DISIPLIN DAN BANYAK-NYA LATIHAN (LAW OF REPETITION) ADALAH SALAH SATU CARA UNTUK MENJADI EXPERT (AHLI) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI DAN KINERJA SESEORANG (ITULAH YANG DIMAKSUD DENGAN MENGASAH ATAU MELATIH KECERDASAN EMOSIONAL)

09 September 2018,

Janganlah heran jika PB jarum Kudus bisa mencetak Juara Bulu Tangkis Dunia,…… Jangan heran jika China bisa mencetak banyak pemain muda dalam Bulu Tangkis yang yang berprestasi dan sering menjuarai kejuaraan dunia, KARENA MEREKA MENJALANKAN HUKUM “LAW OF REPETITION” yang sangat baik……..Jangan heran juga jika Indonesia juga bisa mencetak para penghafal hadits (Huffazh) dan penghapal alquran (Hafiz) yang terbanyak dan terbaik didunia. Jangan heran terhadap perenang perenang China yang bisa menjuarai kejuaraan renang di Asian Game 2108 di Jakarta KARENA MEREKA MENJALANKAN HUKUM “LAW OF REPETITION” dengan sangat baik. Jangan heran terhadap prestasi TEAM UBER BULU TANGKIS JEPANG yang tidak disangka bisa menjuarai Asian Game’s 2018. Yang patut kita heran adalah kenapa dalam diri kita, keluarga kita, masyarakat dan negara kita tidak membumikan dan membudayakan untuk mengaplikasikan Hukum “LAW OF REPETITION INI” atau melatih dan mengasah kecerdasan emosional ini.

KUNCINYA adalah jika mau sukses dalam bidang dan pekerjaan apapun maka lakukanlah pekerjaan itu dengan hukum “LAW OF REPETITION” sehebat mungkin yaitu dengan DISCIPLINE dan BANYAK-NYA LATIHAN YANG INTENS”.

  • Jika mau jadi Kyai yang sholeh…. harus berguru dan belajar DISIPLIN dan LATIHAN YANG INTENS dengan Kyai Kyai yang sholeh.
  • Jika mau menjadi juara dunia bulu Tangkis maka harus belajar DISIPLIN dan LATIHAN YANG INTENS di pelatihan2 Bulu Tangkis dunia.
  • Orang yang belajar komputer dengan disiplin dan Latihan terus menerus sebanyak mungkin maka akan menjadi Expert (Ahli) Komputer.
  • Tukang Masak yang ahli  akan menjadi Master CHEF.
  • Jika dari kecil kita dilatih atau dibiasakan hidup sederhana maka jika kita sudah dewasa akan menjalankan hidup sederhana dengan sendirinya.

Hidup didunia adalah ujian (seperti Perlombaan atau pertandingan), baik kita sehat maupun sakit, baik kita kaya atau pun miskin. Barangsiapa yang lulus ujian (Menang dalam perlombaan atau pertandingan) maka kita termasuk orang orang yang beruntung (tidak merugi). Orang yang kaya, tapi tidak korupsi, tidak bakhil (Dermawan dan selalu bersyukur). Maka orang2 kaya harus mengaplikasikan hukum “LAW OF REPETITION” juga untuk berzakat, untuk bersedekah dengan hartanya, untuk selalu bersyukur, untuk tidak sombong dan tidak ria’, selalu melakukan usaha dalam kejujuran, selalu menolong dan membantu sesama (fakir miskin, yatim piatu, fisabilillah, dll). Orang miskin juga harus mengaplikasikan hukum “LAW OF REPETITION”, dengan tidak mencuri, tidak meminta minta dan bisa bersabar dalam mengarungi kehidupan. Orang miskin juga bisa bersedekah seperti orang orang kaya dengan tenaga dan pikiran-nya. Baik orang kaya dan miskin, orang sehat ataupun sakit jika “LAW OF REPETITION-NYA baik dan ikhlas maka dia akan berprestasi dan mempunyai kinerja yang bagus sehingga hidupnya akan tenteram dan tenang dalam keridhoan Alloh.

Demikian juga dalam mengarungi kehidupan dunia ini, sebuah kesuksesan tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh apakah dia kaya atau miskin. Banyak orang miskin yang menjadi kaya atau menjadi juara dalam kompetisi dunia karena mereka menjalankan hukum “LAW OF REPETITION” dengan baik.

  • Lihat Kisah Pendiri WhatsApp Dari Tukang Sapu Miskin Jadi Trilyuner Kaya Raya
  • Lalu Muhammad Zuhri, Pemuda Miskin yang mengharumkan nama indonesia menjadi juara dunia lari 100 m.
  • Ibn Hajar Askhlani; Murid yang dipandang Bodoh bisa menjadi Ulama Besar
  • Dll.

Hayooo……. mulai sekarang, kita tingkatkan prestasi diri dan keluarga kita dengan mengaplikasikan hukum “LAW OF REPETITION” dengan baik untuk menjadi orang yang terbaik disisi Alloh yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Aamiin.

Cisitu Lama, Bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.