INDAHNYA ISLAM DALAM MENYIKAPI “PERBEDAAN KEHIDUPAN BERAGAMA” DALAM KEHIDUPAN DUNIA INI

20 September 2018,

Perbedaan adalah Sunattulloh, kita perlu meyakinkan kepada diri sendiri, keluarga, dan segenap umat islam bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah(divine order), sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

tulisan arab alquran surat yunus ayat 99-100

“Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya. (QS. Yunus :99) Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (QS. Yunus :100)” .

Kesimpulan dari Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Alquran Departemen Agama RI. dari ayat tersebut adalah bahwa Nabi Muhammad shollallohu Alaihi Wasalam dan umat-nya dilarang keras oleh Alloh (Tidak mempunyai hak) untuk memaksa atau menindas agar orang lain beriman, karena beriman atau tidaknya seseorang adalah tergantung kepada kehendak dan iradah Alloh semata. Alloh memerintahkan Nabi Muhammad shollallohu Alaihi Wasalam dan umatnya hanya untuk menyampaikan risalah dan memberi peringatan. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. (QS Al-Baqarah: 272). Boleh jadi kamu (Muhammad) membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. (Asy-Syu’ara: 3). Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sukai. (Al-Qashash: 56). Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka. (Ar-Ra’d: 40). Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan, kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (Al-Gasyiyah: 21-22).

Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Memperbuat segala apa yang dikehendaki-Nya, Yang menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, Yang menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya, disebabkan pengetahuan, hikmah, dan keadilan-Nya. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah. Allah adalah yang Maha adil dalam segala sesuatu, dalam memberi petunjuk kepada siapa yang berhak ditunjuki dan menyesatkan siapa yang patut disesatkan.

Di antara salah satu faktor penyebab terjadinya manusia saling berperang, bermusuhan, melakukan tindak kekerasan, melakukan pemaksaan, saling membunuh dan menindas, saling menyalahkan adalah karena mereka (manusia) tidak bisa menerima perbedaan.

Islam sebagai Agama Rahmatan Lil’alamin (Agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, QS Al Ambiyaa-ayat 107), Islam sebagai agama yang paling Benar dan Sempurna disisi Alloh, QS Almaidah-ayat 3, QS Al Imron-ayat 19), mengajarkan bahwa Islam mempunyai pilar pilar dasar dan asas kehidupan ber- TOLERANSI sehingga orang islam bisa hidup rukun dan damai dan bertetangga dengan orang yang beragama lain-nya. Dasar Pilar pilar TOLERANSI islam antara lain :

  1. Tidak ada pemaksaan dalam agama, QS Al Baqoroh-ayat 256, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), artinya setiap muslim tidak boleh memaksakan kehendak Agama Islam kepada orang lain.
  2. Mengajak pada Islam dengan Lemah Lembut “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl: 125).
  3. Tidak Boleh mencela atau menghina Tuhan Agama lain“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” (QS. Al An’am: 108).
  4. Dalam urusan akidah dan ibadah harus Lakum Dinukum waliyadin (QS Alkafirun: ayat 1-6) artinya dalam beribadah kita harus masing masing, tidak boleh mencampuri ibadah agama lain sehingga masing2 saling menghormati dan menghargai. Hal ini untuk menjaga kemurnian ibadah dan akidah masing masing agama.

Menyampaikan misi dakwah dan petunjuk adalah sebuah keniscayaan setiap orang, apalagi tokoh agama. Namun untuk menerima atau menolak petunjuk itu hak progregatif Allah Swt., Banyak ayat lain yang mendukung bahwa perbedaan dan pluralitas di dalam masyarakat sudah merupakan ketentuan Allah Swt. Di dalam ayat lain Allah Swt lebih tegas menekankan bahwa perbedaan setiap umat sudah dirancang sedemikian rupa:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan”. (Q.S. al-Maidah/5:48).

Maka kita tidak sepatutnya risau, atau gundah gulana terhadap perbedaan yang ada disekitar kita ini karena sudah SUNATTULLOH (Kehendak Alloh), justru bagaimana kita bisa berbuat yang terbaik agar bisa hidup rukun , damai dan sentausa dalam negara ini. Mari kita ajarkan kepada anak anak cucu kita untuk bisa BERTOLERANSI dalam kehidupan beragama sehingga kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, bernegara kita menjadi tenteram damai dan berdaulat. Aamiin.

Cisitu lama I, Bandung

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.