“BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMILIH PEMIMPIN SESUAI ALQUR’AN DAN AS SUNNAH”

4 Maret 2018,

Assalamualaikum wr wb…. Saudara2ku dan Sahabat2ku yang tercinta…. Islam telah sempurna dalam mengajarkan dua (2) hal yang sangat penting dalam berpolitik yaitu; mencari dan memilih seorang pemimpin. Mari kita bahas bagaimana cara mencari dan memilih seorang pemimpin dalam islam.

  1. Definisi PemimpinDalam hadist imam muslim No. 3048 …….Daripada Ibnu Umar, daripada Nabi SAW, beliau bersabda: “Ketahuilah Setiap daripada kamu adalah pemimpin, dan setiap daripada kamu akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang dipimpin. Seorang suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan ia akan diminta pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang isteri adalah pemimpin bagi rumah tangga,suami dan anak-anaknya, dan akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang hamba adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan dia juga akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ketahuilah setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang kamu pimpin”. Kesimpulan-nya adalah bahwa “Setiap sesorang adalah pemimpin” 
  2. Cara mencari dan memilih Pemimpin; 
    • Memilih Suami atau Istri;
      • Hadist tersebut diatas sangat jelas bahwa Suami adalah Pemimpin, demikian juga Istri dan Nabi sudah mengajarkan bagaimana cara memilih Istri atau Suami itu. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama-nya engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra).
      • Kenapa kok Nabi Muhhammad menyuruh memenangkan pilihan karena AGAMA-nya? karena orang yang baik agamanya pastinya memiliki tingkat ketaqwaan yang tinggi. Lihat QS Al Hujurat Ayat 13 “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.”
      • “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)
      • “Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)
    • Memilih Lurah, Camat, Bupati, Gubernur atau Presiden
      • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)
      • Penjelasan Ibnu Katsir terhadap Ayat daiatas adalah “Allah Ta’ala melarang hamba-Nya yang beriman untuk loyal kepada orang Yahudi dan Nasrani. Mereka itu musuh Islam dan sekutu-sekutunya. Moga kebinasaan dari Allah untuk mereka. Lalu Allah mengabarkan bahwa mereka  itu adalah auliya terhadap sesamanya. Kemudian Allah mengancam dan memperingatkan bagi orang mukmin yang melanggar larangan ini, “Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak pemberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3: 417). Ibnu Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khathab. Umar bin Khathab pernah memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan pemerintahan dilakukan oleh satu orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tersebut. Umar bin Khathab pun kagum dengan hasil pekerjaannya.

        Umar berkata, “Hasil kerja orang ini bagus.”

        Umar melanjutkan, “Bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami di masjid?”

        Abu Musa menjawab, “Ia tidak bisa masuk masjid.”

        Umar bertanya, “Kenapa? Apa karena ia junub?”

        Abu Musa menjawab, “Bukan. Ia tidak bisa karena ia seorang Nashrani.”

        Umar pun menegurku dengan keras dan memukul pahaku dan berkata, “Pecat dia.”

        Umar lalu membacakan ayat (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad dan matan darinya. Abu Ishaq Al-Huwaini menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3: 417-418)

        Jelas sekali bahwa ayat ini larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang memegang posisi-posisi strategis yang bersangkutan dengan kepentingan kaum muslimin.

  3. KESIMPULAN
    • Jika ada 2 Calon Pemimpin Muslim dan Non Muslim, Maka Pilihlah Pemimpin yang Muslim, Baik untuk memilih Suami/Istri, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Presiden, walikota, Manager Perusahaan, dll.
    • Jika ada 2 calon Pemimpin atau lebih dan sama sama Muslim, maka pilihlah yang paling bertakwa kepada Alloh dan Rosul-nya.
  4.  Ref. / Sumber :
    • Alquran Digital,
    • Rumaysho,
    • infoyunik,
    • Hadist Muslim.
    • Lihat Pidato Prof Yusril Ihza Mahendra “Sejarah Politik Islam Indonesia” Pada Kongress Islam Sumatra Utara. dalam https://www.youtube.com/watch?v=MGzn0vy2EPM

Jl Cheneras 3 No. 35, Penjom Kuala Lipis, Pahang , Malaysia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.