APAKAH “TAUHID” KITA SUDAH BENAR? APA SAJA YANG BISA MERUSAK AKIDAH (IMAN) TAUHID KITA? (Mari kita lihat, pada diri kita masing masing)

18 November 2018,

Segala puji dan kerajaan milik Alloh, yang menghidupkan, yang mematikan, yang menciptakan langit bumi se-isinya. Maha suci Alloh, tiada daya dan kekuatan kecuali dari-Mu ya,, Alloh. Semoga sholawat, keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Aamiin.

Definisi Akidah (Iman) Tauhid; 

Tauhid Secara Bahasa ; Tauhid dalam bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il (kata tugas) wahhada-yuwahhidu-tauhiidan: وَحَّدَ – يُوَحِّدُ – تَوْحِيْدًا (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu menjadi satu saja. Tauhid Secara Istilah; Yakni meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang berhak diibadahi, tiada sekutu bagi-Nya. Tidak boleh ada satu pun bentuk/macam ibadah ditujukan kepada selain Allah.

Keutamaan dan Keagungan Ilmu Tauhid

  • QS An Nahl  16, Ayat 36, “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)
  • QS At Taubah 9, Ayat 31 “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
  • QS Az Zummar 39, Ayat 2-3 ” (2) Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (3) Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
  • QS Al Bayyinah 98, Ayat 5 “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Kedudukan tauhid dalam Islam

Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Pembagian Ilmu Tauhid

  1. Rububiyah; Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Alquran yang berbunyi: QS Az Zummar 39, Ayat 62 “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu”. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah: QS Ath Thur 52, Ayat 35-36, “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah, QS Al Mu’minum 23, Ayat 86-89, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’.
  2. Uluhiyah/Ibadah; Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. “Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al ‘Imran 3:18). Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya. Mengesakan Allah dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Di mana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Allah semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu. QS As Shaad 38 Ayat 5, “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan”. Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.
  3. Asma wa sifat; Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (Asmaul Husna) yang sesuai dengan keagungan Nya. Umat Islam mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah. QS Al A’raf 7, Ayat 180 “Dan Allah memiliki nama-nama yang baik.”

Contoh Penyimpangan Akidah Tauhid Yang Sering Terjadi Pada Zaman Ini, 

  • Ketika seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang dukun, atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya. Ia meminta di tempat itu agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun, bisa melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya. Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar ( Nadzar adalah salah satu bentuk Ibadah), berjanji akan beri’tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan hutang. Maka dia telah terjatuh pada kesyirikan… MESKI dia meyakini Allah Maha Esa dalam penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya, meyakini Hanya Allah lah Dzat yang satu-satunya menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat.

Contoh Negara yang masyarakatnya menjalankan Akidah Tauhid Yang Benar;

  • Di Makkah rumah sakit pada sepi, beda dengan di Indonesia, memang beda dan tidak sama, yang membedakan adalah aqidah dan syariatnya. Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang.

    Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit? Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana, Bila kami sakit:

    • Ikhtiar pertama yang kami lakukan ialah sholat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dengan izin dan kasih sayang-Nya. Kalau belum sembuh melaukan ikhtiar kedua,

    • Ikhtiar ke-dua, Yaitu baca Al Fatihah / surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri. Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yang ketiga.
    • Ikhtiar ke-tiga, Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh. Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yang keempat.
    • Ikhtiar keempat, Yaitu banyak-banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa. Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yang kelima.
    • Ikhtiar ke-lima, Yaitu minum madu dan habbatussauda’.
    • Ikhtiar yang ke-enam, Yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran. Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. Jika belum sembuh, baru kami
    • Ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yang soleh. Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah azza wa jalla aamiin.

Betapa Indahnya Praktek Sebuah Masyarakat yang bertauhid?? sudahkah kita melaksanakanya?

Hal Hal Yang Merusak Akidah Tauhid;

  1. Kufur Dan Kafir
    • Mengingkari nikmat dan beberapa karunia Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya. Ini ditemukan dalam QS An-Nahl: 55 dan QS ar-Rum: 34.

    • Lari dari tanggung jawab atau berlepas diri dari suatu perbuatan. Ini ditemukan dalam QS Ibrahim:22.
    • Pembangkangan atau penolakan terhadap hukum-hukum Tuhan. Ini ditemukan dalam QS al-Maidah:44.
    • Meninggalkan amal salih yang diperintahkan Tuhan. Ini ditemukan dalam QS ar-Rum: 44.
  2. Syirik
    • Kata syirik berasal dari kata Arab syirk yang berarti sekutu atau persekutuan. Dalam istilah ilmu tauhid, syirik digunakan dalam arti mempersekutukan tuhan lain dengan Allah, baik persekutuan itu mengenai zat-Nya, sifat-Nya atau af’al-Nya, maupun mengenai ketaatan yang seharusnya ditujukan hanya kepada-Nya saja. Ini dapat dilihat dalam QS az-zumar: 38, Al-Ankabut: 63, dan al-zukhruf: 87.

    • Percaya kepada Allah tidaklah dengan sendirinya berarti iman atau tauhid. Sebab iman kepada Allah itu tidaklah cukup dalam arti hanya percaya kepada-Nya saja, melainkan mencakup pengertian yang benar tentang siapa Allah yang kita percayai itu dan bagaimana kita bersikap kepada-Nya serta kepada obyek-obyek selain Dia. Oleh karena itu orang-orang Arab sebelum Islam, kendati mereka sudah percaya kepada Allah, bahwa yang menciptakan alam raya, yang menurunkan hujan dan bahkan yang menciptakan manusia seluruh jagat tersebut adalah Allah swt, mereka tidak bisa disebut sebagai orang yang beriman, karena kepercayaan mereka kepada Allah masih mengandung kemungkinan percaya kepada yang lain selain Allah dalam keilahian-Nya. Oleh sebab itulah mereka disebut sebagai kaum musyrik sebagai anti tesis dari kaum yang bertauhid.

  3. Riddah atau Murtad
    • Kata riddah, makna asalnya kembali (ke tempat atau jalan semula). Sedangkan kata murtad adalah untuk menyebut pelakunya. Pengertian ini mencakup keluar dari iman dan kembali kepada kekafiran. Secara istilah murtad didefinisikan sebagai seseorang yang secara sadar (tanpa paksaan) keluar dari agama Islam dalam bentuk niat, perkataan, atau perbuatan yang menyebabkannya menjadi kafir, pindah kepada agama lain atau tidak beragama sama sekali.

    • Dalam hubungan ini, bila seseorang yang mulutnya menyatakan keluar dari agama Islam karena dipaksa oleh orang lain – seperti diancam hendak dibunuh – sementara hatinya tetap beriman, maka ia tidak termasuk golongan yang murtad. Ini dapat dilihat dalam QS An-Nahl: 106.

  4. Bid’ah
    • Arti bid’ah menurut bahasa ialah segala macam apa saja yang baru, atau mengadakan sesuatu yang tidak berdasarkan contoh yang sudah ada. Sedangkan arti bid’ah secara istilah adalah mengada-adakan sesuatu dalam agama islam yang tidak dijumpai keteranganya dalam al-Qur’an dan al-Sunnah.
  5. Khurafat
    • Kata khurafat berasal dari bahas arab: al-khurafat yang berarti dongeng, legenda, kisah, cerita bohong, asumsi, dugaan, kepercayaan dan keyakinan yang tidak masuk akal, atau akidah yang tidak benar. Mengingat dongeng, cerita, kisah dan hal-hal yang tidak masuk akal di atas umumnya menarik dan mempesona, maka khurafat juga disebut “al-hadis al-mustamlah min al-kidb”, cerita bohong yang menarik dan mempesona.

    • Sedangkan secara istilah, khurafat adalah suatu kepercayaan, keyakinan, pandangan dan ajaran yang sesungguhnya tidak memiliki dasar dari agama tetapi diyakini bahwa hal tersebut berasal dan memiliki dasar dari agama. Dengan demikian, bagi umat Islam, ajaran atau pandangan, kepercayaan dan keyakinan apa saja yang dipastikan ketidakbenaranya atau yang jelas – jelas bertentangan dengan ajaran al-qur’an dan Hadis nabi, dimasukan dalam kategori khurafat.

  6. Tahayul,
    • Kata tahayul berasal dari bahasa Arab, al-tahayul yang bermakna reka-rekaan, persangkaan, dan khayalan. Sementara secara istilah, tahayul adalah kepercayaan terhadap perkara ghaib, yang kepercayaan itu hanya didasarkan pada kecerdikan akal, bukan didasarkan pada sumber Islam, baik al-Qur’an maupun al-hadis.
    • Contoh Tahayul; Percaya pada angka sial no. 13 misalnya.
  7. Nifaq atau Munafiq
    • Nifaq secara bahasa berasal dari kata Arab na-fi-qa-u, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangnya. Nifaq juga dikatakan berasal dari kata na-fa-qa, yaitu lubang tempat bersembunyi. Sementara menurut syara, nifaq berarti menampakan Islam dan kebaikan, tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

    • Nifaq dibedakan dalam dua jenis yaitu nifaq I’tiqadiy dan nifaq ‘amaliy.  Pertama: Nifaq I’tiqadiy (keyakinan) atau nifaq besar, dimana pelakunya menampakan keislaman, akan tetapi menyembunyikan kekufuran. Orang yang termasuk nifaq ini berarti ia keluar dari agama dan dia berada di dalam kerak neraka. Kedua, Nifaq Amaly (perbuatan), yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafik, akan tetapi masih ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak membawa pelakunya keluar dari agama, akan tetapi bisa menjadi wasilah (perantara) bagi pelakunya keluar dari agama jika dia melakukan perbuatan nifaq secara terus menerus.

    • Contoh Perbuatan Nifaq;

      • Ketika di sekolah berasrama dia selalu sholat berjamaah. namun ketika pulang untuk liburan karena tidak ada guru yang mengontrol jangankan sholat berjamaah mungkin saja dia akan sholat di akhir waktu.

      • Ketika di depan teman atau pun orang lain dia selalu melakukan kebaikan namun ketika dia seorang diri tanpa ada orang yang melihatnya dia akan melakukan  hal yang tidak baik lagi.

      • Ketika di dekat masyarakat yang dia kenal dia selalu melakukan hal baik namun ketika dia sedang berada di wilayah atau daerah yang tidak seorang pun yang mengenali nya maka ia melakukan kemaksiatan.

Referensi :

  1. Syarah Kitab Tauhid, jalan Menuju Pemurnian Aqidah dari Noda Syirik (Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh).
  2. Syarah Aqidah Ahlus Sunah Wal Jamaah (Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
  3. Serial Aqidah Islam 1. Iman Kepada Alloh, (Dr Umar Sulaiman Al Asyqor)
  4. Kitab Tauhid (Muhammad Bin Abdul Wahab)
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Tauhid
  6. https://islamhariini.com

Cisitu Lama Bandung,

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.