“SEORANG MUSLIM ADALAH ORANG YANG KAUM MUSLIMIN SELAMAT DARI LISAN DAN TANGAN-NYA” DAN MERUPAKAN AMALAN ISLAM YANG PALING UTAMA” (Shohih Bukhori No. 09, Kitab Iman)

18 APRIL 2018

Hari ini kita akan mempelajari bagaimana seorang bisa disebut Muslim menurut Alquran dan Hadist. Sehingga kita tahu percis bagaimana seorang Muslim harus berbuat sesuai yang diperintahkan oleh Alloh dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Definisi Muslim (bahasa Arabمسلم Muslim) adalah secara harfiah berarti “seseorang yang berserah diri kepada Allah“, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi.[1] Kata muslim hanya merujuk kepada penganut agama Islam saja, kemudian pemeluk pria disebut dengan Muslimin (مسلمون) dan pemeluk wanita disebut Muslimah (مسلمة‎) adalah sebutan untuk wanita Islam.

Al Qur’an menjelaskan tentang semua nabi dan rasul adalah sebagai Muslim, dari AdamNuhIbrahim,[2] MusaIsa dan Muhammad. Al Qur’an menyatakan bahwa mereka adalah Muslim karena mereka hanya berserah diri kepada Tuhan, memberikan firman, dan menegakkan agama Allah. Hal ini bisa dilihat dalam Al-Qur’an, ………….Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim).

Muslim selalu melakukan salat lima kali dalam sehari sebagai kewajiban dalam agama (fardhu), lima waktu salat ini adalah subuhdzuhurasharmaghrib dan isya. Ada juga salat khusus pada hari Jumat yang disebut sebagai Salat Jumat. Umat Muslim meyakini bahwa Allah adalah zat kekal, yang memiliki semua sifat ke-Maha-an, tidak tertandingi, mandiri, tidak melahirkan, dan tidak pula diperanakkan, mereka meyakini doktrin atau aqidah ketauhidan (monoteisme). Dalam Alquran, dengan mengerjakan sholat yang benar, khusyuk dan ikhlas, Seorang Muslim akan dapat melakukan perbuatan yang lebih baik yaitu bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. ” ……..Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (QS Al Ankabut ayat 45).

Seorang Muslim harus berkepribadian sesuai Alquran dan Al hadist sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam dan para sahabat-nya. Salah satu kepribadian Seorang Muslim harus berakhlak mulia (Lihat 10 pribadi muslim, Hasan Albana). Akhlak mulia merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung’ (QS Al Qalam (68) Ayat 4)

Islam mengajarkan kepada manusia untuk selalu menerapkan Akhlak Yang Mulia dalam kehidupannya yang antara lain 1. Bertutur Kata Yang Baik, 2. Mengucapkan Dan Menjawab Salam, 3. Memiliki Sifat Malu, 4. Memiliki sikap Pemurah, 5. Pemaaf, dan 6. Tawadhu’ serta, 7. Bersikap Lemah Lembut.

Salah satu akhlak mulia seorang Muslim yaitu Bertutur Kata Yang Baik (Seorang Muslim Harus Menjaga Lesan-nya). Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu bahaya tidak menjaga lisan adalah menyebabkan pelakunya dimasukkan ke dalam api neraka meskipun itu hanyalah perkataan yang dianggap sepele oleh pelakunya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, ……“Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: …Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi).

Berkata kotor merupakan dosa besar, seseorang dimasukkan ke dalam An Naar (Api Neraka) kebanyakan karena lisannya (yakni digunakan untuk berkata kotor). Allah SWT pun membenci orang yang berbuat keji dan juga orang yang berkata keji. Di antara sifat seorang mu’min yang baik adalah tidak suka mencela, melaknat, berbuat keji, dan berkata keji. Setiap apa yang kamu ucapkan, di sana ada Malaikat yang Allah SWT perintahkan untuk mencatat setiap apa yang kamu ucapkan tersebut. Allah SWT akan membalas setiap ucapan hamba-Nya di akhirat kelak. Barangsiapa yang bertutur kata dengan baik, akan dibalas dengan kebaikan pula. Barangsiapa yang mengatakan perkataan jelek, akan dibalas dengan kejelekan pula.

  • “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang baik.” (QS Al Ahzab: Ayat 70)
  • “Dan jauhilah perkataan kotor.” (QS Al Hajj: Ayat 30)
  • Tiada suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18)
  • “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diamlah.” (HR. Al Bukhari, Muslim, dari shahabat Abu Hurairah

Salah satu sifat seorang muslim yang baik adalah dia bisa menjaga lisannya dari ucapan-ucapan buruk yang bisa menyakiti dan mengganggu orang lain sebagaimana dalam hadits berikut:

  • Abdullah bin ‘Amru dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya”(HR Al Bukhari No. 09)
  • Dari shahabat Abu Musa Al Asy‘ari, ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah, siapakah orang Islam yang paling utama?” Rasulullah SAW menjawab: “Seorang muslim yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” ((HR Al Bukhari No. 10)

Tidakkah kamu bercita-cita menjadi seorang muslim yang paling utama? Tentunya kamu menginginkannya bukan? Maka dari itu jagalah lisanmu dari ucapan-ucapan buruk karena orang yang bisa menjaga lisannya akan dijamin untuk masuk Al Jannah. Rasulullah SAW pernah bersabda (artinya): “Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak bicara, suka mengobrol, dan bermulut besar.” Jagalah lisanmu, semoga Allah SWT memasukkan kita semuanya ke dalam Jannah-Nya.

Buah menjaga lisan adalah surga. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari)

Ketika kita telah mengetahui bahaya yang timbul akibat tidak menjaga lisan, dan kita pun telah mengetahui bagaimana manisnya buah menjaga lisan, sudah sepantasnya kita selalu berfikir sebelum kita mengucapkan suatu perkataan. Apakah kiranya perkataan tersebut akan mendatangkan keridhaan Allah Ta’ala atau bahkan sebaliknya ia akan mendatangkan kemurkaan Allah Ta’ala.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa meluruskan lisan-lisan kita, memperbaiki amalan-amalan kita dan memberikan kita taufik untuk mengamalkan perkara yang Dia cinta dan Dia ridhai.

Ref.:

  1. Shohih Bukhari, (d) da’wahrights 2010| http://abinyazahid.multiply.com, izin terbuka untuk menyebarluaskan dalam rangka da’wah Sumber konten dari: http://telkom-hadits9imam.com
  2. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
  3. https://muslimah.or.id/4590-manisnya-buah-menjaga-lisan.html.
  4. https://cipnip.wordpress.com/2010/10/03/10-pribadi-seorang-muslim-hasan-al-bana/
  5. http://keindahanmuslim.blogspot.co.id/2015/06/contoh-akhlak-yang-mulia.html

Cisitu Lama I, Bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.