“TAHUKAH KAMU KEUTAMAAN MEMILIKI AKHLAK YANG BAIK (MULIA) DALAM ISLAM?”

Sabtu, 26 Mei 2018

Kita semua akan senang, nyaman dan bahagia jika kita mempunyai anak anak, orang tua, teman, sahabat, saudara, kerabat, tetangga, atasan yang ber-akhlak baik (Mulia). Jadi akhlak yang baik (Mulia) adalah keinginan semua orang. Orang tua biasanya selalu mendambakan bahwa anak yang di sekolahkan-nya disamping pintar akademik juga berakhlak sholeh. Orang tua akan kecewa jika anak yang sudah disekolahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi S1 bahkan sampai S3 mempunyai akhlak yang buruk. Akhlak seorang anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan-nya baik dirumah ataupun disekolahnya. Maka peran orang tua, teman, guru adalah sangat penting dalam pendidikan akhlak dan merupakan hal utama yang dapat mempengaruhi baik buruknya akhlak seorang anak. Maka carilah dan pilihlah sekolah2 yang mengajarkan program pendidikan berkarakter sholeh dan sholihah yang dapat memadukan dan mengimplementasikan pendidikan intelektual, emosional dan spiritual sekaligus.

Akhlak yang mulia memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  1. Orang yang memiliki akhlak yang bagus adalah sebaik-baiknya manusia.
    • Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian ialah yang paling bagus akhlaknya.” (Sahih Bukhari No. 5569)
    • Abdullah bin ‘Amru,bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling mulia akhlaknya.” (Sahih Bukhari No. 5575)
    • Dari [Abdullah bin Amr] ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian (Sahih Tirmidzi  No. 1898).
  2. Orang yang memiliki akhlak yang mulia menjadi orang yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
    • Dari [Jabir] bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (kata-kata tidak bermanfaat dan memperolok manusia).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?” Nabi menjawab: “Yaitu orang-orang yang sombong.” (Sahih Tirmidzi  No. 1941).
  3. Akhlaq yang mulia merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang.
    • Dari [Aisyah] dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya termasuk orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan paling lembut terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi  No. 2537).
    •  Dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya.”(HR.Tirmidzi  No. 1082).
  4. Akhlaq yang mulia akan mengantarkan ke derajat orang yang senantiasa mengerjakan puasa dan shalat malam.
    • Dari “Aisyah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya dengan akhlak mulia seorang mukmin akan sampai ke derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat malam.”’ (HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib 2643) 
    • Dari [Abu Darda`] ia berkata; Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai orang yang berpuasa dan shalat.” Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits gharib melalui jalur ini (HR. Tirmidzi No. 1926).
  5.  Akhlaq mulia berat timbangannya di akhirat  
    • Dari [Abu Darda`] bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seorang yang keji lagi jahat.” (HR. Tirmidzi No. 1925)
    • Dari [Abu Darda`] bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat timbangannya dari akhlaq mulia ketika diletakkan di atas mizan (timbangan amal) dan sungguh pemilik akhlaq mulia akan mencapai derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat.” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani  dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 876)
  6. Orang yang memiliki akhlaq yang mulia mendapatkan jaminan surga
    • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku penjamin suatu rumah di surga yang paling bawah bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar. Dan aku penjamin suatu rumah di surga bagian tengah bagi orang yang meninggalkan berdusta walaupun bercanda. Dan aku penjamin sebuah rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang bagus akhlaqnya”. (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-Albani.)
    • Dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan berbohong (dan berbohong pada waktu itu sesuatu yang tidak dibenarkan) maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga, barangsiapa yang meninggalkan perdebatan (sedang dia orang yang berhak untuk berdebat) maka akan dibangunkan untuknya rumah di tengah surga, dan barangsiapa yang memperbagus akhlaknya maka akan dibangunkan rumah untuknya di bagian yang paling atas.” Ini merupakan hadits hasan yang tidak kami ketahui, kecuali dari hadits Salamah bin Warda (HR. Tirmidzi No. 1925)
    • Dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: “Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan.”(HR. Tirmidzi No. 1927)
  7. Akhlak yang mulia merupakan salah satu dari perkara yang paling berharga dari mendapatkan harta dunia dan seisinya.
    • Dari Abdullah bin Amr Ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Ada empat (4) perkara yang jika ia ada padamu, maka harta dunia yang terluput darimu tidak akan membahayakanmu, yaitu menjaga amanah, jujur dalam berbicara, perangai yang baik, dan bersih diri dari makanan. (HR Ahmad dan Thabrani, Shahih At Targihib Wa At Tarhib No. 1718).

Begitulah keutamaan orang islam yang berakhlak baik (mulia), sangat luar biasa. Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah contoh dan teladan orang yang berakhlak mulia yang paling agung yang tersebut dalam Alquran dan Al Hadist:

  • QS Al Qalam Ayat 4; Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. 
  • QS Al Ahzaab Ayat 21, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
  • Dari Anas bin Malik ia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Aku mempunyai saudara laki-laki yang bernama Abu Umair. (HR Muslim 4003).
  • Dari Anas bin Malik dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.”(HR Muslim 4273)
  • Al Barra’ berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang paling tampan wajahnya, paling mulia akhlaknya, perawakannya tidak tinggi kurus dan tidak pula gemuk pendek.”(HR. Muslim 4310).
  • Dari Aisyah mengenai akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia pun menjawab, “Beliau bukanlah seorang yang buruk perilakunya, tidak pula menjelek-jelekkan orang lain. Beliau tidak suka berteriak di pasar-pasar. Beliau bukanlah tipe orang yang membalas keburukan dengan keburukan, namun beliau selalu memaafkan dengan lapang dada.” (HR. Tirmidzi 1939).
  • Dari [Anas] ia berkata; Aku telah menjadi khadim (pembantu) Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam selama sepuluh tahun, namun selama itu beliau belum pernah berkata `Uff (ah..) kepadaku sekalipun. Juga tidak pernah menanyakan mengenai sesuatu yang aku lakukan kenapa aku melakukannya, dan tidak pula terhadap sesuatu yang aku tinggalkan, kenapa aku meninggalkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya.(HR. Tirmidzi 1938). 

CONTOH2 AKHLAK MULIA DALAM ISLAM : Jujur, Menjaga Amanah, Sabar, Suka Memaafkan, Tawadu’, Dermawan, Lemah Lembut, Malu, Menebar kebaikan dan mencegah keburukan, berwajah ceria dll (Akan dibahas di waktu lain, Insya Alloh),.

Dari paman Ziyad, ia (paman Ziad) berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa,..Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan, dan hawa nafsu yang mungkar (HR. Tirmidzi 3591).

Semoga kita semua dilindungi Alloh dari sifat perangai yang buruk. Amin

Cisitu Lama, Bandung

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.