Bulan Ramadhan, Niat lari-ku di SABOGA ITB membuat iman-ku naik turun

Selasa, 13 Juni 2017, Rumah Cisitu BandungIMG20170503085223.jpg

Hari yang cerah, niatku lari di SABOGA ITB untuk menurunkan dan menjaga kolesterolku ternyata jadi juga. Sudah  pukul 10 lebih, saya segera ambil pakaian khusus lari (Jaket dan celana parasut, beli dari Alpina deket rumah cisitu-ku). Sebetulnya ada mobil tapi saya lebih senang naik motor vario merah dengan helmet kuno banget valentino-ku, beli tahun 2005……..disamping simple, murah dan cepat sampai ditempat…..pokoknya top banget dech……..biasa sederhana gitu lho…

Dan cuma 3 menit… jreng.. jreng.. jreeng… sampai di SABOGA, langsung parkir motor dan beli tiket masuk lapangan bayar murah 3 ribu rupiah (harinya selasa tanggal 13 juni 2017….. kenapa murah? karena hanya dengan bayar 3 ribu rupiah saja, lapangan lari SABOGA seluas dan semegah itu sudah kita dapat (kita beli dan kita nikmati sepuas puasnya dan kita bisa lari berjam jam sampai sore,………….hatiku selalu merasa menjadi orang yang paling kaya dan bahagia…. ha…ha…)………seorang direktor, manager atau orang kaya-pun lain-nya belum tentu atau mampu melakukanya dan menikmatinya…….betul..kan..?….. salah satu kunci perasaan bahagia menurut Ibnu Abbas r.a adalah “HATI YANG SELALU BERSYUKUR” dimanapun, kapanpun, siapapun bisa melakukanya jika hatinya selalu bersyukur. Lha gimana tidak bersyukur…. lapangan segitu gede-nya, orang lain sibuk bekerja, sementara kita bisa lari…

Tidak ada penjaga pintu masuk lapangan (Karena sepi, sdh siang, dan ramadhan…), saya langsung masuk lapangan dan hanya beberapa orang saja yang lari. Hari sabtu, minggu sebelum-nya saya juga sudah lari. November 2016 dari kantor-ku dilakukan MCU tahunan dan kolesterol total-ku 260 an dan itu sangat tinggi diluar ambang batas normal yang kadarnya tidak boleh lebih dari 200. Dan Kesimpulanya adalah saya termasuk berkolesterol sangat tinggi dan bisa menyebabkan jantung koroner. Konsultasi dengan dokter dari prodia JKT, saya disarankan berkonsultasi langsung dengan dokter specialis Penyakit Dalam untuk menurunkan kolesterol dengan cara2 medis yang sehat dan aman. namun berlalunya waktu saran tersebut saya abaikan ATAU lupa karena Sibuk di Project, sehingga waktu lari di SABOGA bulan April 2017 yang lalu kolesterolku naik menjadi 284. Saya mulai gelisah….google sana google sini tentang bahaya kolesterol…

Stress dan takut menyelimuti hati dan pikiranku karena beberapa temanku seangkatan telah meninggal salah satunya adalah karena kolesterol. Lalu saya periksakan ke Dokter Teja, Beliau bilang bahwa saya harus test ulang dilaboratorium, karena test kolesterolku di SABOGA diambil dari telunjuk tangan (Kapiler) bukan dari Urat nadi diposisi siku tangan. Jadi hasilnya belum atau tidak akurat dan tidak spesifik (tidak ada HDL dan LDL). Dari situ, saya lari terus selama 10 hari dan hasilnya cukup menggembirakan dengan hasil akhir test kolesterol total-ku cuma 167. Namun beberapa hari belakangan ini “dada-ku sebelah kiri, kadang kadang terasa sakit”, akhirnya kuputuskan untuk lari lagi. Itulah niat “Lariku”. Karena sepi saya langsung lari di lintasan paling dalam (paling dekat lapangan), sambil dzikir “Subhanalloh Wabihamdihi”  atau “Subhanalloh Wabihamdihi Subhanallohil Adzim”di setiap langkah lari apalagi bulan Suci Ramadhan yang mana harus banyak beribadah salah satunya dengan berdzikir dengan LISAN. Lihat buku shahih at-targhib wa at-tarhib yang diterbitkan pustaka Sahifa, karangan Imam Al Mundziri yang ditarjih oleh M Nasirudin Al Albani, jilid 3, kitab Dzikir, Bab 7 Anjuran bertasbih, bertakbir, bertahlil dan bertahmid dengan beragam macamnya, hadis no. 1538-2, halaman 388, hadist Shohih bahwa perkataan yang paling dicintai Alloh adalah “Subhanalloh Wabihamdihi” atau hadist no. 1537-1 hall 388, hadist shohih yaitu Dua (2) kalimat yang ringan bagi lisan dan berat ditimbangan dan sangat dicintai Alloh adalah “Subhanalloh Wabihamdihi Subhanallohil Adzim.

1x putaran masih Dzikir, 2x Putaran masih Dzikir, karena waktu lari hanya bertemu dengan 1 – 2 orang bapak bapak dan mas mas yang terlewati karena cuma berlari sangat pelan atau jalan saja. Putaran ke 3, saya menyalip 2 cewek (putih, cantik dan masih muda) yang jalan cepat dan dzikir saya mulai lupa dan hilang, dalam hati mulai mikir seperti:

  • Awalnya… melihat….terus timbul pikiran aneh2…..alias riya’.….nich saya masih kuat… lihat dong…… (kenapa hati saya kok berfikir begitu padahal saat melewati bapak2 atau mas2, niat lariku masih ok dan masih berdzikir…)
  • nanti akan saya salip lagi….., tapi ada pikiran lain juga ….ngapain saya mikirin itu……santai dan lari terus tidak peduli… namun…  kenapa dzikir saya jadi lupa dan kadang berhenti..??
  • dan saya ingin nyalip yang ke 2 kalinya……ini saya masih lebih kuat dan dikuat kuat2in (dipaksain lari dan nyalip lagi) ……. terus ingin nyalip ke 3 kalinya…..dan ke 4 kalinya

Dari sini dapat disimpulkan ada 2 (dua) macam bahaya : Riya’ dan Tidak menundukan Pandangan. Hal ini timbul dalam hati karena “PANDANGAN MATA YANG KE DUA, KE TIGA DAN SETERUSNYA, JUGA PENDENGARAN TELINGA KITA……….. “Mata kita melihat dan mendengar waktu melewati 2 orang itu.

BAHAYA RIYA

“Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.  Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an juga orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda . ternyata sama seperti oamalan orang yang mati sahid, gara2 RIYA’ juga seret ke dalam Neraka.

Di dalam al Qur`an dan as Sunah banyak sekali ancaman tentang bahaya riya’. Riya’ termasuk kedurhakaan hati yang sangat berbahaya terhadap diri, amal, masyarakat dan umat. Dan ia juga termasuk dosa besar yang merusak. Di antara bahaya riya’ adalah sebagai berikut:

  1. Riya’ Lebih Berbahaya Bagi Kaum Muslimin Daripada Fitnah Masiih Ad Dajjal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masih ad Dajjal?” Dia berkata,”Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul khafi; yaitu seseorang shalat, lalu menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya”. [HR Ibnu Majah, no. 4204, dari hadits Abu Sa’id al Khudri. Hadits ini hasan-Shahih at Targhib wat Tarhib, no. 30]
  2. Riya’ Lebih Sangat Merusak Daripada Serigala Menyergap Domba “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda : “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dan dilepaskan di tengah sekumpulan domba lebih merusak daripada ketamakan seorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya”. [HSR Ahmad, III/456; Tirmidzi, no. 2376; Darimi, II/304, dan yang lainnya dari Ka’ab bin Malik]. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan rusaknya agama seorang muslim karena tamaknya kepada harta, kemuliaan, pangkat dan kedudukan. Semua ini menggerakkan riya’ di dalam diri seseorang.
  3. Amal Shalih Akan Hilang Pengaruh Baiknya Dan Tujuannya Yang Besar Bila Disertai Riya. Allah berfirman : “Maka celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan mencegah (menolong dengan) barang yang berguna”. [al Ma’uun : 4-7]. Orang yang berbuat riya’ dan tidak mau menolong orang lain, karena shalat mereka tidak mempunyai pengaruh dalam hati mereka, sehingga mencegah kebaikan dari hamba-hamba Allah. Mereka hanyalah menunaikan gerakan-gerakan shalat dan memperindahnya, karena semua mata memandangnya, padahal hati mereka tidak memahami, tidak tahu hakikatnya dan tidak mengagungkan Allah. Karena itu, shalat mereka tidak berpengaruh terhadap hati dan amal. Riya’ menjadikan amal itu kosong tidak ada nilainya.
  4. Riya’ Akan Menghapus Dan Membatalkan Amal Shalih. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunujuk kepada orang-orang kafir”. [al Baqarah : 264]. Hati yang tertutup riya’ ibarat batu licin yang tertutup tanah. Orang yang berbuat riya’ tidak akan membuahkan kebaikan, bahkan ia telah berbuat dosa yang akan dia peroleh akibatnya pada hari Kiamat. Riya’ menghapuskan amal shalih, dan seseorang tidak mendapatkan apa-apa karenanya di akhirat nanti dari amal-amal yang pernah ia lakukan di dunia. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia “Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?” [HR Ahmad, V/428-429 dan al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, XIV/324, no. 4135 dari Mahmud bin Labid. Lihat Silsilah Ahaadits Shahiihah, no. 951], Pelaku riya’ akan memamerkan amalnya agar dipuji, disanjung dan mendapatkan kedudukan di hati manusia. Dia tidak akan mendapat ganjaran kebaikan dari Allah, dan tidak pula dari orang-orang yang memujinya, karena yang berhak memberi balasan hanya Allah saja. Allah berfirman dalam hadits Qudsi : “Aku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang dicampuri dengan perbuatan syirik kepadaKu, maka Aku tinggalkan dia dan (Aku tidak terima) amal kesyirikannya” [HR Muslim, no. 2985 dan Ibnu Majah, no. 4202 dari sahabat Abu Hurairah)]
  5. Riya’ Adalah Syirik Khafi (Tersembunyi). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masih ad Dajjal?” Dia berkata,“Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul khafi; yaitu seseorang shalat, lalu ia menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya”.[HR Ibnu Majah, no. 4204, dari hadits Abu Sa’id al Khudri, hadits ini hasan-Shahih Ibnu Majah, no. 3389]
  6. Riya’ Mewariskan Kehinaan Dan Kerendahan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Barangsiapa memperdengarkan amalnya kepada orang lain (agar orang tahu amalnya), maka Allah akan menyiarkan aibnya di telinga-telinga hambaNya, Allah rendahkan dia dan menghinakannya”. [HR Thabrani dalam al Mu’jamul Kabiir; al Baihaqi dan Ahmad, no. 6509. Dishahihkan oleh Ahmad Muhammad Syakir. Lihat Shahiih at Targhiib wat Tarhiib, I/117, no. 25].
  7. Pelaku Riya’ Tidak Akan Mendapatkan Ganjaran Di Akhirat. Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikan kabar gembira kepada umat ini dengan keluhuran, kedudukan yang tinggi (keunggulan), agama, pertolongan dan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka melakukan amal akhirat untuk dunia, maka dia tidak akan mendapatkan bagian di akhirat”. [HR Ahmad, V/134; dan Hakim, IV/318. Shahih, lihat Shahih Jami’ush Shaghiir, no. 2825]
  8. Riya’ Akan Menambah Kesesatan Seseorang. Allah Ta’ala berfirman : “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta”. [al Baqarah : 9-10].
  9. Riya’ Merupakan Sebab Kekalahan Ummat Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Sesungguhnya Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” [HSR an Nasa-i, VI/45, dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash][2]. Ikhlas karena Allah menjadi sebab ditolongnya umat ini dari musuh-musuh mereka. Allah melarang kita keluar berperang dengan sombong dan riya’, karena hal ini akan membawa kepada kekalahan. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”. [al Anfaal : 47].

BAHAYA TIDAK MENUNDUKAN PANDANGAN, Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk. Perintah untuk Menundukkan Pandangan,  Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30). Ibnu Katsir Berkata Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41).

  • Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan. Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasullulloh bersabda: Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim). Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)
  • Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina.

Dari Rumah… Iman masih Tetap karena Niat masih Kuat dan belum ada gangguan hati. Iman tidak naik dan tidak turun (tetap) jika kita hanya niat untuk lari saja yang penting keluar keringat. Terus Sampai Dilapangan juga masih tetap dan kemudian Naik….karena ingat kepada Alloh (lari sambil berdzikir) dan akhirnya Iman Turun waktu kita Riya’ dan Tidak Menundukan Pandangan”

Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.

Sangat Sederhana, Mudah dan Simple ya…….

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.