“APAKAH SIFAT MALU KITA SUDAH HILANG? TAHUKAH KAMU?….MALU ADALAH SALAH SATU SIFAT AKHLAK YANG BAIK (MULIA) DALAM ISLAM”.

Kamis, 31 Mei 2018

Definisi Malu; Malu adalah menahan diri dari sesuatu serta tidak melakukannya karena khawatir mendapat celaan. Malu ada dua jenis (1) Nafsani; yaitu malu yang Alloh jadikan ada pada setiap jiwa, seperti malu terbukanya aurat, malu bersetubuh dihadapan banyak orang. (2) Imani; yaitu yang mencegah seorang mukmin dari melakukan maksiat karena takut kepada Alloh.

Sedikit Sifat Malu adalah Tanda tanda Celaka-nya Seseorang

Fudhail bin iyadh menasihatkan, “Lima diantara tanda-tanda kecelakaan : kekerasan hati, mata yang tidak menangis, sedikit sifat malu, cinta dunia dan panjang angan-angan.” Ibnul Qoyyim menjelaskan dalam Madarijus Salikin : “Kuatnya sifat malu tergantung kondisi hidup hatinya. Sedikit sifat malu disebabkan oleh kematian hati dan ruh, sehingga semakin hidup hati itu maka sifat malu pun semakin sempurna. Beliau juga mengatakan, Sifat malu darinya tergantung kepada pengenalan nya terhadap Rabbnya.”

Keutamaan Mempunyai Sifat Malu 

  1. Malu adalah  akhlak islami yang baik (Mulia): Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak islam adalah malu” (HR Ibnu Majah No. 4180, 3370).
  2. Setiap sifat Malu pasti baik; Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan ”(Shahih Bukhari 5652).
  3. Larangan mencela sifat pemalu pada seseorang karena Sifat Malu termasuk Iman. Dari Ibnu Umar : Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah menjumpai lelaki yang mecela saudaranya karena sifat malu dengan mengatakan” sungguh kamu ini pemalu” sampai sampai seolah olah dia mengatakan ” sungguh malu itu akan mencelakakanmu” maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda “Biarkan saja dia, Sesungguhnya sifat malu itu termasuk bagian dari keimanan.” (Shahih Bukhari 5653)
  4. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    Sesungguhnya yang diperoleh manusia dari ucapan kenabian yang pertama adalah jika kamu tidak mempunyai rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (Shahih Bukhari 5655)

Hayoo kita perbaiki budaya malu kita sebagai Bangsa:

  • Malu untuk Korupsi (Menjadi bangsa korup)
  • Malu kalau tidak disiplin (Menjadi bangsa yang tidak teratur)
  • Malu kalau kita tidak jujur (Menjadi bangsa pendusta)
  • Malu kalau berbuat maksiat dan merugikan orang/bangsa lain (Menjadi Bangsa pencuri, penjajah, terorist, dll)

Kita Bangsa Indonesia sudah merdeka 73 tahun yang lalu (1945-2018), jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, umur bangsa kita lebih tua, namun dalam beberapa kategori penilaian seperti korupsi, pendapatan Perkapita penduduknya, kenyamanan tinggal, berlalu lintas, mereka lebih maju dari pada bangsa kita. Padahal sebagian besar penduduk indonesia adalah orang islam. Sebagai orang islam harus punya MALU. Tulisan ini bermaksud untuk menggugah hati dan perilaku bangsa ini agar menjadi lebih baik dan maju seperti mereka.

Budaya Korupsi

Korupsi

Menurut ASEAN Bisnis Outlook Survey 2016, Indonesia adalah merupakan salah satu negara Asean dengan peringkat tertinggi sebagai negara yang rawan akan masalah korupsi. Transparency International merilis indeks persepsi korupsi negara-negara di dunia untuk tahun 2017, Indonesia ada di peringkat ke-96 bersama Brasil, Kolombia, Panama, Peru, Thailand, dan Zambia dari 180 Negara. Di Asia Tenggara Indonesia berada di bawah Singapura (6), Brunei Darussalam (32), Malaysia (62), dan bahkan Timor Leste (91). Lima (5) besar negara negara yang menduduki peringkat teratas adalah Selandia Baru, Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swiss. Sedangkan China dan Jepang di peringkat no. 77 dan 20. Amerika Serikat dan Australia ada di peringkat 16 dan 13.

Bangsa yang Aneh dan yang bodoh itu siapa?
Beberapa hari, bulan dan tahun terakhir ini, berita dari banyak media cetak dan elektronik menampilkan banyaknya para pejabat dan pimpinan partai yang masih belum mempraktekan budaya malu seperti yang sering dilakukan oleh para pejabat di negara jepang. Jika partainya atau anak buahnya tersandung korupsi maka pucuk pimpinan partai harus mengundurkan diri bahkan partainya bisa bubar karena tidak ada pemilih-nya. Anehnya partai tersebut masih dipilih oleh rakyat, jika terjadi seperti ini yang bodoh siapa? Dan pimpinan partai tidak merasa salah atau bertanggung jawab terhadap rakyat yang sudah memilih-nya untuk perbaikan kedepan.

Masih berita terbaru dan hangat…. Bahwa banyak para pejabat tinggi yang pintar yang membuat skandal korupsi (Lihat korupsi KTP Electronic, Dll). Ada juga berita mengenai hak keuangan untuk pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memicu kritik publik. Masihkah ada rasa malu dalam benak pemimpin bangsa ini?

Tingkatkan Rasa Malu Kita

Wahai saudara saudariku semua…malu memiliki kedudukan yang sangat agung dalam syariat Islam terutama bagi kita sebagai orang islam. Jika orang islam tidak lagi memiliki atau kurang rasa malunya maka berbagai kerusakan akan terjadi di muka bumi ini, dia tidak malu lagi untuk berkorupsi, berbuat jahat, membunuh, meneror, berbuat maksiat dan zina dan maksiat lainnya.

Sungguh sifat malu benar-benar merupakan tameng bagi seseorang dari perbuatan buruk, maka pupuk-lah rasa malu tersebut agar hati selalu terjaga dan tidak terjerumus kedalam perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla.

Ibnul Qoyyim menjelaskan dalam Madarijus Salikin, “Sebagian orang arif berkata ‘Hidupkan lah rasa malu dengan berkumpul bersama orang-orang yang memiliki rasa malu. Hidupkan lah hati dengan kemuliaan dan rasa malu. Jika keduanya hilang dari hati,maka di dalamnya tidak ada kebaikan yang tersisa.’”

Referensi :

  1. Shahih Bukhari (d) da’wahrights 2010|http://abinyazahid.multiply.com izin terbuka untuk menyebarluaskan dalam rangka da’wah
    Sumber konten dari: http://telkom-hadits9imam.com
  2. Madarijus salikin (versi terjemahan) cet. Pustaka Al Kautsar
  3. Tribun.com, Detik.com, dll.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.