“ISLAM MENGAJARIKU UNTUK TOLERAN DAN TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA”, “SANGAT MENJUJUNG TINGGI KEADILAN, MEMAAFKAN ITU LEBIH BAIK DARI BALAS DENDAM”, “ISLAM ADALAH MEMBEBASKAN BUKAN MENJAJAH DAN MEMAKSA”, “ISLAM ADALAH AGAMA YANG DAMAI DAN INDAH”

20 April 2018,

Sudah banyak contoh dan bukti bahwa ISLAM adalah agama yang paling toleran. Contoh nyata adalah saya, saya sudah beragama islam sejak dari lahir, karena Ayah Ibu saya sudah beragama Islam. Semua keluarga saya juga beragama islam dan Saya belajar di SD Negeri, SMP Negeri, SMA Negeri dan Universitas Negeri. Dalam hidup saya dari kecil, kedua orang tua saya dan keluarga tidak pernah mengajarkan saya untuk memusuhi / menjelekan / merendahkan / menyalahkan agama lain. Tidak pernah muncul dari mulut atau kata kata mereka bahwa ada hal hal atau masalah pertengkaran atau permusuhan antara agama islam dengan agama lain-nya. Guru guru agama saya dari sejak SD, SMP, SMA dan Universitas juga tidak pernah mengajarkan saya untuk membenci / memusuhi / menjelekan / merendahkan / menyalahkan agama lain. Yang mereka ajarkan adalah saling hormat menghormati , saling harga menghargai, saling bantu membantu, saling menolong. Hal hal seperti ini sungguh sangat luar biasa. Betapa para ulama atau guru guru agama islam saya sangat sangat toleran dan tidak pernah mengajarkan hal hal yang berbahu in-toleran apalagi mengajarkan seperti perbuatan teroris.

Kita bisa melihat buah manis perbuatan keislaman yang sudah diajarkan oleh orang tua, keluarga, para guru dan masyarakat islam khususnya yaitu rasa persahabatan, pertemanan, kepedulian kepada teman yang beragama lain adalah sama seperti teman seagama, tidak ada perbedaan sama sekali dan itu biasa saja. Sampai saat ini saya masih bekerja, berteman dan bersahabat dengan mereka dan tidak ada pikiran apa apa. Saya main ke rumah mereka dan mereka main ke rumah saya. Kita saling menghargai dan menghormati, saling berdiskusi, saling membantu dan saling bernasehat dalam kebaikan. Sejak dari SMP, SMA, Universitas, dan diperusahaan saya bekerja ini, teman teman yang tidak seagama cukup banyak. Dan tidak pernah ada sebertik pemikiran untuk memusuhi atau membenci mereka karena tidak seagama. Itulah bukti2 yang prudent dan buah pilar2 islam dalam toleransi.

Biarpun hal ini sangat berbeda dengan Orang Tua atau Guru guru dan teman teman agama lain yang saya dengar sendiri sejak SMP bahwa; mereka diajarkan untuk menjelekan agama islam. Contoh nyata adalah mereka sering bilang bahwa agama islam adalah agama yang jelek (sering mencuri sandal dimasjid, dipeluk oleh orang2 miskin dan tidak bisa kaya, agama teroris dll). Tapi apa yang terjadi; saya pribadi, orang tua, guru2 agam islam tidak pernah membalas-nya. Ini sangat sangat luar biasa dan istimewa. Sampai saat ini saya berteman baik dengan teman kerja yang beragama lain. Sampai saat ini saya bertetangga dan bermasyarakat dengan tetangga dan masyarakat yang beragama lain dengan baik. Tidak pernah punya masalah yang berhubungan dengan perbedaan suku, ras, agama dan golongan.

Kita sudah diajarkan untuk tidak memaksakan agama kepada orang lain, lihat QS Al Baqoroh, ayat 256 : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat….., Lihat juga QS Al Kafirun ayat 6 :” Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Coba renungkan betapa indah-nya Agama Islam, tidak ada paksaan dalam beragama. Inilah agama yang sempurna dan universal. Dalam Islam balas dendam sesuai perbuatan dibolehkan, namum memaafkan adalah lebih baik. Dan kita bisa melihat sejarah tinta emas islam yang sudah dipraktekan oleh Nabi Muhammad Shallallohu alaihi wasalam dalam penaklukan Mekah. Tidak ada balas dendam, namum Nabi Muhammad memaafkan penduduk mekah yang sudah mendholiminya. Dan Setelah Islam berkuasa  dimadinah Tidak ada penduduk Yahudi atau Nasrani yang dipaksa untuk pindah agama. ISLAM adalah PEMBEBASAN bukan PENJAJAHAN dan PEMAKSAAN. 

Islam juga membuktikan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yang bunyinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah, lihat saja sabda Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Hadis riwayat al-Imam al-Hakim, “Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”. Burung tersebut mempunyai hak untuk disembelih dan dimakan, bukan dibunuh dan dilempar. Sungguh begitu indahnya Islam itu bukan? Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang, apalagi dengan manusia. Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini.

Lihat ajaran2 islam YANG LUAR BIASA berikut ini:

  1. Ajaran berbuat baik terhadap tetangga meskipun non-muslim; Berikut ini teladan dari salafus shalih dalam berbuat baik terhadap tetangganya yang Yahudi. Seorang tabi’in dan beliau adalah ahli tafsir, imam Mujahid, ia berkata, “Saya pernah berada di sisi Abdullah bin ‘Amru sedangkan pembantunya sedang memotong kambing. Dia lalu berkata, Wahai pembantu! Jika anda telah selesai (menyembelihnya), maka bagilah dengan memulai dari tetangga Yahudi kita terlebih dahulu”. Lalu ada salah seorang yang berkata, (kenapa engkau memberikannya) kepada Yahudi? Semoga Allah memperbaiki kondisimu”.  ‘Abdullah bin ’Amru lalu berkata, Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat terhadap tetangga sampai kami khawatir kalau beliau akan menetapkan hak waris kepadanya.”
  2. Bermuamalah yang baik dan tidak boleh dzalim terhadap keluarga dan kerabat meskipun non-muslim; Misalnya pada ayat yang menjelaskan ketika orang tua kita bukan Islam, maka tetap harus berbuat baik dan berbakti kepada mereka dalam hal muamalah. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)
  3. Islam melarang keras membunuh non-muslim kecuali jika mereka memerangi kaum muslimin; Dalam agama Islam orang kafir yang boleh dibunuh adalah orang kafir harbi yaitu kafir yang memerangi kaum muslimin. Selain itu semisal orang kafir yang mendapat suaka atau ada perjanjian dengan kaum muslimin semisal kafir dzimmi, kafir musta’man dan kafir mu’ahad, maka dilarang keras untuk dibunuh. Jika melanggar maka ancamannya sangat keras. “Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ”[3]
  4. Adil dalam hukum dan peradilan terhadap non-muslim; Contohnya ketika Umar bin Khattab radhiallahu’anhu membebaskan dan menaklukkan Yerussalem Palestina. Beliau menjamin warganya agar tetap bebas memeluk agama dan membawa salib mereka. Umar tidak memaksakan mereka memluk Islam dan menghalangi mereka untuk beribadah, asalkan mereka tetap membayar pajak kepada pemerintah Muslim. Berbeda ketika bangsa dan agama lain mengusai, maka mereka melakukan pembantaian. Umar bin Khattab juga memberikan kebebasan dan memberikan hak-hak hukum dan perlindungan kepada penduduk Yerussalem walaupun mereka non-muslim. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Tapi yang saya rasakan saat ini Islam (Muslim) sangat didholimi. Lihat tuduhan2 terhadap islam yang secara sistematis sekarang ini, dihembuskan oleh orang orang  yang tidak bertanggung jawab baik melalui lisan dan tulisan atau media sosial lain-nya (Twitter, Youtube, Facebook, Whats App, dll). Dengan terang terangan mereka membuat berita atau memberitakan secara berulang ulang, terus menerus, setiap hari, bahwa islam (muslim) adalah agama yang un-toleran /  agama yang keras /  agama yang buruk / seperti teroris dan perlu dimusuhi, dibenci dan bahkan dihancurkan sehancur hancur-nya. Orang Islam diadu domba, ditelanjangi, dikriminalisasi, dicekal, disusahkan, disogok, dibunuh atau bahkan dimusnahkan. Mereka senang dan ketawa bahwa perbuatan seperti itu adalah baik buat mereka. Betapa sadisnya perbuatan mereka, yang mengaku pembela Hak Asasi Manusia, mengaku pembela keadilan dan bahkan menjadi polisi dunia. Yang berbuat sadis adalah mereka tapi yang diberitakan ada kita umat islam. Mereka bergandeng tangan, secara bersama sama, bersekutu, dan setiap hari, setiap detik mereka merencanakan perbuatan untuk menghancurkan islam. Apakah islam bisa hancur? tidak! Kita bisa lihat banyak penduduk Eropa yang sudah maju dan berpendidikan tinggi beralih menjadi islam. Karena mereka tahu yang sesungguhnya bahwa islam adalah agama yang paling sempurna, paling toleran dan damai.

Cisitu Lama I, Bandung

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.