnya politik Indonesia, alangkah baiknya kita menjadi pelita yang dapat menjadikan politik bersih dan terang. Dengan berada di dalam politik, kita dapat merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat guna dalam mencapai tujuan pembangunan nasional Indonesia.
  4. Menciptakan Inovasi; Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, peringkat inovasi Indonesia masih berada pada posisi 88. Memang peringkat ini sudah lebih baik dari sebelumnya, namun akan lebih baik jika peringkat tersebut semakin naik dan membuat negara kita sejajar dengan negara maju lainnya. Oleh karena itu, kita harus dapat menciptakan inovasi dalam berbagai bidang, sesuai dengan keahlian kita. Untuk menciptakan inovasi, kita tidak perlu menjadi sarjana, dosen, ataupun profesor. Bahkan siswa SD atau SMP pun sudah bisa menciptakan inovasi. Lihat saja sesosok anak dari bumi Aceh sana, ia mampu menjadikan pohon kedondong sebagai sumber listrik. Penemuan inipun banyak disorot oleh media internasional.
  5. Mendirikan Usaha (Wiraswasta); Bidang ekonomi adalah bidang yang strategis dalam pembangunan nasional Indonesia. Sebagai warga negara, kita dapat memajukan sektor ekonomi Indonesia dengan mendirikan usaha atau wiraswasta. Dengan berwiraswasta, kita dapat merekrut pegawai sehingga menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia.
  6. Mengawasi Jalannya Pembangunan NasionalTidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan pembangunan, rentan terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme yang banyak merugikan negara dan menyebabkan lambatnya bahkan gagal-nya pembangunan nasional. Oleh karena itu, sebagai upaya pemberantasan korupsi, sebagai warga negara kita dapat mengawasi proses pembangunan, dengan mencari informasi terkait pembangunan dan membandingkan dengan pelaksanaannya.

Itulah 6 Peran Warga Negara Indonesia dalam Proses Pembangunan yang dapat kita lakukan. Tanpa melaksanakan peran-peran tersebut, maka mustahil bagi bangsa ini untuk lancar dalam proses pembangunannya dan potensi-potensi besarnya akan tertutupi. Mari ikut serta dalam proses pembangunan nasional Indonesia

Referensi;

Cisitu Lama, bandung; 23.37 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.