“….. BARANGSIAPA YANG MENJAUHI DIRI DARI (PERKARA) YANG SYUHBAT BERARTI TELAH MEMELIHARA AGAMA-NYA DAN KEHORMATAN-NYA….. (Shahih bukhari No. 52 dan Muslim 1599, Arbain Nawawi Hadist No. 6).

15 Desember 2018,

Segala puji dan kerajaan milik Alloh, yang menghidupkan, yang mematikan, yang menciptakan langit bumi se-isinya. Maha suci Alloh, tiada daya dan kekuatan kecuali dari-Mu ya,, Alloh. Semoga sholawat, keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Aamiin.

PENGERTIAN SYUHBAT

SyubhatSyubuhat, atau Subhat merupakan istilah di dalam Islam yang menyatakan tentang keadaan yang samar tentang kehalalan-nya atau keharaman-nya dari sesuatu. Syubhat juga dapat merujuk kepada sebuah keadaan kerancuan berpikir dalam memahami sesuatu hal, yang mengakibatkan sesuatu yang salah terlihat benar atau sebaliknya. Dalam permasalahan kontemporer seringkali umat yang awam menghadapi permasalahan yang belum jelas dan meragukan sehingga dibutuhkan keterangan atau penelitian lebih lanjut, syariat Islam menuntut segala sesuatu dilakukan atas dasar keyakinan bukan keragu-raguan. Sering kali dibutuhkan fatwa dan ijtihad ulama untuk menentukan status hukumnya.

BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MENYIKAPI PERKARA YANG SYUHBAT

  1. Barang siapa yang memiliki kemampuan untuk berijtihad, kemudian dia melakukanya, sehingga memperoleh kesimpulan hukum yang membolehkan atau mengharamkan-nya, maka dia harus melakukan hasil kesimpulam hukumnya. Dia tidak dibenarkan untuk melepaskan pendapatnya hanya karena khawatir mendapat celaan orang lain. Apabila ijtihad yang mereka lakukan ternyata salah, maka mereka dimaafkan, dan hanya mendapatkan satu pahala.
  2. Barang siapa yang masih ragu ragu terhadap suatu perkara dan belum jelas kebenaran baginya, maka perkara itu harus dijauhi atau dihindari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang yang dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusak lah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati (Shahih Bukhori -Muslim, Arbain Nawawi)
  3. Orang yang belum tahu perkara syuhbat harus bertanya kepada para Ulama yang pandai (ahli) dan dapat dipercaya, sehingga dia mengetahui betul hakekat hukumnya, Karena Alloh Berfirman ” … Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS An Nahl Ayat 43).

BEBERAPA HADIST YANG PERLU DIJADIKAN REFERENSI DALAM PERKARA SYUHBAT:

  1. ..Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha; Bahwa orang-orang berkata: “Wahai Rasululloh, ada suatu kaum yang mendatangi kami dengan daging yang kami tidak tahu apakah mereka menyebutkan nama Allah ketika menyembelihnya atau tidak”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebutlah nama Allah, lalu makanlah” (Shahih Bukhori 1916).
  2. Pada suatu hari Rasululloh sholaallohu Alaihi wasalam pernah menyambut undangan seorang yahudi. Beliau memakan makanannya dan tidak bertanya apakah halal ataukah tidak? apakah wadah wadahnya suci ataukah tidak. Nabi dan para sahabatnya mengenakan pakaian yang diambil dari mereka. Ketika kaum muslimin berperang, mereka juga membagi bagikan wadah, pakaian kemudian mereka pakai semuanya (Fikih Prioritas).
  3. “Seseorang hamba tidak akan mencapai tingkat orang orang yang bertaqwa sampai dia meninggalkan sesuatu yang tidak apa apa baginya karena khawatir akan apa apa baginya (Diriwayatkan Tirmidzi (2451) dan Ibnu Majah (4215).
  4. Abu Darda, berkata, “Kesempurnaan taqwa itu ialah bila seorang hamba sudah bertaqwa kepada Alloh, sehingga dia menjauhi dosa yang paling kecil sekalipun dan meninggalkan sebagian perkara yang dia anggap halal karena kawatir perkara tersebut haram. Dia meletakkan batas antara dirinya dan sesuatu yang haram itu”. (Fikih Prioritas)
  5. Al hasan berkata, ketaqwaan akan tetap berada pada diri orang yang bertaqwa kalau mereka banyak meninggalkan hal hal yang halal karena khawatir ada sesuatu yang haram didalamnya. Ats-Tsauri berkata, “Mereka dinamakan orang yang bertaqwa karena mereka menjauhi apa yang tidak dijauhi oleh orang banyak.” (Abu Nu’aim dalam al-hilyah. 7:384 dari ucapan Sufyan Bin Uyainah (Fikih Prioritas).
  6. Diriwayatkan dari Ibn Umar berkata, “Sesungguhnya aku suka meletakkan batas penghalang antara diriku dan sesuatu yang haram dan yang halal, dan aku tidak akan membakarnya.” (Fikih Prioritas)
  7. Maimun bin Mahran berkata, “Seseorang tidak dianggap telah melakukan sesuatu yang halal, sampai dia membuat batas antara dirinya dan sesuatu yang haram, dengan sesuatu yang halal.”(Fikih Prioritas)
  8. Sufyan bin Uyainah, berkata, “Seseorang tidak dianggap telah mencapai hakikat iman sampai dia menciptakan batas antara yang halal dan yang haram dengan sesuatu yang halal, dan dia meninggalkan dosa serta yang serupa dengannya.”(Fikih Prioritas)

CONTOH CONTOH SYUHBAT YANG KADANG KADANG DITINGGALKAN OLEH ORANG ORANG YANG SUDAH WARA’ misalnya;

  1. Ada orang yang sudah wara’ dengan meninggalkan makanan dari daging Cepat Saji dan cuma makan ikan karena khawatir tidak disembelih dengan nama Alloh dan karena masih ada makanan lainya yang diyakini kehalalanya, bahkan hanya memakan makanan yang ditanam atau dipelihara atau disembelih diri sendiri (Seperti pengikut tharekat atau tasawuf, dll).
  2. Ada orang yang sudah wara’ dengan meninggalkan penyimpanan uang di Bank (baik Bank Konvensional maupun bank Syariah) . Ada orang yang sudah wara’ dengan meninggalkan segala yang berbau Asuransi, MLM, Transaksi On-Line, dll., karena khawatir ada riba didalamnya.
  3. Ada orang yang sudah wara’ tidak mau nonton TV, memegang HP, atau tidak mau bermusik atau mendengarkan musik Dll karena kekhawatiran dan kepercayaan mereka bahwa itu semua sumber kemaksiatan dan melalaikan dari mengingat Alloh.
  4. Ada orang yang sudah wara’ dalam beribadah seperti melakukan implementasi rukun iman dan islam hanya dengan sandaran Alquran dan Hadist yang shahih saja karena khawatir tidak diterima atau tidak diridhoi Alloh dan Rosulnya.
  5. Ada orang tidak merokok karena khawatir mendholimi diri sendiri dan orang lain, (Asap rokok bisa membahayakan kesehatan)

Itu semua kita hargai dan hormati sebagai sesama muslim, namun kita harus proporsional dalam menyikapinya, hal-hal yang syubhat harus tetap dalam posisi syar’inya dan tidak ditingkatkan kepada kategori haram yang jelas dan pasti. Karena sesungguhnya di antara perkara yang sangat berbahaya ialah meleburkan batas-batas antara berbagai tingkatan hukum agama, yang telah diletakkan oleh Pembuat Syariah agama ini, di samping perbedaan hasil dan pengaruh yang akan ditimbulkannya. Itulah seharusnya tindakan yang harus dilakukan oleh setiap orang sesuai dengan tingkatan keilmuannya. Ada orang yang tidak keberatan sama sekali untuk melakukan syubhat, karena dia telah tenggelam di dalam hal-hal yang haram, bahkan dalam dosa-dosa besar. Na’udzu billah

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menyikapi perkara-perkara yang masih meragukan dan berdo’a kepada Allah agar dilindungi dari perkara syubhat. Apabila kita mendapati sesuatu yang meragukan (syubhat), sebaiknya kita menjauhinya karena perkara syubhat dapat mengantarkan kita ke dalam perkara haram yang mana dapat menghalangi kita dari terkabulnya do’a. Ya Allah, berilah kami petunjuk untuk memiliki cahaya ilmu dan sikap wara’ dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari perkara haram dan syubhat.

Referensi;

  • Shahih Bukhori Muslim
  • Rumaysho.com (Muhammad Abduh Tuasikal Msc.)
  • Fikih Prioritas (Dr. Yusuf Qurdawi)

Cisitu lama bandung, 22.07 PM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.